Lebih bagus dari Arsenal dan Man City sejak akhir September, Aston Villa masuk mode calon juara

Arsenal dan Man City sekarang sebaiknya mewaspadai Aston Villa sebagai rival yang bisa menjegal mereka dalam perebutan gelar juara Liga Inggris.

Keberadaan The Villans di peringkat 3 klasemen Premier League sudah tidak bisa dianggap sebagai sebuah kebetulan lagi.

Bacaan Lainnya

Pada pekan ke-18, tim asuhan Unai Emery meraih kemenangan atas tim papan atas sekaligus klub yang berstatus juara dunia, Chelsea.

Berlaga di kandang lawan di Stamford Bridge, Aston Villa sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Joao Pedro pada menit ke-37.

Namun, 2 gol Ollie Watkins pada menit ke-63 dan 84 membalikkan keadaan.

Kemenangan tersebut menjadi konfirmasi bahwa klub yang juga berjulukan The Lions itu sedang on-fire.

Di Liga Inggris, Villa menang terus dalam 8 laga terakhir.

Kalau digabung dengan performa di Liga Europa, Aston Villa sedang menunggangi 11 kemenangan beruntun.

Sejak akhir September, John McGinn dkk. menang 12 kali dan kalah sekali dalam 13 pertandingan EPL.

Selama periode itu, The Villas tercatat mampu mengalahkan tim-tim kuat yang beberapa di antaranya adalah kandidat juara yaitu Man City, Arsenal, Man United, dan sekarang Chelsea.

Villa masih tercecer di peringkat 3 klasemen karena start mereka yang buruk.

Dalam 5 pertandingan pertama, pasukan Emery tidak pernah menang dan kalah 2 kali.

Tetapi sejak mengalahkan Fulham di pekan ke-6 pada 28 September, Villa seperti masuk ke mode juara.

Performa mereka dalam 13 pertandingan terakhir lebih bagus dari tim mana pun termasuk 2 klub yang kini berada di atas mereka: Arsenal dan Manchester City.

Sementara The Villans meraih 36 poin dari hasil menang 12 kali dan kalah sekali, The Gunners hanya 32 poin (10 kali menang, 2 kali imbang, sekali kalah) sementara The Citizens 33 angka (11 kali menang, 2 kali kalah).

“Kita sudah hampir separuh jalan dan Anda harus bilang bahwa Aston Villa adalah kandidat juara yang benar-benar harus diperhitungkan,” kata mantan striker yang kini menjadi pandit, Alan Shearer, kepada BBC.

“Apakah saya pikir mereka akan menang? Tidak, tetapi perkiraaan itu hanya karena mereka belum memiliki kedalaman skuad yang cukup.”

“Tetapi, apa pun bisa terjadi dengan tim di bawah Unai Emery.”

“Manajemen permainannya luar biasa dengan dia memperlihatkannya lagi lewat 3 pergantian pemain di Stamford Bridge.”

“Apa jadinya kalau mereka tidak mengalami start yang sangat buruk?”

Kendati tim asuhannya sedang tampil bagus dan semakin sering disebut sebagai kandidat juara, Emery tidak mau skuadnya memikirkan target di liga.

“Kami tidak akan berbicara soal target di liga sampai kita berada di pekan ke-34,” ujarnya seperti dikutip dari NBC Sports.

“Ada tim-tim kuat yang akan mengambil poin seperti Liverpool, seperti Chelsea.”

“Mereka adalah kandidat yang lebih mungkin berada di sana daripada kami.”

“Tetapi kami bersaing dengan fantastis. Kami akan rendah hati, Masih ada 20 pertandingan yang harus dilakoni,” pungkasnya.

Ujian berikutnya bagi kapasitas Aston Villa sebagai calon juara langsung tersaji di depan mata.

Pada pertandingan berikutnya di pekan ke-19, Selasa (30/12/2025), Villa akan menghadapi Arsenal di Emirates Stadium.

Apabila mampu meneruskan rentetan kemenangan, klub yang terakhir kali meraih gelar juara Divisi Utama Liga Inggris pada 1980-1981 ini bakal menyamai raihan poin Arsenal sekaligus mungkin menjadi pemimpin klasemen.

Pos terkait