Kepala Babi Ditemukan di Pemakaman Muslim Pasca Serangan di Sydney

Jakarta, IDN Times– Beberapa kepala babi ditemukan di lokasi pemakaman Muslim di wilayah barat daya Sydney, Australia. Peristiwa vandalisme ini terjadi setelah insiden penembakan massal di Pantai Bondi pada hari Minggu (14/12/2025), yang mengakibatkan kematian 15 orang dan cedera pada puluhan orang lainnya.

Di dalam video yang beredar, kepala dan bagian tubuh babi terlihat ditinggalkan dekat pintu masuk area pemakaman Muslim di kawasan Narellan. Polisi menyatakan bahwa mereka menerima laporan mengenai penemuan bangkai hewan tersebut pada hari Senin (15/12/2025) sekitar pukul 06.00 pagi.

Bacaan Lainnya

Petugas tiba di lokasi dan menemukan beberapa kepala babi di tempat kejadian. Polisi segera memulai penyelidikan terkait kejadian tersebut. Kepala-kepala babi itu kini telah dikumpulkan dan dibuang dengan cara yang sesuai,” demikian pernyataan dari pihak kepolisian.

1. Pengurus jenazah Muslim di Australia mengecam tindakan tersebut

Tokoh pemimpin jasa pemakaman Muslim terkenal di Australia, Ahmad Hraichie, mengutuk tindakan vandalisme di tempat pemakaman tersebut, menyebutnya sebagai perbuatan yang tidak rasional dan penuh dengan permusuhan.

“Bagi siapa pun yang melakukan hal ini: Anda tidak membuktikan apa pun selain kebencian. Anda bukan jawaban dari masalah apa pun — justru Anda adalah bagian dari masalah tersebut,” tulisnya di Instagram. Ia menambahkan bahwa tindakan itu hanya akan memicu kemarahan, rasa sakit, dan perpecahan.

Dilansir dari The Guardian, Asosiasi Muslim Lebanon memperoleh tanah pemakaman di kompleks Gereja Anglikan St. Thomas pada tahun 2008 guna mengatasi keterbatasan ruang pemakaman.

2. Tokoh-tokoh Muslim di Sydney tidak memandang pelaku sebagai bagian dari agama Islam

Serangan yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, pada hari Minggu menargetkan individu-individu Yahudi yang sedang merayakan Hanukkah. Paling sedikit 15 orang meninggal dunia, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun. Di sisi lain, 25 korban cedera masih dirawat di rumah sakit, dengan enam di antaranya dalam kondisi kritis. Usia para korban berkisar antara 10 hingga 98 tahun.

Salah satu pelaku, Sajid Akram, berusia 50 tahun, tewas ditembak oleh aparat kepolisian. Putranya yang berusia 24 tahun, Naveed Akram, juga terkena tembakan dan kini sedang dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Tokoh Muslim terkenal di Sydney, Jamal Rifi, menyatakan bahwa komunitasnya tidak memandang pelaku sebagai bagian dari agama Islam.

“Perbuatan mereka sama sekali tidak kami setujui dan telah menewaskan warga sipil yang tidak bersalah. Kami memahami dalam kitab kami, membunuh seorang warga sipil yang tak bersalah setara dengan membunuh seluruh umat manusia,” katanya, dilaporkan dariThe Daily Mail.

3. Pelaku diungkapkan terinspirasi oleh kelompok ISIS

Dilansir dari Al Jazeera, polisi Australia pada Selasa (16/12/2025) menyatakan bahwa pelaku terinspirasi oleh kelompok ISIL (ISIS). Polisi juga membenarkan bahwa dua bendera Islamic State yang dibuat sendiri ditemukan di dalam kendaraan mereka, beserta alat peledak sederhana.

“Indikasi awal mengarah pada tindakan teror yang dipengaruhi oleh Islamic State, yang diduga dilakukan oleh seorang ayah dan anak. Ini adalah dugaan tindakan individu yang berada di bawah pengaruh organisasi teroris, bukan tindakan yang berkaitan dengan agama,” kata Komisaris Polisi Federal Australia, Krissy Barrett, dalam konferensi pers.

Kepolisian saat ini juga sedang menyelidiki perjalanan yang dilakukan kedua tersangka ke Filipina beberapa bulan lalu. Kelompok bersenjata yang terkait dengan ISIL diketahui beroperasi di berbagai wilayah Filipina, khususnya di bagian selatan negara tersebut. Meskipun kekuatan mereka telah mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok ini masih bertahan dalam bentuk sel-sel kecil di pulau Mindanao bagian selatan.

Kekuatan Solidaritas, Warga Sydney Menyumbangkan Darah untuk Korban Penembakan Aksi Berani Ahmed, Pedagang Buah Adang yang Menembak di Sydney Mendapat Pujian Indonesia Menyesali Keras Serangan terhadap Komunitas Yahudi di Pantai Bondi Sydney

Pos terkait