Isi Artikel
Tips Berkendara di Jalan Tol untuk Pemula
Menjelang akhir tahun, banyak orang memilih berlibur bersama keluarga atau pergi ke luar kota untuk merayakan malam tahun baru. Bagi yang ingin berkendara ke luar kota melalui jalan tol, persiapan matang sangat penting, terutama bagi pemula yang belum terbiasa dengan kondisi jalan bebas hambatan ini.
Berkendara di jalan tol bisa menjadi pengalaman menantang karena mayoritas kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Untuk itu, pemula perlu memahami teknik dan aturan berkendara yang tepat agar tetap aman selama perjalanan.
Teknik Berkendara yang Perlu Dikuasai
Menurut Training Director The Real Driving Center (RDC), Marcell Kurniawan, pengemudi pemula harus menguasai teknik berkendara yang benar agar dapat melintasi jalan tol dengan aman. Ia menekankan bahwa pengemudi perlu dalam kondisi mental yang positif dan stabil saat mengemudi. Kecemasan berlebih justru bisa memicu panik, yang berisiko menyebabkan kesalahan seperti menginjak pedal yang salah atau mengerem mendadak.
Kesalahan seperti ini bisa berujung pada kecelakaan di jalan tol yang bergerak cepat. Marcell menyarankan agar pemula selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk membaca rambu-rambu, mengikuti batas kecepatan, dan memahami fungsi setiap lajur. Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan oleh pemula adalah kurangnya pemahaman terhadap rambu lalu lintas.
Ia juga menyarankan agar pemula berkendara di lajur tengah. Kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kendaraan lain dan pastikan menjaga jarak aman antar kendaraan.
Pelajaran dari Kecelakaan di Tol Cipularang
Beberapa waktu lalu, terjadi kecelakaan beruntun di Jalan Tol Cipularang KM 92. Lokasi tersebut memiliki kontur menurun, namun penyebab utama kecelakaan disebut berasal dari faktor manusia, yaitu kurangnya penguasaan teknik mengemudi saat jalan menurun dalam kondisi hujan.
Ahmad Wildan, Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), menjelaskan bahwa pada jalan menurun, gaya gravitasi memengaruhi roda kendaraan. Oleh karena itu, pengemudi harus tahu teknik pengereman yang benar, yaitu dengan memanfaatkan mesin menggunakan gigi rendah.
Ia menambahkan bahwa penggunaan gigi yang tidak sesuai membuat pengemudi harus sering mengerem, sehingga berisiko menyebabkan rem blong akibat panas berlebih (overheating), tekanan angin rendah, atau vapour lock.
Masalah Lain di Jalan Tol
Selain teknik berkendara, perilaku dan disiplin pengemudi juga berperan besar dalam keselamatan berkendara. Ahmad menyoroti perilaku pengemudi kendaraan berat yang sering melanggar aturan batas kecepatan minimum (under speed) dan memakai lajur yang salah, yang dapat memicu tabrakan beruntun.
Saat hujan, pengemudi disarankan untuk menurunkan kecepatan menjadi 60–70 km/jam serta menjaga jarak aman demi mencegah aquaplaning atau tergelincir saat mengerem.
Edukasi Berkendara sebagai Pengetahuan Wajib
KNKT mendorong agar edukasi teknik mengemudi, termasuk penggunaan gigi rendah di jalan menurun dan cara mengemudi di jalan licin, dijadikan pengetahuan wajib bagi seluruh pengemudi di Indonesia. Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan menurunkan angka kecelakaan di jalan tol.
Dengan memahami teknik dan aturan berkendara yang benar, risiko kecelakaan di jalan tol bisa ditekan. “Mari ciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan,” ajak Wildan.
