Warta Bulukumba– Harapan muncul sejenak—saat Jens Raven mencetak gol keduanya di menit 90+5. Teriakan pemain Indonesia terdengar menggema di malam Chiang Mai, menghidupkan harapan yang sempat memudar setelah gol cepat Myanmar. Namun, meskipun kemenangan 3-1 diraih, hal itu tidak cukup untuk membawa Garuda Muda melangkah ke semifinal.
Pertandingan berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, pada malam Jumat waktu setempat. Ini merupakan laga terakhir Grup C cabang sepak bola putra SEA Games 2025, di mana Timnas Indonesia U 22 membutuhkan kemenangan besar agar bisa melaju sebagai runner-up terbaik. Myanmar lebih dulu unggul melalui gol Min Maw Oo, namun Indonesia mampu membalikkan situasi dengan gol Toni Firmansyah dan dua gol Jens Raven.
Indonesia menang, tampil lebih unggul, menghasilkan banyak kesempatan, dan bangkit dengan semangat yang kuat. Namun nasib dalam turnamen tidak selalu menguntungkan tim yang bermain lebih baik. Kemampuan mencetak gol menjadi penghalang terakhir.
Myanmar seimbang dalam pertandingan Timnas Indonesia U-22
Indonesia langsung mempercepat permainan sejak menit pertama. Tembakan Toni Firmansyah dari dalam kotak penalti masih meleset. Kesempatan berikutnya datang melalui sundulan Kadek Arel, namun bola juga belum mengarah ke target yang tepat.
Myanmar kemudian merespons dengan dingin. Pada menit ke-29, Min Maw Oo melepaskan tembakan tepat dari luar kotak penalti—bola meluncur cepat dan tidak bisa dihentikan oleh Cahya Supriadi. Skor menjadi 0-1 untuk Myanmar.
Indonesia berusaha bangkit. Mauro Zijlstra dua kali hampir menyamakan skor—pertama bola meleset sedikit, dan kedua gagal masuk gawang. Serangan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-45 ketika kiper Myanmar Hein Htet Soe melakukan kesalahan besar, yang langsung dimanfaatkan Toni Firmansyah. Skor 1-1 mengakhiri babak pertama.
Meskipun menang, Timnas Indonesia tidak berhasil mengejar ketertinggalan gol
Setelah beristirahat sejenak, Indonesia kembali menguasai permainan. tendangan Kadek Arel melesat, kemudian Donny Tri Pamungkas memaksa penjaga gawang Myanmar melakukan penyelamatan. Myanmar tidak tinggal diam—tembakan kapten Zaw Win Thein sempat mengancam gawang Indonesia.
Peluang emas Indonesia kembali muncul melalui sundulan Arel dari umpan jauh Robi Darwis, tetapi kembali ditangkis Hein Htet Soe.
Pada menit ke-89, impian Indonesia bersemi. Umpan sempurna Muhammad Ferrari diselesaikan dengan tenang oleh Jens Raven, yang membawa Indonesia unggul 2-1. Ketika pertandingan memasuki masa tambahan, Raven kembali mencetak gol—mengubah skor menjadi 3-1.
Sayangnya, meskipun menang dengan skor 2-0, Indonesia tetap berada di posisi kedua Grup C dan tidak berhasil menjadi runner-up terbaik. Malaysia unggul dalam produktivitas gol (4-3), sehingga Indonesia harus gugur meski tampil luar biasa dalam pertandingan terakhir.
Susunan pemain
Indonesia U-23
Cahya Supriadi;
Muhammad Ferrari, Kadek Arel Priyatna, Dion Markx;
Raka Cahyana, Rivaldo Pakpahan, Ivar Jenner, Donny Tri Pamungkas;
Rayhan Hannan, Mauro Zijlstra, Rafael Struick.
Myanmar U-23
Hein Htet Soe;
Kaung Htet Paing, Phyo Pyae Sone, Myat Phone Khant, Mar Ti No;
Moe Swe, Zaw Win Thein, Thurain Tun;
Bercahaya Wanna Aung, Swan Htet, Min Maw Oo.
Indonesia telah memberikan segalanya: tekad, intensitas, hingga gol-gol di menit akhir. Namun sepak bola selalu menyisakan ruang untuk kejutan. Terkadang kemenangan saja tidak cukup—dan di Chiang Mai, perbedaan satu gol memisahkan Indonesia dari babak semifinal.
