Hujan Tak Surutkan Minat Liburan,Wisata Permandian di Gowa Diserbu Pengunjung

Ringkasan Berita:

  • Para pengunjung memanfaatkan waktu libur natal dan tahun baru (Nataru) dan libur sekolah.
  • Wisata permandian tertutup justru menjadi pilihan utama ribuan keluarga.
  • Wisata permandian tertutup Dewi Sri ini berlokasi Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
  • Jaraknya dari Sungguminasa ibu kota Kabupaten Gowa berkisar 4,4 kilometer.

 

Bacaan Lainnya

, GOWA –Meski hujan terus mengguyur wisata permandian di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), tetap ramai pengunjung.

Para pengunjung memanfaatkan waktu libur natal dan tahun baru (Nataru) dan libur sekolah.

Terpantau wisata permandian tertutup justru menjadi pilihan utama ribuan keluarga.

Wisata permandian tertutup Dewi Sri ini berlokasi Jalan Poros Malino, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Jaraknya dari Sungguminasa ibu kota Kabupaten Gowa berkisar 4,4 kilometer.

Bisa ditempuh dengan mobil dan motor dengan jarak temupuh sekira 10 sampai 15 menit.

Wisata ini menawarkan kolam renang dengan penjaga, gazebo, area bermain anak, area memancing serta makanan khas Sulsel.

Pengunjung datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. 

Mulai dari Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pinrang, Sidrap, hingga Bulukumba dan Bantaeng.

Keceriaan tampak di berbagai kolam renang. 

Anak-anak bebas bermain air tanpa khawatir hujan karena sebagian kolam dilengkapi atap pelindung.

Konsep permandian tertutup inilah menjadi daya tarik utama saat musim hujan.

Salah seorang pengunjung, Aryani, mengaku memilih wisata ini karena aman untuk anak-anak.

“Meski hujan, anak-anak tetap bisa bermain air. Tempatnya nyaman dan tidak kehujanan,” katanya.

Aryani berlibur bersama rombongan yang berjumlah 25 orang. 

Ia memilih wisata ini karena terbilang strategis.

“Kolamnya ada atapnya jadi kita berenang aman dari air hujan. Saya juga memilih disini karena libur panjang anak sekolah, jadi kita liburan di sini,” tutur Aryani

Ia mengaku baru pertama kali ke wisata permandian tertutup ini.

Selain itu, Aryani mengaku memilih lokasi ini karena bosan dengan wisata pantai.

“Kalau di sini murah meriah, jadi 1 orang itu cuma bayar cuma 25.000. Rombongan saya 25 orang habis 5 ratusan dan keutamaan dari tempat ini kita bisa bawa makanan dari rumah, jadi tidak harus beli di dalam,” jelasnya.

Senada disampaikan pengunjung lainnya, Bayu.

Ia datang bersama keluarganya.

“Saya kesini bersama rombongan 1 bus. 30 orang dan 10 kepala keluarga. Kami dari Kabupaten Bulukumba. Kami hanya ingin suasana baru. Rombongan berangkat dari Bulukumba pukul 9 pagi,” jelasnya.

Menurutnya, fasilitasnya lengkap, cocok untuk liburan keluarga saat cuaca kurang bersahabat.

Pengelola Wisata Permandian, Muhammad Agus Pramono mengatakan setiap tahun pada libur Nataru Dewi Sri selalu menerima lebih banyak pengunjung dari biasanya.

“Ada peningkatan sampai 2 kali lipat dari biasanya hingga ke 1500 orang,” ucapnya.

Agus menyebut Dewi Sri bisa menampung atau berkapasitas 700-800.

“Cuma kan ada sirkulasi jadi ada yang pulang dan ada yang datang seperti itu,” kata dia.

Dijelaskan, lokasi ini memiliki lima kolam dan setiap kolam didampingi petugas atau lifeguard yang bisa menjadi pengawas. 

Pengawasan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan.

“Keselamatan pengunjung menjadi prioritas kami, apalagi saat libur panjang seperti ini,” ujar Muhammad Agus Pramono.

“Untuk akhir pekan itu kita menggunakan harga yang cukup terjangkau di harga Rp 30 ribu. Untuk rombongan biasanya kami ada harga khusus,” ucapnya.

Ia mengatakan ekspektasikan untuk pengunjung lebih banyak di tahun ini. 

Selain pengawasan, pengelola juga menyediakan gazebo sebagai tempat istirahat keluarga.(*)

Pos terkait