Krakatau Steel Pinjam Rp4,9 T dari Danantara, Apa Tujuannya?

Jakarta, IDN Times– PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menerima pinjaman dari pemegang saham (shareholder loan) milik PT Danantara Asset Management (DAM) dengan jumlah maksimal sebesar Rp4,9 triliun atau setara 295 juta dolar Amerika Serikat (AS). Pinjaman ini direncanakan akan digunakan untuk proses restrukturisasi guna memperbaiki kondisi perusahaan.

Mengutip informasi yang diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs resminya, dana pinjaman tersebut terdiri dari Rp4,182 triliun yang digunakan untuk modal kerja dan sebesar Rp752,805 miliar yang dialokasikan untuk program efisiensi.

Bacaan Lainnya

1. Penjelasan penggunaan dana pinjaman

Untuk modal kerja, dana pinjaman sebesar Rp4,182 triliun tersebut akan digunakan oleh KRAS dalam pembelian bahan baku pabrik Hot Strip Mill (HSM) dan pabrik Cold Roiled Coil (CRM), serta membantu memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik pipa.

Di sisi lain, dana pinjaman yang tersisa sebesar Rp752,805 miliar dialokasikan untuk program efisiensi dengan pelaksanaan Program Golden Handshake (GHS) serta program pemulihan Dana Pensiun Krakatau Steel melalui mekanisme Lump Sum Window (LSW).

“Transaksi ini sangat penting bagi perusahaan untuk mendukung pemulihan bisnis baja setelah penyelesaian perbaikan HSM serta memastikan kelangsungan program restrukturisasi utang yang telah efektif sejak Oktober 2025. Dukungan pendanaan ini sangat vital agar aktivitas operasional dapat berjalan secara optimal sesuai rencana,” tulis manajemen KRAS, dikutip Jumat (26/12/2025). “Kegiatan transaksi ini sangat diperlukan oleh perusahaan guna mendukung pemulihan bisnis baja setelah selesainya perbaikan HSM serta menjaga kelanjutan program restrukturisasi utang yang sudah efektif pada Oktober 2025. Bantuan pendanaan ini menjadi sangat penting agar operasional dapat berjalan dengan baik sesuai rencana,” tulis manajemen KRAS, dikutip Jumat (26/12/2025). “Transaksi ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam mendukung pemulihan bisnis baja pasca penyelesaian perbaikan HSM dan menjaga kelangsungan program restrukturisasi utang yang telah berjalan efektif sejak Oktober 2025. Pendanaan ini menjadi sangat krusial agar kegiatan operasional bisa berjalan optimal sesuai rencana,” tulis manajemen KRAS, dikutip Jumat (26/12/2025).

2. Latar belakang peminjaman KRAS ke DAM

Salah satu faktor yang mendorong pinjaman KRAS dari DAM adalah pemenuhan kebutuhan modal kerja agar bisnis perusahaan tetap berjalan. Krakatau Steel, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Industri Logam Dasar Besi dan Baja, sangat bergantung pada operasi pabrik Hot Strip Mill (HSM).

Meskipun perusahaan telah melakukan berbagai langkah penyesuaian pada tahun 2019 dan 2024, operasional KRAS hingga saat ini masih belum mencapai tingkat kinerja yang maksimal.

“Memperhatikan kondisi dan kebutuhan yang ada, perusahaan membutuhkan bantuan pendanaan dari DAM berupa Pinjaman Pemegang Saham guna menunjang kelangsungan serta stabilitas operasional perusahaan,” kata manajemen KRAS.

Dengan adanya pendanaan melalui Pinjaman Pemegang Saham, perusahaan akan memiliki likuiditas yang lebih baik sehingga dapat menjalankan aktivitas operasional secara lebih efisien.

3. Menurunkan ketergantungan industri hilir terhadap baja yang diimpor

Keadaan ini diharapkan memberikan dampak langsung terhadap pengurangan biaya produksi serta peningkatan daya saing produk perusahaan.

Selain itu, KRAS mampu meningkatkan volume produksi dan penjualan, yang pada akhirnya berkontribusi pada penguatan kemampuan industri baja dalam negeri serta mengurangi ketergantungan industri hilir terhadap baja impor.

“Di samping itu, kenaikan penjualan perusahaan juga membantu memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk turunan baja yang digunakan dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia, serta selaras dengan program prioritas pemerintah dalam percepatan hilirisasi industri,” tulis manajemen KRAS.

Danantara Pastikan Pemenuhan Modal ke Krakatau Steel dalam Proses Penyelesaian

Pos terkait