Kapolda Papua Barat ungkap 106 personel lakukan pelanggaran disiplin, ada judol dan pinjol

MANOKWARI, – Ratusan personel Polda Papua Barat selama Tahun 2025 menghadapi berbagai masalah yang menyebabkan tindakan indisipliner oleh pimpinan. Di antaranya, terjerat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol).

Hal ini disampaikan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir saat pres rilis akhir tahun yang digelar di Gedung Arfak Convention hall Mapolda Selasa (30/12/2025).

Bacaan Lainnya

Kapolda mengatakan, selama Tahun 2025, ada 106 anggota Polda dan jajaran Polres yang melakukan pelanggaran disiplin.

Dengan rincian, di Polda sebanyak 11 personel, Polres Pegunungan Arfak sekitar 36 personel, Polresta Manokwari sebanyak 14 personel. Lalu, beberapa (Polres) dengan jumlah personel yang relatif sedikit.

“Contoh masalah yang dia buat sendiri ya main judi slot itu (judi online). Itu bolak-balik kita cek, main slot judi akhirnya pinjam di pinjol, ini masalah yang dia (anggota) datangkan sendiri,” kata Irjen Johnny Eddizon Isir.

Selain itu, menurut Johnny, ada tunggakan penuntasan penanganan perkara disiplin dan kode etik di Bidang Propam Polda Papua Barat Tahun 2024 sekitar 24 Perkara.

“Jadi, kalau di total perkara yang ditangani di Bid Propam ada 130 Perkara disiplin, sudah 115 perkara yang di selesaikan. Sedangkan 15 perkara sisa masih dalam proses sampai hari ini,” ujarnya.

“Satu keranjang apel tidak semuanya baik, ada juga yang busuk dan ini bagian dari tantangan bagi kami dalam membina personel karna personel punya kehidupan pribadi, sosial kehidupan keluarga,” kata Johnny lagi.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Papua Barat juga menyebut, telah berusaha meningkatkan pengawasan untuk mencegah adanya perbuatan indispliner yang terulang.

“Banyak faktor yang membuat kemudian personel ini ada yang melanggar ada faktor internal tapi juga faktor eksternal, lalu kita menguatkan di sisi pencegahan salah satunya mentorship kemudian penguatan waskap, kemudian ketika ada masalah dia tidak terbuka, lari-lari,” ujarnya.

Kapolda juga menyebut bahwa persoalan judi online menjadi perhatian dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dan juga Presiden Prabowo Subianto.

“Judi online harus kita berantas,” katanya.

Laporkan Website Judol ke Kementerian Komdigi

Oleh karena itu, Johnny menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menoleransi personelnya yang terlibat dalam perjudian, baik online maupun togel.

“Kita lebih dari 1.000 persen memberantas judi,” ujarnya lagi menegaskan.

Kapolda bahkan menyebut, sebanyak 1.500 website dilaporkan oleh Polda Papua Barat ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sekitar 1.500 website judi online kita laporkan ke Komdigi,” katanya

“Uangnya lari keluar, jadi biarlah itu jadi perhatian kita semua termasuk kawan-kawan pembuat regulator,” ujar Johnny lagi.

Pos terkait