Konser Slank di Bali sumbang Rp500 juta untuk korban banjir Sumatra

, DENPASAR – Konser Slank di Bali sukses mengumpulkan dana sebesar Rp500 juta yang akan disumbangkan ke korban bencana di Pulau Sumatra.

CEO Surya Grup Muhammad Suryo menjelaskan seluruh keuntungan konser akan diserahkan kepada korban banjir dan tanah longsor di Sumatra. “Terimakasih warga Bali Alhamdulillah malam ini kita mendapat Rp500 juta untuk kita sumbangkan,” ujar Surya, Minggu (28/12).

Bacaan Lainnya

Sementara itu, bantuan yang dimotori HS untuk Sumatra masih berlangsung melalui lelang Vespa milik Kaka dan gitar bass milik Ivanka. Proses lelang melalui akun instagram milik HS.

Suryo mengucapkan terimakasih kepada ribuan Slankers yang memadati Pantai Mertasari, Denpasar. Hujan deras yang melanda Denpasar sejak pagi tidak menyurutkan antusiasme Slankers untuk menonton konser sekaligus merayakan ulang tahun Slank ke 42.

Kemeriahan penonton pun disambut Slank dengan suka cita. Membawakan 18 lagu andalan, Slank menggebrak dengan aksi panggung yang menawan. Kaka, sang vokalis Slank naik ke panggung dengan mengendarai Vespa diiringi gebukan drum Bimbim. Lagu I Miss U But I Hate U menjadi pembuka.

“Slank lagi kolaborasi sama HS, semoga kolaborasi ini bisa dinikmati teman-teman semuanya,” kata Kaka 

Aksi panggung anak-anak Gang Potlot yang digawangi Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho dan Ivanka itu berhasil membuat ribuan penonton bersuka cita. Mereka yang datang dari berbagai daerah di Indonesia hanyut dalam lantunan lagu-lagu andalan seperti Virus, Ku Tak Bisa, Seperti Para Koruptor, Mawar Merah, Lembah Baliem dan hits andalan Slank lainnya.

Suasana juga sempat haru ketika layar memunculkan kembali memory Bunda Iffet, sosok penting bagi Slank dan Slankers. “Tahun ini tahun terberat, saya tiap malam tahajud masih saja nangis. April lalu kami kehilangan Bunda Iffet. Malam ini kita mengenang Bunda Iffet di surga,” ucap Bimbim.

Suasana haru juga terjadi ketika para personel Slank mengajak ribuan penonton untuk menundukkan kepala seraya berdoa untuk korban bencana di Sumatra.

“Banyak bencana di Indonesia. Malam ini, kita menundukkan kepala sejenak dan berdoa buat teman-teman, saudara kita di Sumatra. Di Aceh, Sumut dan Sumbar,” kata Bimbim memimpin doa.

Ribuan penonton kemudian hening dan memanjatkan doa. Sementara di layar LED, foto-foto korban bencana Sumatra. Lagu Solidaritas kemudian berkumandang, sebagai bentuk dukungan pada bencana korban Sumatra dan di seluruh Indonesia.

Tak cukup itu, Slank juga menunjukkan semangat perlawanan melalui Bimbim yang menyentil para pelaku perusakan alam sebelum lagu Lembah Baliem. 

“Lagu ini bercerita soal kerakusan umat manusia terhadap alam yang dieksploitasi secara berlebihan. Hingga akibatnya, di mana-mana hari ini terjadi bencana,” katanya.

Pos terkait