Liburan ke Solo 2025? 5 Wisata Budaya Terpopuler yang Harus Dikunjungi!

Wisata Budaya di Solo yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Akhir Tahun 2025

Solo, kota yang dikenal sebagai pusat budaya Jawa, menawarkan berbagai destinasi wisata budaya yang tidak hanya menarik tetapi juga edukatif. Selain Keraton Kasunanan, ada banyak tempat lain yang layak dikunjungi saat liburan akhir tahun 2025. Berikut ini adalah lima destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi.

1. Museum Batik Danar Hadi – Koleksi 10.000 Batik dan Tur Edukasi

Museum Batik Danar Hadi menjadi salah satu tujuan wisata budaya paling populer di Solo berkat koleksi batiknya yang sangat besar, mencapai lebih dari 10.000 karya. Museum ini berada di sebuah bangunan bersejarah bergaya Jawa, tepat di Jl. Slamet Riyadi No. 261, Laweyan, pusat kota Surakarta.

Akses menuju museum sangat mudah karena lokasinya berada di dekat hotel-hotel besar seperti Ibis dan Novotel. Museum ini juga ramah keluarga dengan fasilitas parkir gratis, akses kursi roda, restroom, dan restoran. Jam operasionalnya berlangsung setiap hari pukul 09.00–17.00 WIB.

Selain menyajikan koleksi batik dari era pra-kolonial hingga masa setelah kemerdekaan, museum ini juga menampilkan pengaruh batik dari China, India, hingga Belanda. Pengunjung dapat mengikuti tur berpemandu selama sekitar 1 jam yang sangat informatif. Ada pula demonstrasi proses membatik, mulai dari teknik tulis, cap, hingga pewarnaan.

Museum ini juga terhubung dengan toko batik dan restoran Soga yang menyajikan kuliner Jawa. Dengan tiket Rp35.000–Rp50.000 dan rating 4.7/5 dari ribuan ulasan, museum ini selalu menjadi destinasi unggulan wisatawan.

2. Kampung Batik Kauman – Belajar Membatik di Lingkungan Bersejarah

Kampung Batik Kauman merupakan salah satu kampung batik tertua di Solo yang mempertahankan rumah-rumah lawas bergaya Jawa-Belanda. Lingkungan kampungnya asri, pedestrian-friendly, dan sangat cocok untuk wisata keluarga yang ingin belajar langsung tentang batik.

Terletak di selatan Jl. Slamet Riyadi, kawasan Pasar Kliwon, Kampung Batik Kauman dapat dijangkau dengan mudah dari Keraton Kasunanan maupun Pasar Klewer. Tersedia lahan parkir luas di gerbang utama, namun pengunjung harus berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil untuk menikmati suasananya. Kampung ini buka setiap hari pukul 05.00–22.00 WIB.

Di sini, pengunjung bisa mengikuti workshop batik dari Senin–Sabtu pukul 08.00–15.00 WIB, termasuk teknik cap atau tulis. Pendaftaran dapat dilakukan melalui akun Instagram @batikgunawansetiawan. Selain itu, kawasan ini memiliki banyak toko batik, area foto bertema vintage, serta kafe-kafe kecil untuk beristirahat.

Masuk ke kawasan kampung ini gratis. Wisatawan hanya membayar biaya workshop sesuai paket yang dipilih. Kampung Batik Kauman banyak memperoleh ulasan positif karena suasananya yang otentik, tenang, dan edukatif.

3. Museum Keris Nusantara – Menyelami Warisan Keris di Bangunan Modern

Museum Keris Nusantara adalah destinasi budaya modern di Kota Solo yang menampilkan koleksi keris dari berbagai daerah di Indonesia. Museum ini berlokasi di Jl. Bhayangkara No. 2, kawasan Sriwedari, berdampingan dengan Taman Sriwedari sehingga memberikan kemudahan dalam pengaturan itinerary wisata.

Biasanya museum ini buka setiap Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, sementara hari Senin digunakan untuk perawatan. Bangunan museum yang terinspirasi arsitektur Candi Sukuh menjadikannya salah satu museum modern paling unik di Jawa Tengah.

Koleksinya mencapai lebih dari 300 keris yang dilengkapi narasi tentang sejarah, pamor, bentuk, hingga fungsi sosial dan spiritual keris di berbagai daerah. Penjelasannya dikemas dalam panel interaktif, display audio-visual, hingga diorama proses pembuatan keris.

Pengalaman berkunjung semakin lengkap dengan adanya ruang edukasi, ruang pamer tematik, dan informasi ilmiah yang bisa dinikmati pengunjung dari berbagai usia. Museum ini cocok untuk wisata keluarga yang ingin “belajar sambil melihat langsung.”

4. Benteng Vastenburg – Benteng Kolonial Abad ke-18 yang Jadi Ruang Publik

Benteng Vastenburg adalah benteng bersejarah yang berdiri sejak tahun 1745 di masa kolonial Belanda. Terletak di Jl. Jend. Sudirman, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, benteng ini berada di pusat kota Solo dan sangat mudah dijangkau dengan berjalan kaki, becak, atau kendaraan pribadi.

Area benteng kini menjadi ruang hijau publik yang terbuka 24 jam tanpa tiket masuk alias gratis. Benteng ini ramah kursi roda dan cocok untuk kunjungan keluarga karena tersedia area luas untuk anak-anak bermain atau berfoto.

Dari sisi sejarah, benteng ini awalnya bernama Grootmoedigheid sebelum berubah menjadi Vastenburg yang berarti “benteng yang kokoh.” Bentuknya menyerupai pentagon dengan dinding bata tebal, parit, dan halaman luas yang dahulu digunakan untuk latihan militer.

Benteng Vastenburg sering dipakai sebagai lokasi acara besar seperti konser, festival, hingga pertunjukan seni. Dengan rating 4.5 dari hampir 16.000 ulasan, benteng ini menjadi salah satu ikon wisata budaya Solo yang tak boleh dilewatkan.

5. Lokananta – Studio Musik Legendaris yang Kini Jadi Creative Hub

Lokananta adalah studio rekaman milik negara tertua di Indonesia, berdiri sejak tahun 1956. Studio ini dahulu digunakan untuk memproduksi rekaman piringan hitam RRI, termasuk lagu legendaris “Bengawan Solo” ciptaan Gesang.

Berada di Jl. A. Yani No. 379A, Kerten, Laweyan, Lokananta kini telah direvitalisasi menjadi Lokananta Bloc, pusat budaya dan kreativitas yang modern. Lokananta buka setiap hari pukul 10.00–23.00 WIB dengan fasilitas lengkap seperti area parkir, restoran, toilet, dan akses kursi roda.

Di dalamnya, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi peralatan rekaman lawas, arsip piringan hitam era 1960–1980-an, serta dokumentasi perjalanan musik Indonesia. Lokananta juga sering mengadakan live music, pameran seni, dan event kreatif.

Dengan rating 4.8 dari lebih dari 2.800 ulasan, Lokananta menjadi destinasi favorit untuk wisata budaya keluarga, pencinta musik, hingga wisatawan muda yang ingin merasakan nostalgia dunia rekaman Indonesia.

Itulah 5 wisata budaya di Solo yang wajib dikunjungi saat liburan akhir tahun 2025. Mulai dari museum batik berkelas, kampung batik bersejarah, museum keris modern, benteng kolonial, hingga studio musik tertua di Indonesia—semuanya menawarkan pengalaman belajar budaya yang seru dan mendalam. Dengan akses mudah dan fasilitas lengkap, Solo tetap menjadi salah satu kota terbaik untuk wisata budaya di Indonesia.

Pos terkait