Harga Ponsel Naik 2026

MANDALIKA PIKIRAN RAKYAT – Pengguna ponsel di seluruh dunia diberi peringatan untuk mempersiapkan diri menghadapi kenaikan harga smartphone pada tahun 2026, setelah terjadinya krisis global dalam pasokan chip memori, termasuk DRAM yang digunakan sebagai RAM pada ponsel, komputer, dan perangkat lainnya.

 

Bacaan Lainnya

Dilaporkan oleh Reuters, permintaan terhadap chip memori pada 2025 meningkat tajam, khususnya akibat ekspansi luas dalam infrastruktur Artificial Intelligence (AI). Pusat data AI membutuhkan memori berkecepatan tinggi (high-bandwidth memory/HBM) dan DRAM dalam jumlah besar, sehingga menghabiskan sebagian besar kapasitas produksi chip memori dunia.

 

Akibatnya:

 

Ketersediaan DRAM yang dapat diakses oleh produsen smartphone semakin menurun.

 

Harga memori DRAM dan jenis memori lainnya meningkat secara signifikan di pasar kontrak maupun eceran.

 

Perusahaan penyedia memori besar memutuskan untuk memenuhi perjanjian jangka panjang dengan sebuah perusahaan AI yang menawarkan keuntungan lebih besar.

 

Peristiwa ini bahkan mendapat julukan “RAMageddon” di beberapa media teknologi, merujuk pada tekanan pasokan yang luar biasa di pasar memori global.

Banyak penelitian menunjukkan dampak nyata krisis ini terhadap industri ponsel:

 

Penelitian dari Counterpoint Research memprediksi kenaikan harga ponsel sekitar 6,9% pada tahun 2026, terutama akibat kenaikan biaya memori.

 

Di beberapa pasar, termasuk Indonesia, para analis memprediksi harga ponsel bisa meningkat lebih dari Rp1 juta.

 

Volume pengiriman ponsel pintar di seluruh dunia diperkirakan mengalami penurunan sekitar 2,1% pada tahun 2026 akibat kenaikan biaya komponen dan harga jual yang lebih mahal.

 

Karena kenaikan biaya komponen, beberapa perangkat diprediksi akan mempertahankan atau bahkan mengurangi kapasitas RAM dibandingkan model sebelumnya agar tetap terjangkau.

 

Produsen Utama Mungkin Lebih Aman

Perusahaan besar seperti Apple dan Samsung kemungkinan lebih mampu menghadapi dampak akibat memiliki rantai pasok yang kuat serta perjanjian jangka panjang dengan pemasok komponen semikonduktor.

 

Sementara merek yang memiliki margin sempit, khususnya di segmen menengah dan dasar, menghadapi risiko terbesar terkait kenaikan harga atau pengurangan fitur.

 

Beberapa penyebab utama krisis RAM:

 

Permintaan akan memori di pusat data AI meningkat pesat, menghabiskan kapasitas yang sebelumnya dialokasikan untuk produk konsumen.

 

Pembangunan pabrik baru membutuhkan waktu bertahun-tahun, sehingga peningkatan kapasitas produksi tidak dapat segera mengimbangi permintaan.

 

Produsen memori menitikberatkan pada segmen yang memiliki margin tinggi, yaitu memori untuk server dan kecerdasan buatan, bukan perangkat elektronik konsumen.

 

Kekurangan memori global yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan akan memori untuk kecerdasan buatan diperkirakan akan berdampak pada harga dan ketersediaan ponsel sepanjang tahun 2026. Meskipun harga mungkin kembali stabil dalam jangka panjang, konsumen sebaiknya bersiap menghadapi kenaikan biaya serta kemungkinan penurunan spesifikasi pada perangkat baru yang mereka beli tahun depan. ***

Pos terkait