Ringkasan Berita:
- Polri bukan hanya menghadapi kejahatan konvensional, tetapi juga tantangan modern seperti cybercrime dan dampak media sosial
- Polri menjadikannya kritik publik sebagai bahan introspeksi untuk perbaikan pelayanan
- Ingatkan jajaran Polri terus meningkatkan pengabdian terbaik kepada masyarakat
, JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengatakan, sepanjang 2025 Polri menghadapi tugas dan tantangan yang berat.
Polri kerap menuai sorotan dan kritik dari masyarakat dalam menjalankan tugasnya.
Namun, secara keseluruhan, Edi Hasibuan menilai Polri berhasil melalui tantangan berat tersebut dengan kinerja bagus dan pengabdian terbaik.
“Kami melihat dedikasi dan loyalitas yang tinggi dari seluruh jajaran Polri, kepolisian telah memberikan kinerja terbaik dan pengabdian yang totalitas kepada bangsa dan negara,” kata Edi Hasibuan di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
Menurut Edi Hasibuan, dalam catatan akhir tahun, sepanjang 2025 banyak capaian dan terobosan yang dilakukan Polri mulai dari mengungkap kejahatan konvensional, kejahatan terorganisir, hingga kejahatan cybercrime.
Edi Hasibuan memberikan contoh kejahatan yang berhasil diungkap Polri antara lain pemberantasan Narkoba dengan menyita lebih dari 214 ton berbagai jenis Narkoba.
Kemudian, pemberantasan judi online dan penipuan online yang selama ini sangat meresahkan.
Termasuk pemberantasan tambang ilegal dan berbagai kasus pembunuhan, kasus pencurian, hingga kasus perampokan.
Selanjutnya, keberhasilan pengamanan mudik lebaran 2025 hingga pengamanan Natal 2025 serta kegiatan kenegaraan lainnya dinilai banyak diapresiasi.
Kerap Dikritik
Di sisi lain, Edi Hasibuan juga menyoroti berbagai kritikan pedas dan tekanan yang dialamatkan kepada Polri terus datang silih berganti.
“Kita bersyukur Polri tetap tegar menghadapi semua kritikan dan tekanan yang datang dari berbagai pihak. Kita yakin semua itu akan membuat Polri semakin kokoh dan kuat” kata Ketua Umum Asosiasi Dosen ILmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) ini.
Menurut Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini, walau banyak sorotan dan kritikan pedas dialamatkan kepada Polri, faktanya semua itu dilalui dan dihadapi Polri dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai bahan introspeksi.
Kapolri dalam banyak hal menerima serta mendengarkan suara masyarakat.
Polri pun terus berbenah dan menjaga komitmennya memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
“Kami melihat kritikan demi kritikan langsung dijawab Polri dengan memperbaiki pelayanan yang semakin baik,” kata mantan anggota Kompolnas ini.
Melihat situasi dan dinamika di tengah masyarakat, Edi Hasibuan melihat bahwa tidak mudah menjadi dan melaksanakan tugas Polri saat media sosial sangat ‘berkuasa’ dewasa ini.
Faktanya, tidak semua tugas Polri yang sudah dijalankan dengan baik, kurang mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat.
Bahkan, tidak jarang dampak Medsos bisa mempengaruhi persepsi masyarakat dari tugas pelayanan yang bagus menjadi buruk.
Namun, demikian Edi melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri dalam pelayanan pengamanan Natal dan pengelolaan SPPG dalam mendukung program pemerintah saat ini diakui banyak pihak adalah yang terbaik.
“Kita bersyukur hasil survei yang kami lakukan selama bulan desember 2025, tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan Polri dalam bidang pengamanan Natal dan Pengelolaan SPPG berada pada angka 80.1 persen,” ucapnya.
Ketua Prodi Magister Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta ini pun meminta kepada seluruh jajaran polri jangan pernah lelah beri pelayanan terbaik.
Ia mengingatkan agar jajaran Polri terus meningkatkan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
“Rakyat sangat membutuhkan kehadiran polisi. Kita memahami polisi kerap dicerca. Tapi kehadiran polisi setiap saat selalu dirindu masyarakatnya.” kata pemerhati kepolisian ini.
