Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan artis Inara Rusli kembali memicu perhatian publik. Kali ini, isu tersebut muncul setelah istri sah pengusaha Insanul Fahmi, Wardatina Mawa, melaporkan Inara ke Polda Metro Jaya pada 22 November 2025. Laporan ini menimbulkan berbagai spekulasi dan reaksi dari masyarakat, terutama karena Inara pernah menjadi korban perselingkuhan dalam pernikahannya dengan Virgoun.
Dari laporan yang dilakukan oleh Wardatina, kasus ini bermula dari dugaan hubungan terlarang antara suaminya dan Inara Rusli. Menurut informasi yang beredar, keduanya diketahui sudah menikah siri pada 7 Agustus 2025. Hal ini membuat situasi semakin rumit, karena Insanul Fahmi sebelumnya disebut sebagai duda, namun ternyata masih memiliki istri sah.
Wardatina mengaku telah mencurigai hubungan antara suaminya dan Inara sejak Agustus 2024. Ia menyebut bahwa dirinya memiliki bukti berupa rekaman CCTV yang menunjukkan interaksi antara keduanya. Bukti tersebut kemudian digunakan sebagai dasar laporan ke polisi.
Insanul Fahmi sendiri dalam sebuah podcast memberikan pernyataan yang mengejutkan. Ia mengakui bahwa dirinya sudah menikahi Inara secara siri pada 7 Agustus 2025. Pernyataan ini bertentangan dengan laporan yang dibuat oleh Wardatina, sehingga memperburuk situasi dan memicu perdebatan di media sosial.
Sementara itu, Inara Rusli melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa ia tidak mengetahui status asli Insanul Fahmi saat awal perkenalan. Ia mengaku hanya diberi informasi bahwa Insan adalah seorang duda. Hingga kasus ini pecah ke publik, Inara tidak mengetahui bahwa Insan masih memiliki istri sah.
Setelah menjadi pusat sorotan, Inara akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi. Meski begitu, ia tidak merinci lebih jauh tentang pernikahan siri atau dugaan perselingkuhan. Yang pasti, Inara dan Insanul Fahmi sudah menikah siri pada 7 Agustus 2025.
Pihak kuasa hukum Inara juga menegaskan bahwa kliennya sudah tidak lagi berhubungan dengan Insan. Ia menolak menjadi istri kedua setelah mengetahui status asli Insan, dan menyebut Inara sebagai korban dari informasi yang tidak benar.
Hingga kini, laporan polisi masih dalam proses penyelidikan. Belum ada putusan ataupun penetapan status hukum dari pihak berwenang. Masing-masing pihak mengeluarkan pernyataan yang saling berbeda, sehingga publik menunggu perkembangan lebih lanjut.
Kasus ini juga berdampak pada aktivitas profesional Inara Rusli. Manajernya, Karina Putri, menyebut bahwa pemberitaan tersebut mengganggu jadwal dan kerja sama yang sudah berjalan dengan sejumlah klien. Inara menyampaikan penyesalan kepada manajernya atas kegaduhan yang muncul, meskipun permintaan maaf tersebut hanya terkait dampak terhadap pekerjaan, bukan pengakuan atas isu yang beredar.
Dengan adanya kasus ini, publik kembali diingatkan akan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam hubungan, terutama bagi tokoh publik. Situasi ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh gosip tanpa adanya bukti yang jelas.
