Kekerasan Meningkat, Guatemala Darurat

Jakarta, IDN Times – Presiden Guatemala, Bernardo Arevalo mengumumkan keadaan darurat akibat peningkatan tindakan kekerasan di berbagai daerah. Tindakan ini dilakukan guna melindungi warga dari ancaman serangan kelompok kriminal.

“Kami berada di masa yang sangat kritis, khususnya di Departemen Solola dan beberapa daerah lain di Guatemala. Kelompok kriminal yang melakukan pemerasan dan penyelundupan narkoba merupakan ancaman besar bagi masyarakat,” katanya, dilaporkan dariABC News, Senin (15/12/2025).

Bacaan Lainnya

Minggu lalu, Meksiko dan Guatemala sepakat melakukan operasi bersama di perbatasan. Tindakan ini dilakukan guna menghadapi Kartel Sinaloa serta beberapa kelompok kriminal lainnya di perbatasan Meksiko-Guatemala.

1. Lima orang meninggal pada akhir pekan

Menteri Dalam Negeri Guatemala, Marco Antonio Villeda menyatakan bahwa pemberlakuan keadaan darurat ini dilakukan setelah terjadinya serangan di wilayah Nahuala dan Santa Catarina Ixtahuacan. Serangan yang terjadi di bagian barat Guatemala tersebut menyebabkan lima orang meninggal dunia.

Insiden ini diduga merupakan kelanjutan dari serangan yang terjadi pekan lalu pada hari Kamis, ketika kelompok bersenjata menyerang pos militer. Namun, serangan tersebut tidak disebabkan oleh perselisihan antarwarga di kedua wilayah tersebut.

“Pada kasus ini, tidak terjadi serangan antarwarga dari Nahuala dan Santa Catarina Ixtahuacan. Ini merupakan serangan yang ditujukan secara sengaja dan spesifik terhadap pos militer,” jelasnya.

2. Status darurat ditetapkan selama 15 hari

Pemerintah Guatemala mengumumkan keadaan darurat di dua wilayah tersebut selama 15 hari mendatang. Dengan kebijakan ini, kegiatan masyarakat, termasuk pertemuan dan unjuk rasa, akan terbatas di kawasan tersebut.

Dilansir The Tico Times, Arevalo mengatakan, kekerasan di wilayah tersebut dipicu oleh aktivitas kelompok kriminal. Mereka disebut sengaja menentang tentara Guatemala agar ditarik dari daerah tersebut.

“Kelompok kriminal tersebut berkeinginan menguasai seluruh wilayah dan dapat bekerja tanpa batasan. Mereka terus melakukan aksi dengan memeras penduduk serta menjalankan kegiatan ilegal lainnya,” katanya.

3. Guatemala tergolong dalam 20 negara paling berbahaya di dunia

Guatemala merupakan salah satu dari 20 negara paling berbahaya di dunia. Berdasarkan data dari organisasi nirlaba, Armed Conflict Location & Event Data (ACLED), Guatemala menempati peringkat ke-17 sebagai negara paling berbahaya dan masuk dalam kategori konflik.

Dilansir La Hora,Pada tahun 2024, Guatemala berada di peringkat ke-35 sebagai negara paling berbahaya. Kini, posisinya turun drastis sebanyak 18 tingkat akibat lebih dari 200 ribu laporan kekerasan yang dilaporkan di Guatemala.

Penurunan posisi ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kekerasan politik dan kriminal di Guatemala. Mayoritas kejadian kekerasan di negara tersebut terjadi di perbatasan Meksiko akibat aktivitas kartel narkoba serta pembunuhan terhadap wali kota Masagua.

Operasi Bersama Meksiko dan Guatemala Melawan Kartel Sinaloa Wali Kota di Guatemala Tewas Ditembak Saat Menghadiri Acara Natal Guatemala Meminta Amerika Serikat Bantu Menangkap 20 Anggota Geng yang Melarikan Diri

Pos terkait