[Kabar dunia sepekan] Israel akui Somaliland | Jembatan RI-Malaysia dikritik

– Kabar Dunia Sepekan kali ini mencakup berita Israel mengakui kemerdekaan Somalia, dan proyek jembatan Melaka-Indonesia dikiritk oleh oposisi Malaysia.

Sementara itu, profesor top dunia mengundurkan diri setelah terkecoh AI, dan bintang film dewasa Bonnie Blue melecehkan bendera merah-putih usai dideportasi Indonesia.

Bacaan Lainnya

Berikut adalah rangkuman Kabar Dunia Sepekan sepanjang Senin (22/12/2025) hingga Minggu (29/12/2025).

1. Profesor Top Dunia Terkecoh AI Saat Buat Jurnal, Putuskan Resign

Paul Yip Siu-fai, seorang profesor dari Hong Kong University (HKU), memilih mengundurkan diri dari jabatannya setelah artikel ilmiah yang ia tulis bersama mahasiswa doktoralnya diketahui memuat referensi fiktif hasil bantuan kecerdasan buatan (AI).

Kasus ini mencuat setelah universitas melakukan penelusuran terhadap makalah yang ditulis bersama oleh sang profesor dan mahasiswa doktoralnya.

Temuan tersebut memicu penyelidikan resmi dan berujung pada penarikan artikel oleh penerbit jurnal. 

Baca selengkapnya di sini.

2. Kristin Cabot Alami Pelecehan Tiada Henti Usai Viral di Konser Coldplay

Kristin Cabot, perempuan yang viral setelah tertangkap kamera berpelukan dengan bos perusahaannya, Andy Byron di konser Coldplay, mengaku mengalami pelecehan terus-menerus setelah peristiwa itu. 

Mantan kepala HRD di perusahaan teknologi Astronomer tersebut angkat bicara usai menjadi sorotan publik. 

Momen yang terekam kamera itu terjadi pada Juli 2025, ketika Cabot bergoyang mengikuti irama lagu bersama Byron, CEO Astronomer saat itu, dalam konser Coldplay di Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat (AS).

Baca selengkapnya di sini.

3. Bintang Film Dewasa Bonnie Blue Lecehkan Bendera Indonesia Usai Dideportasi

Bintang film dewasa asal Inggris, Bonnie Blue, menuai kecaman luas setelah mengunggah sebuah konten video yang memperlihatkan dirinya diduga melecehkan bendera Indonesia di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London.

Aksi Bonnie tersebut berlangsung setelah dirinya dideportasi dari Indonesia dan dilarang masuk kembali selama 10 tahun.

Tindakannya dinilai sebagai penghinaan terhadap simbol nasional Indonesia dan telah sangat melampaui batas.

Baca selengkapnya di sini.

4. Rencana Jembatan Melaka–Indonesia Dikritik Politisi Malaysia, Dinilai Tak Realistis

Rencana Pemerintah Negara Bagian Melaka membangun jembatan sepanjang hampir 48 kilometer yang menghubungkan Malaysia dan Indonesia menuai kritik dari kalangan oposisi.

Proyek infrastruktur raksasa yang diklaim akan memangkas waktu tempuh Melaka–Indonesia menjadi sekitar 40 menit itu, dinilai tidak realistis secara keuangan dan berpotensi membebani publik.

Pemimpin oposisi Melaka, Dr Yadzil Yaakub, mempertanyakan tujuan sekaligus kelayakan proyek jembatan yang saat ini masih dalam tahap studi awal.

Baca selengkapnya di sini.

5. Trump Bombardir ISIS di Nigeria, Kerahkan Kapal Perang

Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara terhadap kelompok militan ISIS di wilayah barat laut Nigeria.

Serangan tersebut dilakukan atas permintaan Pemerintah Nigeria sebagai bagian dari kerja sama keamanan kedua negara. 

Presiden AS Donald Trump menyebut operasi itu sebagai serangan yang “kuat dan mematikan” terhadap kelompok teroris.

Baca selengkapnya di sini.

6. Israel Jadi Negara Pertama yang Mengakui Somaliland

Israel secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat pada Jumat (26/12/2025).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pihaknya telah menandatangani deklarasi bersama yang menetapkan hubungan diplomatik penuh dengan Somaliland.

Ia juga menggambarkan deklarasi itu sebagai semangat Kesepakatan Abraham, sebuah perjanjian yang ditengahi oleh Amerika Serikat untuk membangun hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Arab.

Baca selengkapnya di sini.

7. Pemilu Myanmar Berlangsung di Tengah Perang Saudara, Apa yang Perlu Diketahui?

Myanmar menggelar pemilu pertama sejak penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi, hari ini, Minggu (28/12/2025).

Namun, pemilu ini berlangsung di tengah perang saudara, dengan kelompok-kelompok bersenjata etnis dan milisi oposisi bertempur melawan militer untuk menguasai wilayah.

Kendati demikian, pemilu kali ini menuai kecaman karena dianggap sebagai upaya untuk melegitimasi pemerintahan militer yang membatalkan pemilihan sebelumnya.

Baca selengkapnya di sini.

Pos terkait