.CO.ID, ACEH TAMIANG — Harga kebutuhan pokok di Takengon, Aceh Tengah, dikabarkan sedang mengalami kenaikan. Menurut pengakuan relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) yang berada di Takengon, dr Mukhsin, harga beras, minyak goreng hingga telur mengalami kenaikan.
“Kemarin kami membeli telur yang dijual per butir seharga Rp 5000. Beras seharga Rp 350.000 untuk 10 kilogram,” kata dr Mukhlis saat berbincang denganmelalui panggilan telepon, Rabu (24/12/2025).
Berdasarkan pendapat seorang dokter kelahiran Takengon yang tinggal di Nusa Tenggara Barat (NTB), keterbatasan akses jalan darat menuju Aceh Tengah menyebabkan pasokan kebutuhan pokok terhambat. Kekurangan stok bahan pokok secara otomatis membuat harga meningkat.
Meskipun dalam kondisi yang sulit, Dr Mukhlis mengungkapkan tetap berupaya membantu penduduk setempat yang juga sedang mengalami kesulitan akibat bencana. Mukhlis menyebutkan, ia melakukan pelayanan kesehatan dengan obat-obatan yang tersedia, meskipun pasokannya semakin berkurang. “Saya berada di sini sendirian.”Bismillah saja buat warga,”kata dia.
Mukhsin menyampaikan, banyak warga yang tinggal di sekitar Danau Laut Tawar masih mengalami kesulitan dalam memperoleh bantuan. Beberapa permukiman, katanya, masih terisolasi karena jalan yang rusak dan berlumpur.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa upaya pemerintah dalam mendistribusikan bantuan pangan ditujukan ke Bener Meriah dan Takengon. Dua daerah tersebut terisolasi karena jalur darat yang terputus, sehingga distribusi hanya bisa dilakukan melalui udara. Ia menekankan percepatan pengiriman sebagai prioritas agar kebutuhan pokok masyarakat tercukupi.
Rizal menyampaikan bahwa stok beras nasional dalam keadaan aman dan siap diangkut kapan saja. Ketersediaan yang memadai ini disiapkan sebagai antisipasi terhadap situasi darurat, sehingga bantuan bisa langsung diberikan ke wilayah yang terkena dampak tanpa menghadapi kendala pasokan.
“Yang menjadi kendala adalah proses pendistribusiannya. Stok tersedia banyak di kota-kota, namun untuk menyalurkannya ke desa-desa ini, teman-teman dari TNI, para Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta BNPB mengalami kesulitan karena akses jalan yang terputus-putus, Mas,” kata Direktur Utama Bulog, di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Rizal menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan total 49.000 ton beras ke tiga provinsi yang terkena banjir di Sumatera. Pendistribusian ini didukung oleh bantuan minyak goreng, gula, serta bantuan lainnya yang dikirim bersama paket prioritas untuk warga yang terdampak dari Banda Aceh hingga Sumatera Barat. Ia menekankan bahwa tantangan di lapangan menyebabkan operasi udara menjadi satu-satunya pilihan dalam pendistribusian di beberapa titik.
Koordinasi dilakukan bersama TNI AU, TNI Angkatan Darat, dan BNPB dalam mengoperasikan helikopter yang mampu melakukan empat penerbangan setiap hari. Kapasitas angkut berkisar antara 500 kilogram hingga satu ton per penerbangan, sesuai kebutuhan desa-desa yang terisolasi. Upaya ini dilakukan guna memastikan semua daerah mendapatkan pasokan secara merata.
“Contoh yang saat ini kita fokuskan adalah teman-teman di Bener Meriah dan di Takengon,” katanya.
Ia menambahkan dua wilayah tersebut, termasuk beberapa titik di Agam, yang terisolasi tanpa akses jalan darat sehingga hanya bisa menerima bantuan melalui helikopter atau pesawat Hercules. Banyaknya desa yang perlu dikunjungi menyebabkan operasi pendistribusian dilakukan secara terus-menerus agar bantuan segera sampai di lokasi pengungsian.
Rizal menekankan bahwa seluruh pimpinan cabang Bulog diwajibkan membangun dapur umum yang bekerja sama dengan TNI dan Polri. Beras dari Bulog telah digunakan di berbagai tempat dapur umum, termasuk yang diperiksa langsung di Sigli, Pidie. Dapur umum menjadi pusat pemenuhan kebutuhan makanan warga selama masa darurat.
Di Aceh terdapat 18 cabang Bulog yang menjalankan dapur umum. Sumatera Utara menggerakkan 12 cabang sedangkan Sumatera Barat membuka sembilan titik layanan serupa sebagai bagian dari jaringan pendukung distribusi. Sistem ini memastikan pasokan makanan bergerak lebih cepat hingga ke wilayah yang paling terdampak.
Bulog juga menyediakan bantuan tambahan dari karyawan internal serta mitra bisnis. Penguatan ini diharapkan mempercepat distribusi sekaligus memperluas cakupan bantuan. Dengan fokus pada daerah-daerah yang terisolasi, percepatan melalui jalur udara menjadi kunci agar bantuan sampai tepat waktu.
