iCar V23 siap mengaspal di RI 2026, mobil listrik Tiongkok bergaya retro dengan harga terjangkau

SUARA FLORES – Tahun 2026 diprediksi akan menjadi momen penting dalam lanskap otomotif Indonesia. Salah satu sorotan utama datang dari Tiongkok, negara yang kini menjadi kekuatan besar dalam industri kendaraan listrik global. Di antara deretan merek baru yang akan masuk ke pasar Tanah Air, nama iCaur atau lebih dikenal sebagai iCar menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Submerek dari Chery Group ini siap meramaikan persaingan dengan membawa gaya desain unik, teknologi elektrifikasi, dan strategi harga yang kompetitif.

iCaur merupakan submerek dari Chery Automobile Co., Ltd., salah satu produsen otomotif terbesar di Tiongkok. Nama iCaur sendiri merupakan adaptasi dari iCar, yang menjadi branding global mereka. Merek ini diciptakan untuk menyasar segmen kendaraan listrik dengan pendekatan desain yang lebih muda, futuristik, dan berani. Fokus utama iCaur adalah menghadirkan mobil listrik dengan karakter SUV kompak yang tangguh namun tetap stylish.

Bacaan Lainnya

Chery telah lama dikenal sebagai pionir dalam ekspor mobil Tiongkok ke berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, dengan iCaur, mereka mengambil langkah berbeda: menyasar konsumen urban yang melek teknologi, peduli lingkungan, dan mencari kendaraan yang tidak hanya fungsional tetapi juga mencerminkan gaya hidup modern.

Kehadiran iCaur di Indonesia pertama kali diumumkan oleh PT Chery Sales Indonesia dalam konferensi pers menjelang gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026. Dalam kesempatan tersebut, Rifkie Setiawan selaku Head of Brand menyatakan bahwa iCaur akan menjadi bagian dari strategi ekspansi Chery di segmen kendaraan listrik.

Model pertama yang akan diperkenalkan adalah iCar V23, sebuah SUV listrik bergaya boxy yang sebelumnya telah dipamerkan di ajang International Business Summit 2025 di Wuhu, Tiongkok. Mobil ini sempat tertangkap kamera sedang diuji coba di jalanan Indonesia dengan balutan stiker kamuflase, menandakan keseriusan Chery dalam melakukan penyesuaian terhadap kondisi lokal.

Desain iCar V23 terinspirasi dari gaya retro-modern, dengan bodi mengotak, lampu depan bulat, dan aksen warna kontras yang mencolok. Mobil ini ditujukan untuk konsumen muda yang ingin tampil beda, namun tetap mengutamakan efisiensi dan keberlanjutan.

Meski belum dirilis secara resmi, sejumlah informasi teknis mengenai iCar V23 telah beredar di media otomotif Tiongkok. Mobil ini diperkirakan akan menggunakan motor listrik tunggal dengan tenaga sekitar 100–120 kW, cukup untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan jarak menengah. Kapasitas baterainya diprediksi berada di kisaran 50–60 kWh, dengan estimasi jarak tempuh hingga 400 km dalam sekali pengisian daya.

Beberapa fitur unggulan yang kemungkinan besar akan dibawa ke Indonesia antara lain:

  • Sistem infotainment berbasis layar sentuh besar dengan konektivitas penuh ke smartphone.
  • Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, dan automatic emergency braking.
  • Interior minimalis dengan material ramah lingkungan.
  • Sistem pengisian cepat (fast charging) yang mampu mengisi hingga 80% dalam waktu kurang dari 40 menit.

Salah satu faktor yang membuat iCaur menarik adalah strategi harga yang kompetitif. Chery dikenal mampu menawarkan kendaraan dengan fitur lengkap namun tetap terjangkau, berkat efisiensi produksi dan dukungan rantai pasok dari Tiongkok. Meski harga resmi belum diumumkan, banyak pihak memprediksi bahwa iCar V23 akan diposisikan di bawah Rp500 juta, menjadikannya pesaing langsung bagi Wuling Binguo EV, MG 4 EV, dan bahkan beberapa model hybrid dari Jepang.

Namun, tantangan besar menanti. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan bahwa mulai akhir 2025, insentif untuk impor mobil listrik utuh (CBU) akan dihentikan. Sebagai gantinya, produsen diwajibkan untuk melakukan perakitan lokal dengan skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40%. Hal ini mendorong banyak pabrikan, termasuk Chery, untuk mempertimbangkan investasi dalam fasilitas produksi lokal atau menjalin kerja sama dengan mitra perakitan di Indonesia.

Kehadiran iCaur tidak terjadi dalam ruang hampa. Pasar kendaraan listrik di Indonesia tengah mengalami pertumbuhan pesat, dengan banyak pemain baru yang masuk, seperti BYD, VinFast, dan Leapmotor. Selain itu, merek-merek mapan seperti Hyundai dan Wuling sudah lebih dulu membangun ekosistem EV yang kuat, termasuk jaringan purna jual dan infrastruktur pengisian daya.

Namun, iCaur memiliki keunggulan tersendiri. Dengan desain yang unik, pendekatan pemasaran yang menyasar generasi muda, serta kemungkinan harga yang agresif, mereka berpotensi menciptakan ceruk pasar baru. Apalagi, tren global menunjukkan bahwa konsumen semakin tertarik pada kendaraan listrik yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki karakter kuat dan fitur canggih.

Masuknya iCaur ke Indonesia pada 2026 menandai babak baru dalam transformasi industri otomotif nasional. Ini bukan sekadar soal kehadiran merek baru, tetapi juga mencerminkan pergeseran paradigma menuju mobilitas berkelanjutan. Dengan dukungan regulasi pemerintah, meningkatnya kesadaran lingkungan, dan perkembangan teknologi baterai, kendaraan listrik seperti iCar V23 memiliki peluang besar untuk diterima pasar.***

Pos terkait