Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Agam, Sumbar dihantam gempa bumi, galodo dan longsor dalam sehari sepanjang Minggu (28/12/2025)
- Dua gempa bumi mengguncang Agam, Minggu pagi dengan selisih waktu sekitar empat menit
- Di Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar, Nagari Maninjau, terjadi longsor setelah diawali hujan deras beberapa hari terakhir.
- Banjir bandang susulan terjadi di Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto tepat di Kelok Ambatam, menghubungkan jalan menuju Panta, Matur, Lawang hingga Maninjau
Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dihantam rentetan bencana dalam satu hari.
Sepanjang Minggu (28/12/2025), Kabupaten Agam dihantam gempa bumi, galodo dan longsor di tempat yang berbeda.
Padahal kabupaten ini sedang berupaya pulih setelah banjir bandang menewaskan ratusan orang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan akhir November silam.
Rangkaian bencana tersebut terjadi di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda sebagian wilayah Agam.
Diawali 2 Kali Gempa Bumi
Gempa bumi lebih dulu dirasakan warga di sejumlah tempat.
Meski tidak dilaporkan menimbulkan korban jiwa, guncangan membuat warga panik dan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua gempa bumi mengguncang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (28/12/2025) terjadi dengan selisih waktu sekitar empat menit.
Informasi ini diperoleh dari laporan resmi BMKG.
Gempa pertama magnitudo 4,6
Gempa pertama terjadi pada pukul 09.11 WIB dengan magnitudo 4,6.
Titik koordinat gempa berada di 0.17 LS dan 100.10 BT atau sekitar 18 kilometer timur laut Agam, Sumatera Barat.
Kedalaman gempa berada di 10 kilometer.
Gempa kedua magnitudo 4,7
Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 09.15 WIB, gempa kembali mengguncang wilayah yang sama.
Gempa kedua berkekuatan magnitudo 4,7, dengan lokasi yang tak jauh berbeda, yaitu di titik koordinat 0.17 LS dan 100.11 BT.
Kedalaman gempa juga tercatat 10 kilometer.
Sebanyak tiga rumah dan Panti Asuhan Aisyiyah di Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, mengalami kerusakan berupa retakan akibat gempa bumi, pada Minggu (28/12/2025) pagi.
Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat, Portito menuturkan ada tiga unit rumah dan satu panti retak usai gempa
“Lokasi rumahnya yang retak berada di atas Polsek di Jorong Koto Alam. Rumah yang retak juga tempat posko pelayanan MDMC Sumatera Barat,” kata Portito.
Ia menjelaskan, lokasi tiga rumah dan Panti Asuhan Aisyiyah berdekatan di Jorong Koto Alam.
“Satu lingkungan, dan berdekatan lokasinya,” sebutnya.
Dari empat unit bangunan itu, terdapat satu rumah yang mengalami kerusakan cukup berat.
“Tampaknya ada satu rumah yang cukup berat, tiangnya bergeser, kalau ada gempa besar lagi, bisa ambruk,” bebernya.
Longsor di Jorong Pasar Maninjau
Selepas gempa bumi, longsor juga terjadi di Sungai Muaro Pisang, Jorong Pasar, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Minggu (28/12/2025) siang, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Hujan yang rutin turun menyebabkan tanah di sekitar sungai labil dan memicu longsor.
Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya debit air Sungai Muaro Pisang.
Material longsor kemudian terbawa arus sungai yang meluap dan mengalir hingga ke area permukiman warga.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, mengatakan longsor terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.
“Hari ini sekitar pukul 14.30 WIB terjadi longsor dan debit air Sungai Muaro Pisang juga meningkat,” ujar Roza saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (28/12/2025) pukul 15.34 WIB.
Menurut Roza, longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Debit air sungai yang meluap membuat material longsoran terbawa arus menuju permukiman warga.
“Selain longsor, debit air sungai juga meluap, sehingga material longsor terbawa dan mengarah ke permukiman warga,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan masyarakat, hujan masih berlangsung di lokasi kejadian hingga Minggu sore.
“Data hujan tercatat terjadi sejak 23, 25, 27, hingga 28 Desember 2025,” pungkas Roza.
Kamis (25/12/2025), lalu galodo juga terjadi di Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis siang itu disebut sebagai kejadian terparah dalam sebulan terakhir karena membawa material banjir dalam jumlah besar.
Banjir Bandang di Koto Panjang
Banjir bandang atau galodo juga terjadi di Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Minggu (28/12/2025).
Diketahui, banjir bandang susulan di daerah tersebut berlokasi tepat di Kelok Ambatam, menghubungkan jalan menuju Panta, Matur, Lawang hingga Maninjau.
Warga Kampuang Pisang, Afrinora mengatakan banjir bandang susulan kembali menerjang di daerah tersebut akibat hujan deras.
“Kejadiannya sekitar pukul 14:00 WIB hingga 15:00 WIB. Kurang lebih berlangsung satu jam,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telepon, Minggu (28/12/2025) sore.
Galodo Terjadi 30 Menit Setelah Hujan
Kata Afrinora, hujan deras terjadi di Kampuang Pisang sejak pukul 13:00 WIB.
“Setengah jam setelahnya, galodo terjadi sekira pukul 13:30 WIB. Awalnya kecil dan membesar sejak pukul 14:00 WIB,” terangnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya di Kelok Ambatam, Kampuang Pisang sudah diterjang galodo pada akhir November 2025 lalu.
Setelah itu selalu terjadi galodo susulan jika hujan mengguyur daerah tersebut.
Namun kali ini, galodo susulan berskala cukup besar di bandingkan sebelumnya.
“Sebelumnya galodo susulan sudah sering, setiap hujan pasti terjadi, namun yang besar hari ini,” pungkasnya.
Akibat galodo, jalan di Kelok Ambatam, Kampuang Pisang terputus.
Namun, kendaraan roda dua kata Afrinora masih bisa melaluinya.
Hanya saja, kondisi jalan masih licin dan beberapa kendaraan harus dibantu warga sekitar untuk mengangkatnya.
“Kondisi jalan saat ini putus total, kecuali kendaraan roda dua. Kalau mobil tidak bisa lewat sama sekali,” terangnya.
Selain jalan putus total, terdapat satu mobil terjebak karena banjir bandang yang terjadi di Kampuang Pisang.
