
PIKIRAN RAKYAT–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan kekhawatirannya setelah mencatat tiga operasi tangkap tangan (OTT) berturut-turut di berbagai wilayah, yaitu Banten, Kabupaten Bekasi, dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Bahkan, dari operasi diam-diam tersebut, terdapat seorang jaksa yang ikut ditangkap.
Kepala Biro Humas KPK Budi Prasetyo menyatakan, rangkaian tindakan tersebut menunjukkan bahwa tindak pidana korupsi masih sering terjadi. Terlebih lagi, yang terlibat adalah pihak-pihak yang seharusnya menjadi pelaku utama dalam penegakan hukum.
“Beberapa hari terakhir, KPK secara berurutan melakukan operasi penangkapan di tiga daerah, yaitu Banten, Bekasi, dan wilayah Kalimantan Selatan. Tentu hal ini menimbulkan kekhawatiran kita semua karena ternyata tindak pidana korupsi masih sering terjadi,” kata Budi kepada wartawan, Jumat, 19 Desember 2025.
Keberadaan aparat penegak hukum yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan menunjukkan adanya masalah besar terkait integritas. Karena mereka diberi tanggung jawab dan wewenang oleh negara untuk melayani rakyat.
“Pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyelenggaraan negara maupun dari lembaga penegak hukum, yakni pihak-pihak yang diberi tanggung jawab dan wewenang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Budi.
Korupsi Rugikan Masyarakat
Selanjutnya, Budi mengatakan, dalam setiap tindakan korupsi, masyarakat selalu menjadi pihak yang paling merugi. Oleh karena itu, KPK berpendapat bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat hanya bergantung pada penindakan saja.
“KPK pasti akan mengintegrasikan berbagai upaya pencegahan serta pendidikan anti-korupsi,” kata Budi.
KPK memastikan tidak akan mengendur dalam menyelesaikan perkara-perkara yang sedang berlangsung. Lembaga anti-korupsi menegaskan komitmennya untuk terus bergerak dalam penindakan maupun pencegahan.
“Maka dari itu KPK meminta dukungan masyarakat dan khususnya rekan-rekan jurnalis, karena negara tidak boleh kalah dari korupsi,” ujar Budi.
2 Orang Terjaring Operasi Tangkap Tangan di Kalimantan Selatan, Termasuk Kepala Kejaksaan dan Kasi Intel
Orang-orang yang tertangkap tangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, pada Jumat pagi, 19 Desember 2025.
Mereka merupakan pegawai di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara, yaitu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) HSU dan Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari HSU.
“Pagi ini pihak yang ditahan dalam operasi penangkapan di wilayah Kalimantan Selatan tiba di gedung Merah Putih KPK, termasuk 2 orang dari Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Jumat 19 Desember 2025.
Menurut Budi, pihak-pihak yang ditahan langsung diwawancarai secara mendalam oleh penyidik. Dugaan awal terkait kasus ini adalah tindakan pemerasan.
“Pihak-pihak tersebut akan menjalani pemeriksaan yang lebih mendalam, dengan dugaan awal terkait tindakan pemerasan,” kata Budi.
