Konser 100 Musisi Bantu Korban Bencana Sumatra Kumpulkan Rp17 Miliar

, JAKARTA – Berhasilnya konser pertama di T Space Bintaro, Konser 100 Musisi Heal Sumatra yang kedua kembali diadakan di Avenue of the Stars, Lippo Mall Kemang pada 16 Desember 2025.

Konser amal ini melibatkan para musisi dari berbagai kalangan dan genre. Kegiatan tersebut bukanlah akhir, tetapi pernyataan bahwa rasa solidaritas tidak berhenti di atas panggung.

Bacaan Lainnya

Gerakan tersebut secara resmi diakui sebagai inisiatif kemanusiaan yang berkelanjutan dan akan terus bergerak hingga proses pemulihan Sumatera selesai, serta siap hadir kembali jika terjadi bencana serupa di masa depan.

Di tengah kondisi bencana hidrologis yang semakin sering terjadi di Indonesia, para musisi dari berbagai generasi bersama masyarakat memutuskan untuk tidak menjadikan kepedulian sebagai peristiwa sementara.

Sampai konser kedua berakhir, jumlah donasi yang telah terkumpul mencapai Rp17.094.300.275 (pukul 22.00 WIB, Selasa, 16 Desember 2025) dan kegiatan pengumpulan dana tetap berlangsung hingga kondisi para korban benar-benar pulih.

Dana yang terkumpul meliputi bantuan berupa uang tunai dan sebagian bantuan barang, dengan komitmen masing-masing sebesar Rp1 miliar dari setiap perusahaan.

Dukungan tersebut datang dari BNI, BRI, Mandiri, BSI, BTN, Telkomsel, Pertamina, PLN, dan sejumlah lainnya. Komitmen ini merupakan bentuk nyata kebersamaan dan kerja sama antar BUMN dalam mendukung upaya kemanusiaan serta mempercepat pemulihan bagi masyarakat yang terkena dampak.

Ikang Fawzi, mewakili para musisi dari era 80-an yang terlibat, menekankan hubungan saling menguntungkan antara musisi dengan masyarakat.

“Kita semua adalah manusia. Apa yang terjadi hari ini merupakan bentuk apresiasi masyarakat terhadap musisi, dan sebaliknya. Hubungan antara musisi dengan masyarakat sangat luar biasa, dan pada momen seperti ini, hubungan tersebut terasa sangat jelas,” ujar Ikang Fawzi.

Dari era tahun 90-an, Armand Maulana, yang juga merupakan vokalis dari band GIGI, memandang musik sebagai alat yang memiliki daya sosial yang khas dan mampu beradaptasi dalam situasi krisis.

“Musik memiliki keunikan yang luar biasa, sangat berdampak, dan mungkin paling fleksibel. Dampak yang dimiliki musisi terhadap pendengarnya sangat besar. Oleh karena itu, saya bersama para pendiri, mengajak para musisi yang telah lama berkarya untuk bergabung dan bergerak bersama, bukan hanya tampil, tetapi hadir secara nyata,” ujar Armand Maulana.

Seluruh sumbangan yang terkumpul didistribusikan berdasarkan model distribusi yang mengutamakan kebutuhan, dengan data lapangan menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas bantuan.

Lingkup bantuan mencakup penyediaan air minum dan fasilitas sanitasi, logistik makanan serta non-makanan, layanan kesehatan darurat, obat-obatan, hingga bantuan psikologis bagi para korban.

Pos terkait