, BOYOLALI –Warga Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali dihebohkan oleh kasus inses. Seorang remaja dilaporkan telah melakukan hubungan seksual dengan dua saudara kandungnya sendiri.
Berdasarkan keterangan penduduk setempat, salah satu korban saat ini sedang dalam keadaan hamil.
Perbuatan tidak terpuji saudara tertua terhadap dua saudara kandungnya telah berlangsung sekitar lima bulan yang lalu.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Polres Boyolali.
Selanjutnya, para korban mendapatkan bantuan dari Pemkab Boyolali.
Kondisi dua anak di bawah umur yang tinggal di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, yang menjadi korban pemerkosaan oleh saudara kandungnya, mulai menunjukkan perbaikan yang positif.
Meskipun masih mendapatkan bimbingan yang intensif, salah satu korban mengungkapkan keinginan untuk tetap melanjutkan pendidikannya.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina menyampaikan, keadaan psikologis Y (13), adik kedua pelaku, saat ini cukup stabil.
Ia masih memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikannya meskipun mengalami peristiwa yang traumatis.
Sementara itu, kakak tertua pelaku X (15) mulai menerima keadaannya, meskipun saat ini diketahui sedang hamil akibat kejadian tersebut.
“Tetapi yang pertama memang dalam keadaan seperti itu (hamil), sudah bisa menerima,” ujar Ratri sebagaimana dilaporkan dariTribunSolo.com, Selasa (23/12/2025).
Namun, Ratri menegaskan bahwa bimbingan psikologis tetap dilakukan guna membantu pemulihan trauma kedua korban.
“Masih ada (rasa trauma) tetapi seberapa besar dampaknya itu yang terus kami pantau,” katanya.
Penyelesaian masalah ini dilakukan secara menyeluruh bersama berbagai dinas yang berkaitan.
DP2KBP3A terus berkoordinasi dengan keluarga untuk menentukan tindakan terbaik guna masa depan dua remaja tersebut.
Salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan adalah mengirim Y ke luar daerah agar korban bisa mendapatkan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan nyaman.
“Intinya, para korban tersebut kami lindungi karena masih pelajar dan harus tetap melanjutkan pendidikannya,” katanya.
Sementara untuk X (15) yang diketahui telah berhenti sekolah, bimbingan difokuskan pada aspek sosial dan kemandirian ekonomi.
“Jika itu kami lebih fokus pada bimbingan sosial dan penguatan kemandirian sebagai perempuan,” tutup Ratri.
Beraksi saat Rumah Sepi
KS (19) tampaknya telah terbawa oleh hasrat. Warga Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali ini diduga telah melakukan hubungan intim dengan dua saudara kandungnya sendiri.
Perbuatan tidak senonoh dilakukan oleh KS terhadap X (15 tahun) dan Y (13 tahun) sejak 4 hingga 5 bulan yang lalu.
Bahkan muncul kecurigaan X sedang mengandung.
“Data dari masyarakat, sudah sejak 4-5 bulan,” ujar A, warga yang tidak ingin menyebutkan namanya pada Jumat (12/12/2025).
Ia mengungkapkan, berita mengejutkan tersebut telah menyebar di kalangan masyarakat.
Ternyata, pelaku adalah saudara kandung korban. Ia berani memperkosa dua adiknya saat rumah dalam keadaan sepi.
KS diduga berani memenuhi hasrat tercelanya saat orangtuanya pergi ke kebun.
Keduanya masih berusia SMP. Namun, yang pertama (X) memang tidak bersekolah.
“Sementara adiknya (Y) masih duduk di SMP,” tambahnya.
Kasus Masih Diselidiki
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra mengonfirmasi laporan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah awal penyelidikan setelah menerima laporan dari keluarga.
” Sampai saat ini, kasus telah diterima oleh Polres. Kami telah melakukan visum terhadap para korban,” ujar AKP Indrawan.
Ia menjelaskan, laporan dugaan perkawinan antar saudara dekat diterima oleh Polres Boyolali pada 9 Desember 2025.
Setelah laporan diterima, Unit PPA Satreskrim melanjutkan dengan pemeriksaan awal dan memberikan pendampingan kepada korban.
Kami masih menantikan hasil otopsi dan hingga saat ini proses masih dalam pemeriksaan.
“Kelak setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, kami akan mengumumkannya,” katanya.
AKP Indrawan belum mengungkapkan lebih lanjut mengenai motif serta urutan kejadian kasus tersebut.
Namun ia menegaskan bahwa terdapat petunjuk kuat mengenai hubungan darah dalam kasus ini.
“Masih dalam penyelidikan. Intinya memang ada keterkaitan secara darah,” tegasnya.
Polres Boyolali masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi dari keluarga dan warga sekitar.
Sementara itu, kedua korban mengunjungi Satuan Reskrim Polres Boyolali.
Kedua korban selanjutnya menghadap penyidik guna memberikan keterangan.(*)
Sumber TribunSolo.com
