Ingin kembalikan kejayaan Tulangbawang, Pemkab kembangkan kawasan ekonomi biru di Rawajitu Timur

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Tulangbawang akan mengembangkan Kecamatan Rawajitu Timur sebagai kawasan ekonomi biru terintegrasi di tahun 2026
  • Pengembangan itu merupakan upaya untuk mengembalikan kejayaan Tulangbawang
  • Sebab, di kawasan itu sekitar tahun 1990-an merupakan kawasan tambak udang terbesar di Asia Tenggara
  • Dipasena memiliki luas 6.800 hektare dan merupakan salah satu sentra produksi udang terbesar di Indonesia medio 1990-an dengan menghasilkan 2.000 ton udang per bulan dan mengekspor 20 ribu ton per tahun

 

Bacaan Lainnya

, MENGGALA – Pemkab Tulangbawang akan mengembangkan Kecamatan Rawajitu Timur sebagai kawasan ekonomi biru terintegrasi di tahun 2026 mendatang.

Wakil Bupati Tulangbawang Hankam Hasan mengutarakan, pengembangan kawasan ekonomi biru di Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur merupakan upaya untuk mengembalikan kejayaan Tulangbawang.

“Kenapa di Dipasena Rawajitu Timur? Karena di kawasan itu sekitar tahun 1990-an merupakan kawasan tambak udang terbesar di Asia Tenggara,” kata Wakil Bupati Hankam Hasan dalam ekspose akhir tahun di Aula Utama Kantor Bupati Tulangbawang, Selasa (30/12/2025) sore.

Sebagai catatan, tambak udang Dipasena memiliki luas sekitar 6.800 hektare dan merupakan salah satu sentra produksi udang terbesar di Indonesia medio 1990-an.

Menurutnya, Dipasena memasuki puncak jayanya antara tahun 1985 sampai 1998, dengan menghasilkan 2.000 ton udang per bulan dan mengekspor 20 ribu ton per tahun. 

Bahkan pada 1995-1996, ekspornya pernah mencapai rekor 25 ribu ton yang menjadikannya sebagai eksportir udang terbesar di dunia. 

“Nah, dari catatan sejarah itulah pak Bupati Qudratul membuat ide pemikiran mengembangkan kawasan ekonomi biru terintegrasi di Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur. Kita ingin mengembalikan kejayaan Tulangbawang,” papar Wabup Hankam Hasan.

Tak hanya sektor perikanan, Hankam Hasan menyebut, kawasan Rawajitu Timur dan sekitarnya juga merupakan kawasan sentra pertanian khususnya padi.

Untuk itulah, Pemkab Tulangbawang membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk terlibat dalam pengembangan kawasan ekonomi biru terintegrasi di Kecamatan Rawajitu Timur. 

Ia mengatakan, pengembangan kawasan eks tambak udang Dipasena ini akan dimulai tahun 2026 mendatang.

Pusat Ekonomi Biru

Bupati Tulangbawang Qudratul Ikhwan menuturkan, kawasan ekonomi biru yang mulai digarap tahun depan itu diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi baru yang diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan daerah. 

Qudratul mengutarakan, kawasan ekonomi biru terintegrasi ini telah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dengan rencana pembangunan pelabuhan di kawasan ini.

“Pengembangan kawasan ekonomi biru juga telah melalui uji kelayakan dari Universitas Islam Indonesia (UII),” terang Bupati Qudratul Ikhwan dalam ekspose akhir tahun yang berlangsung di Aula Utama kantor Bupati Tulangbawang, Selasa (30/12/2025).

Dikawasan ekonomi biru ini, nantinya akan menjadi pusat pengembangan sektor peternakan, perikanan, dan pertanian.

Untuk mendukung penuh pengembangan kawasan ini, Pemkab Tulangbawang telah menyediakan lahan dan dukungan teknis seperti perizinan untuk para investor.

Guna memulai pengembangan wilayah ini, Qudratul mengatakan, Pemkab Tulangbawang telah menyiapkan lahan bagi investor yang ingin ikut berinvestasi dikawasan itu.

“Tahap awal untuk 5 tahun pertama kita gratiskan (lahan). Untuk selanjutnya akan disesuaikan dengan regulasi yang sedang kita matangkan,” kata Qudratul.

Qudratul juga memastikan, untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi biru terpadu ini, Pemkab Tulangbawang akan membantu proses perizinan bagi para investor.

“Selama itu tidak menyalahi aturan. Kita permudah,” tutur Qudratul.

Menurut Bupati, pengembangan kawasan ini akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekonomi pesisir dan mendukung visi pembangunan Tulangbawang Maju Menuju Indonesia Emas 2045.

Pembangunan Pelabuhan

Adapun peran Pemprov Lampung dalam pengembangan kawasan ekonomi biru ini adalah pembangunan pelabuhan.

Keberadaan pelabuhan dinilai berperan penting untuk memperkuat sistem logistik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir ini.

Hal ini mengingat besarnya potensi peternakan, pertanian dan perikanan di Kabupaten Tulangbawang.

“Untuk pembangunan pelabuhan ini kami sudah bahas dengan Pemprov Lampung. Kawasan ini nanti bukan hanya untuk Tulangbawang, tapi juga jadi kebanggaan provinsi Lampung,” paparnya.

Bupati Qudratul menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan sangat strategis untuk memperkuat rantai pasok ekonomi biru.

Sekaligus mendukung pengembangan kawasan pesisir sebagai pusat ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi baru di timur Sumatera bagian selatan.

Wakil Bupati Tulangbawang Hankam Hasan menambahkan, bahwa pengembangan kawasan ekonomi biru ini dimulai dari Rawajitu Timur karena potensinya yang sangat besar.

Faktor kawasan pertambakan, sektor kelautan dan perikanan serta infrastruktur ada disana dinilai sangat memadai untuk pengembangan kawasan ekonomi biru ini.

Wabup Hankam Hasan mengutarakan, pengembangan kawasan ekonomi biru ini akan dimulai dengan peningkatan infrastruktur konektivitas, revitalisasi kawasan tambak udang, peningkatan produktivitas pertanian, peternakan dan perikanan. 

(/endra)

Pos terkait