Honda PCX new generation diuji jalan raya: tarikan lebih nampol, rem pakem, tapi ada catatan

.PRMN – Honda PCX terbaru akhirnya diuji langsung di jalan raya, bukan sekadar di atas kertas spesifikasi atau lintasan sirkuit. Pengujian ini menjadi penting karena banyak pengguna skutik bongsor ingin tahu satu hal utama: apakah perubahan ECU dan mesin benar-benar terasa dalam pemakaian harian?

Dari kesan pertama saat mesin dinyalakan, aura motor premium langsung terasa. Panel instrumen full digital dengan resolusi tinggi, desain cover setang yang kini lebih bersih, hingga posisi duduk yang terasa menyatu dengan tubuh, semuanya memberi sinyal bahwa ini bukan sekadar pembaruan kosmetik.

Bacaan Lainnya

Namun yang paling menarik tentu bukan tampilannya saja. Honda mengklaim adanya revisi ECU meski basis mesin masih sama. Pertanyaannya, apakah perubahan ini benar-benar mengubah karakter berkendara PCX di jalan umum? Jawabannya ternyata cukup mengejutkan.

Performa Mesin: Tarikan Spontan dan Halus Sejak Awal

Saat gas pertama kali diputar, karakter mesin langsung terasa berbeda dibanding generasi sebelumnya. Respons throttle terasa lebih spontan, tanpa jeda, dan akselerasi awal hingga menengah terasa lebih padat. Mesin overbore ini seperti “bangun” lebih cepat, bahkan sejak putaran bawah.

Menariknya, meski kapasitas dan basis mesin tidak berubah drastis, mapping ECU baru membuat tenaga terasa lebih merata. Tidak ada lagi kesan kosong di putaran tengah. Bahkan ketika diajak melaju santai di perkotaan, motor tetap terasa ringan dan tidak perlu banyak membuka gas.

Saat kecepatan menyentuh angka 100 km/jam, mesin justru semakin halus. Getaran minim di bodi, dan dorongan tenaga masih terus terasa hingga mendekati redline di kisaran 9.000–9.500 rpm. Ini menunjukkan bahwa karakter mesin PCX terbaru memang lebih matang untuk cruising maupun akselerasi cepat.

Handling dan Agility: Skutik Besar yang Terasa Ringan

Salah satu kejutan terbesar dari PCX terbaru adalah kelincahannya. Di atas kertas, dimensinya besar dan terlihat gagah. Namun saat dikendarai, motor ini justru terasa seperti skutik kelas menengah.

Stang baru dengan sudut lebih masuk ke dalam membuat kontrol lebih presisi. Manuver di kemacetan terasa mudah, motor nurut saat diajak belok cepat, dan rasa “motor gede” hampir tidak terasa. Ini menjadi keunggulan khas Honda yang kembali dipertahankan.

Namun di kecepatan tinggi, khususnya di atas 100 km/jam, ada sedikit rasa mengayun. Bukan berarti tidak stabil, tetapi sensasinya belum bisa disebut terbaik di kelasnya. Suspensi yang empuk memang memberi kenyamanan, namun efeknya terasa saat melaju kencang di jalan bergelombang.

Sistem Pengereman dan Fitur Keselamatan: Presisi dan Percaya Diri

Honda benar-benar serius di sektor pengereman. Rem depan dengan dua piston memberikan daya henti yang presisi dan mudah dikontrol. Saat pengereman mendadak, motor langsung berhenti tanpa drama, meningkatkan rasa percaya diri pengendara.

Fitur ABS dan Traction Control bekerja dengan baik. Menariknya, Traction Control bisa dimatikan bagi pengendara yang ingin merasakan karakter mesin sepenuhnya. Ini menjadi nilai tambah, terutama bagi pengguna yang paham dan ingin kontrol penuh.

Dalam kondisi lalu lintas padat maupun saat berkendara agresif, kombinasi rem dan fitur keselamatan ini membuat PCX terbarus3 matang.

Kenyamanan dan Ergonomi: Jok Nyaman, Tapi Ada Batasan

Secara umum, jok PCX terasa nyaman dan empuk untuk penggunaan harian. Posisi duduk ergonomis, tangan mudah menjangkau stang, dan postur badan terasa rileks, bahkan untuk pengendara dengan tinggi sekitar 170 cm.

Namun desain jok yang memiliki cekungan dan gundukan di belakang membuat ruang gerak agak terbatas. Bagi pengendara yang suka duduk lebih ke belakang atau selonjoran, posisi ini terasa kurang fleksibel.

Meski demikian, untuk perjalanan jarak pendek hingga menengah, kenyamanan jok masih tergolong baik dan tidak cepat membuat lelah.***(Lisyah)

Kepraktisan dan Desain: Identitas Premium PCX Semakin Kuat

Bagasi 30 liter kembali menjadi keunggulan yang sulit ditandingi. Helm, jaket, hingga perlengkapan harian bisa masuk dengan mudah. Tangki bahan bakar 8,1 liter juga mempertegas identitas PCX sebagai skutik touring yang praktis dan efisien.

Dari sisi desain, tampilan kini lebih macho dan berotot. Meski ada yang menilai bagian depan terlalu mengotak, secara keseluruhan PCX terbaru terlihat lebih mahal dan dewasa. TFT LCD full color dengan auto day-night semakin menegaskan kesan premium.

PCX Terbaru, Bukan Sekadar Update Biasa

Honda PCX generasi terbaru bukan hanya penyegaran visual. Perubahan ECU benar-benar memberikan karakter mesin yang lebih bertenaga, halus, dan menyenangkan. Akselerasi lebih padat, pengereman lebih pakem, dan fitur semakin lengkap.

 

Meski masih ada catatan di sisi stabilitas kecepatan tinggi dan fleksibilitas jok, kelebihan PCX jauh lebih dominan. Motor ini cocok bagi pengguna yang menginginkan skutik nyaman, lincah, irit, namun tetap bertenaga saat dibutuhkan.

Dengan paket desain, fitur, dan performa seperti ini, Honda PCX terbaru layak disebut sebagai salah satu skutik paling matang di kelasnya saat ini.***(Lisyah)

Pos terkait