jabar., KOTA BANDUNG – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily menyampaikan bahwa ketahanan nasional Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kondisi cukup kuat dengan skor 2,84 dan menunjukkan arah penguatan yang konsisten.
Ini menunjukkan kemampuan bangsa dalam menjaga kestabilan nasional meskipun menghadapi perubahan global dan nasional yang semakin rumit.
Pernyataan itu diungkapkan oleh TB Ace Hasan Syadzily dalam konferensi pers Refleksi Akhir Tahun 2025 danOutlook2026 Lemhannas RI di Jakarta, Senin (16/12/2025).
Ace menyatakan, stabilitas nasional secara umum tetap terjaga dalam kerangka penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara, meskipun Indonesia menghadapi tekanan geopolitik global, perubahan iklim, serta bencana alam yang terjadi di beberapa daerah, khususnya banjir dan tanah longsor di Sumatra pada akhir 2025.
Menurutnya, hasil pengukuran dari Laboratorium Pengukuran Ketahanan Nasional (Labkurtannas) menunjukkan bahwa aspek politik, ekonomi, dan sumber daya alam berada dalam kondisi yang cukup kuat.
Namun, aspek sosial budaya tetap memerlukan perhatian yang serius karena rentan terhadap penyebaran informasi palsu, perpecahan digital, serta masuknya nilai-nilai luar yang berisiko mengikis identitas nasional.
“Di samping itu, aspek pertahanan dan keamanan juga harus mendapatkan perhatian khusus, terutama dalam upaya memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional,” tambah Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut.
Selama tahun 2025, Lemhannas RI melaksanakan empat fungsi utama, yaitu pendidikan, penelitian, penguatan nilai kebangsaan, serta pengukuran ketahanan nasional dan kepemimpinan nasional.
Di sektor pendidikan, Lemhannas menyelenggarakan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) dan Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N).
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai sektor penting, seperti TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara, dunia bisnis, kalangan akademis, tokoh masyarakat, serta perwakilan negara sahabat.
Dalam bidang penelitian, Lemhannas melaksanakan kajian strategis jangka pendek, menengah, dan panjang yang berkaitan dengan geopolitik, geoekonomi, penguatan sumber daya manusia berbasis sains dan teknologi (STEM), hilirisasi, serta penguatan demokrasi dan perubahan sistem politik.
“Temuan penelitian tersebut menjadi masukan penting bagi Presiden serta kementerian/lembaga dalam menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan nasional,” katanya.
Ia selanjutnya menyoroti dinamika geopolitik global sepanjang tahun 2025 yang ditandai oleh persaingan antar kekuatan besar, konflik yang berlarut di beberapa wilayah, serta meningkatnya persaingan di kawasan Indo-Pasifik.
Di sisi lain, Indonesia dianggap konsisten dalam menerapkan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif dengan menggunakan pendekatan multiple alignment.
“Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke berbagai negara mitra strategis sepanjang 2024–2025 semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan menengah global yang memiliki pengaruh nyata di tingkat internasional,” katanya.
Pada tahun 2026, Lemhannas RI memprediksi bahwa Indonesia masih akan menghadapi berbagai perubahan global dan nasional.
Persaingan dalam memperebutkan sumber daya alam yang mendesak, penguatan sektor pertahanan, ketersediaan pangan dan energi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi masalah strategis yang harus dihadapi secara menyeluruh.
Berdasarkan analisis skenario strategis 2026, Lemhannas menganggap posisi Indonesia berada di tengah antara skenario ‘Bahtera Garuda Menembus Samudra Emas’ dan ‘Menjaga Haluan di Tengah Gelombang’, yaitu cukup kuat secara internal, namun masih menghadapi ancaman besar akibat perubahan global.
“Maka dari itu, tahun 2026 perlu menjadi tahun percepatan pembangunan nasional serta penguatan posisi diplomasi internasional, sekaligus kesempatan untuk memperkuat ketahanan bangsa menghadapi ketidakpastian,” katanya.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat menekankan bahwa ketahanan nasional yang kuat pada 2025 perlu menjadi modal strategis untuk memperkuat karakter bangsa, menjaga kelangsungan pembangunan, serta memperluas peran Indonesia di kancah internasional dalam tahun-tahun berikutnya.(mcr27/jpnn)
