Gubernur Sumatera Barat Menerima Bantuan Asing untuk Penanganan Bencana
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima bantuan dari berbagai negara asing untuk penanganan bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayahnya. Bantuan tersebut datang dari Palestina, Turki, dan Malaysia.
Meskipun demikian, hingga saat ini pemerintah pusat belum membuka izin bagi bantuan asing masuk ke daerah yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat dan para pemimpin daerah.
Bantuan Asing yang Tiba di Sumatera Barat
Mahyeldi menyebutkan bahwa bantuan dari Palestina datang melalui kantor perwakilan mereka yang berada di Inggris. Sementara itu, bantuan dari Turki tiba secara langsung dan diberikan oleh relawan. Bantuan dari Malaysia juga sudah diterima oleh pihaknya.
Menurut Mahyeldi, bantuan yang diterima mencakup berbagai kebutuhan seperti kasur, pakaian, makanan, serta perlengkapan tidur. Ia juga menjelaskan bahwa relawan dari luar negeri hanya memberikan bantuan, tetapi tidak ikut bekerja di lapangan.
Sikap Pemerintah Pusat Terhadap Bantuan Asing
Sebelumnya, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa mereka masih sanggup menangani bencana secara mandiri. Pernyataan ini disampaikan oleh beberapa pejabat pemerintah, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Presiden Joko Widodo (Prabowo).
Namun, sikap pemerintah ini menuai kritik dari sebagian masyarakat. Banyak yang menilai bahwa penolakan bantuan asing terlalu egois dan tidak memperhatikan kebutuhan korban bencana.
Penjelasan Staf Khusus Presiden
Timothy Ivan Triyono, staf khusus Kepala Staf Kepresidenan, menjelaskan bahwa pemerintah tidak menolak bantuan asing, tetapi merasa mampu menangani bencana sendiri. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan menerima bantuan asing jika ada kebutuhan mendesak dan kapasitas pemerintah tidak cukup.
“Indikator butuh bantuan asing itu seandainya nanti ada kebutuhan yang mendesak dan tidak mampu lagi ditangani oleh kita gitu loh,” ujarnya.
Profil Singkat Gubernur Mahyeldi Ansharullah
Mahyeldi Ansharullah lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 25 Desember 1966. Ia memiliki gelar adat Datuak Marajo. Sebelum menjadi Gubernur Sumatera Barat, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Padang dua periode, yaitu hasil pemilihan umum 2013 dan 2018.
Selama masa kepemimpinannya, Padang mengalami kemajuan di berbagai bidang, termasuk infrastruktur, pariwisata, dan kebersihan. Mahyeldi juga dikenal sebagai mubalig dan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kekayaan Mahyeldi Ansharullah
Berdasarkan laporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir dilaporkan pada 23 Maret 2024, Mahyeldi Ansharullah memiliki total kekayaan senilai Rp6.941.692.537.
Berikut rincian kekayaannya:
- Tanah dan bangunan: Nilai Rp4.828.024.000.
- Alat transportasi dan mesin: Senilai Rp286.500.000.
- Harta bergerak lainnya: Rp32.883.680.
- Surat berharga: Tidak ada catatan atau laporan.
- Kas dan setara kas: Rp2.344.284.857.
- Harta lainnya: Tidak ada catatan atau laporan.
- Hutang: Sebesar Rp550.000.000.
Dengan demikian, total harta kekayaan bersih yang dimilikinya setelah laporan tersebut diterima adalah sebesar Rp6.941.692.537.
