Kekhawatiran kita, narkoba menargetkan anak di bawah umur melalui game baru

PR SURABAYA– Badan Narkotika Nasional Jawa Timur pada tahun 2025 berupaya meningkatkan efektivitas dalam penanganan narkotika dengan fokus pada pembentukan kampung “Bersinar”.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol Budi Mulyanto, S.I.K, MH, yang menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan, pencegahan, penindakan, serta rehabilitasi kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dalam hal pencegahan, penindakan, dan rehabilitasi, pihaknya telah berupaya menyediakan layanan pemulihan bagi para korban penyalahgunaan narkotika dengan pendekatan yang menyeluruh, baik secara sukarela yang terdiri dari 404 orang maupun wajib yang berjumlah 437 orang.

Maka sepanjang tahun 2025, BNNP Jatim dan jajarannya menerima sebanyak 841 orang untuk rehabilitasi.

Dan jika dilihat dari segi usia, laki-laki di bawah 18 tahun berjumlah 228 orang sedangkan perempuan di bawah 18 tahun sebanyak 17 orang.

“Ini menjadi kekhawatiran kita bagaimana mereka bisa terlibat dalam dunia narkoba,” tambahnya pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Seperti yang pernah kita lakukan di Jalan Kunti, kini Badan Narkoba Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali melakukan penggerebekan besar-besaran di Jalan Kunti, Surabaya.

Di sana pihak berwenang berhasil mencegah peredaran narkoba yang ditujukan kepada anak-anak sekolah. Dalam operasi tersebut, 15 siswa SMP di Surabaya diketahui positif menggunakan narkoba.

Barang bukti yang diamankan meliputi 230 paket narkotika jenis sabu, 222 butir pil ekstasi, 22 pil berwarna hijau, 29 pil berwarna oranye, 10 pil alprazolam, serta 14 kantong sabu dengan berat total 6,32 gram.

Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol. Budi Mulyanto, mengungkapkan bahwa operasi ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada rehabilitasi sosial serta pendekatan yang lebih manusiawi.

Dari sini ditemukan 15 siswa yang positif, dan akan dialihkan untuk menjalani proses rehabilitasi, baik secara medis maupun sosial.

BNNP Jawa Timur bekerja sama dengan Pemkot Surabaya dalam menyelenggarakan program pemberdayaan ekonomi bagi mantan pengguna narkoba. Selain itu, mereka juga memberikan pelatihan yang mencakup keterampilan bengkel, pertanian, dan perikanan guna membantu mereka memiliki masa depan yang lebih jelas.

Semua ini berlanjut Budi, berapa faktor anak-anak dan perempuan di Jawa Timur menjadi sasaran narkoba.

Beberapa hal yang menyebabkan anak-anak dan perempuan menjadi sasaran narkoba adalah:

Pertama, anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang tidak seimbang atau mengalami masalah dalam keluarga lebih mudah terpapar narkoba.

Dua faktor psikologis yang menyebabkan anak-anak yang mengalami tekanan emosional, depresi, atau gangguan kecemasan lebih mudah terjerumus pada penggunaan narkoba sebagai cara untuk melarikan diri.

Tiga anak dari orang tua yang memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba lebih rentan terpapar.

Di tahun 2025, muncul metode baru yang digunakan oleh para pengedar narkoba yaitu melalui permainan game. BNNP Jatim telah melakukan pencegahan dini serta melakukan penyelidikan terhadap beberapa game yang diduga menjadi modus terbaru.

“Kami telah memahami beberapa permainan yang diatur oleh bandar dalam menyebarkan narkoba,” katanya.

Namun, Kepala BNNP Jatim tidak ingin menyebutkan jenis permainan apa dan transaksi seperti apa, menurutnya hal tersebut sudah diketahui oleh penyidik BNNP Jatim.

Tidak hanya itu, BNNP Jatim menurut Budi, dalam pemberantasan dan intelijen pada tahun 2025 tidak hanya menggunakan cara konvensional untuk mengungkap sindikat narkoba.

Namun, hal ini juga memerlukan pendekatan lintas sektor yang berbasis teknologi serta penguatan masyarakat dari hulu hingga hilir, dengan penggunaan alat x Ray di pelabuhan penting.

Sebagai langkah pencegahan dini beredarnya narkoba melalui jalur logistik dan distribusi, serta pentingnya memanfaatkan satuan K9 anjing pelacak yang beroperasi secara aktif di pelabuhan, terminal, dan area kargo untuk meningkatkan keefektifan dalam mengungkap narkotika yang disembunyikan dengan berbagai cara.

Sementara itu, dalam hal rehabilitasi, pihaknya menghadirkan Re-Link yang merupakan teknologi informasi yang mengintegrasikan layanan kesehatan primer dan sistem peringatan dini sekaligus berfungsi sebagai media edukasi dan informasi bagi masyarakat, khususnya wilayah yang sulit dijangkau.

Pos terkait