Kisah Mistis Siswa SMP Selamat Usai Terjun dari 70 Meter di Bali

bali., BADUNG – Percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang pelajar SMP berinisial Ni Komang S, 13, asal Desa Belok Sidan, Petang, Badung, Bali, di Jembatan Tukad Ngongkong, Desa Pelaga, Selasa (16/12) kemarin menyisakan kisah ajaib.

Perempuan 13 tahun yang diduga mengalami depresi setelah menjadi korban bullying di sekolah, ditemukan selamat, hanya dalam keadaan lemas di bawah jembatan setelah terjun dari ketinggian 70 meter.

Bacaan Lainnya

Secara fisik korban hanya mengalami luka lecet pada bagian kelopak mata kanan, pipi kanan dan paha kiri.

Korban juga bisa bicara seusai mendapat perawatan tim medis Puskesmas Petang, Badung, Bali.

Meski secara fisik sehat walafit, tim medis menyarankan orang tua korban melakukan konsultasi ke psikiater untuk mengetahui kondisi anaknya.

“Pengakuan korban nekat melompat ke Jembatan Tukad Ngongkong karena malu dengan teman-temannya di sekolah.

Korban sering jadi korban bullying setelah videonya bersama pacar beredar,” ujar Ps Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti kepada awak media.

Kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini, salah satunya adalah orang tua korban.

Ayah korban, I Wayan Ranten, 40, mengaku sempat melaporkan kehilangan anak perempuannya ke Polsek Petang.

Pasalnya, sejak berangkat ke sekolah, Senin (15/12) lalu, anaknya tidak kunjung pulang.

Ni Komang S pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor Beat Dk 5660 FBC.

Orang tua korban sebenarnya sudah memulai pencarian sejak malam Senin.

Pukul 22.00 WITA pada malam Senin, orang tua Ni Komang S mendapatkan kabar bahwa sepeda motor korban ditemukan di Jembatan Tukad Ngongkong.

Hanya saja usaha pencarian korban di lokasi kejadian (TKP) pada saat itu tidak membuahkan hasil.

Temuan korban terbaru terungkap setelah saksi Ketut Sujana pergi ke lokasi pengambilan air minum yang berada di bawah Jembatan Tukad Ngongkong, Selasa (16/12) kemarin pukul 11.30 WITA.

Baru beberapa menit turun ke bawah jembatan, saksi mendengar suara samar-samar minta tolong sebanyak tiga kali.

Untuk memastikan ada suara manusia minta tolong, saksi meminta tolong orang yang kebetulan lewat di TKP.

Kedua saksi lalu mengecek ke sumber suara dan ternyata benar ada ada suara minta tolong.

Mereka lalu menghubungi Bhabinkamtibmas dan meneruskannya ke Polsek Petang untuk mendapatkan bantuan.

Pukul 14.10 WITA, tim SAR gabungan menurunkan personel dengan teknik lowering menuju lokasi korban berada.

Setelah berjibaku hampir satu jam, remaja perempuan tersebut berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.02 WITA.

Korban lalu dibawa naik ke atas dalam kondisi sadar, tetapi tampak lemas dan mengalami luka di dekat pelipis mata.

Korban Ni Komang S segera dibawa ke Puskesmas Petang menggunakan ambulans guna menerima pengobatan.(lia/JPNN)

Pos terkait