Kandidat Presiden Barcelona Janjikan Datangkan Messi! Utang Klub Mungkin Bertambah

– Mendekati pemilihan presiden FC Barcelona yang masih sekitar satu tahun lagi, nama Lionel Messi kembali muncul. Kali ini bukan di lapangan hijau, melainkan di panggung politik klub.

Marc Ciria, kandidat terbaru dalam pemilihan presiden Blaugrana, mengungkapkan janji besar yang langsung menarik perhatian: ia bersedia melakukan segala yang diperlukan untuk mengembalikan Messi ke Camp Nou.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu segera memicu perdebatan di kalangan anggota dan penggemar. Messi bukan hanya legenda klub, tetapi juga simbol masa kejayaan Barcelona. Oleh karena itu, setiap pembicaraan mengenai kembalinya selalu menimbulkan reaksi kuat.

Barcelona Berangkat Menuju Pemilu Penting 2026

Klub Barcelona dijadwalkan mengadakan pemilihan ketua pada tahun 2026, dalam kondisi yang masih penuh dengan berbagai tantangan. Masalah finansial, konflik internal, serta kebutuhan mendesak untuk menentukan kembali arah organisasi menjadi latar belakang utama dari kompetisi ini.

Mengutip MARCA, Marc Ciria masuk dalam kompetisi yang telah diisi oleh nama-nama kuat seperti presiden incumbent Joan Laporta, Victor Font, dan Xavi Vilajoana.

“Pemilik usaha ini secara resmi meluncurkan platform kampanyenya, Moviment 42, dalam sebuah acara yang dihadiri sekitar 700 orang,” ujar Marca.

Melalui platform ini, Ciria menempatkan dirinya sebagai pilihan yang menekankan modernisasi klub, transparansi keuangan, serta peningkatan peran dan partisipasi anggota.

Barcelona Membutuhkan Messi?

Momen yang paling menarik perhatian terjadi saat sesi tanya jawab dengan anggota klub. Saat ditanyakan secara langsung mengenai Lionel Messi, Ciri menjawab dengan tegas.

“Pada tahun 2021 kami telah menyatakan bahwa dia adalah jembatan antar generasi terbaik dalam bidang olahraga dan penggerak ekonomi. Kami membutuhkan Leo Messi dan akan melakukan segala yang mungkin untuk mengembalikannya,” katanya.

Pernyataan tersebut bahkan diulang kembali dengan kalimat yang menjadi fokus utama kampanyenya.

Kami akan melakukan segala yang diperlukan agar Messi kembali ke Barcelona.

Namun, Ciria tidak menjelaskan secara rinci peran apa yang akan diemban Messi jika benar-benar kembali. Perkataannya lebih menekankan pada nilai simbolis dan institusional Messi, dibandingkan kontribusi teknisnya di lapangan.

Di usia 38 tahun, Messi baru saja mengakhiri perpanjangan kontrak selama tiga tahun dengan Inter Miami. Dengan situasi ini, kemungkinan besar ia tidak akan kembali sebagai pemain aktif ke Barcelona—yang sekarang dilatih oleh Hansi Flick.

Koneksi Messi dengan Barcelona yang Tak Pernah Terputus

Selain urusan kontrak, ikatan emosional Messi dengan Barcelona masih terasa kuat. Ia beberapa kali menyatakan keinginannya untuk kembali tinggal di kota tersebut setelah masa petualangannya di MLS selesai.

Tidak lama yang lalu, Messi bahkan mengirimkan pesan penuh kenangan setelah mengunjungi Camp Nou:

“Kemarin malam aku kembali ke tempat yang sangat kuinginkan… Semoga suatu saat nanti aku bisa kembali, dan bukan hanya untuk mengucapkan selamat tinggal sebagai seorang atlet,” kata sang legenda.

Ungkapan tersebut kembali memicu spekulasi bahwa Messi mungkin akan kembali ke Barcelona dengan peran yang berbeda suatu saat nanti. Mungkin sebagai duta klub, sebagai penasihat olahraga, atau sebagai tokoh institusional yang mewakili identitas Blaugrana.

Lebih dari Sekadar “Faktor Messi”

Meskipun janji terkait Messi menjadi fokus utama perhatian masyarakat, Ciria menegaskan bahwa visinya tidak berhenti di situ. Ia mengkritik meningkatnya utang klub, rendahnya pertumbuhan pendapatan yang stabil, serta keputusan-keputusan manajemen yang dinilai membuat klub semakin jauh dari para penggemarnya.

“Kita perlu memperbarui klub dengan para profesional yang sungguh-sungguh. Kita tidak boleh terlibat dalam kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia bahkan memberi peringatan bahwa pemilu berikutnya bisa menjadi yang terakhir dengan model keanggotaan saat ini, jika tidak ada perubahan menyeluruh.

Dengan Lionel Messi sebagai ikon dan janji perubahan besar sebagai dasar kampanye, Marc Cucurella mulai mengubah dinamika politik internal Barcelona.

Pemilu presiden 2026 tampaknya tidak hanya berkaitan dengan siapa yang akan memimpin, tetapi juga tentang arah identitas dan masa depan klub yang sedang berusaha menemukan titik balik.

Pos terkait