Harga dan Perkembangan Minyak Jelantah Pertamina Terbaru

Minyak jelantah Pertamina menjadi salah satu isu yang menarik perhatian masyarakat, terutama dalam konteks pengelolaan limbah rumah tangga dan pemanfaatannya sebagai bahan baku biofuel. Program Green Movement yang diadakan oleh Pertamina Patra Niaga memberikan peluang bagi masyarakat untuk menjual minyak jelantah mereka, sehingga dapat berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.

Minyak jelantah, atau dikenal juga dengan istilah used cooking oil (UCO), adalah limbah dari kegiatan memasak yang sering kali dibuang begitu saja. Namun, melalui program ini, Pertamina mengajak masyarakat untuk memanfaatkan minyak jelantah secara lebih bijaksana. Dengan mengumpulkan minyak jelantah, masyarakat tidak hanya membantu lingkungan tetapi juga bisa mendapatkan insentif finansial berupa saldo e-wallet dan kesempatan memenangkan hadiah E-Voucher MyPertamina.

Bacaan Lainnya

Cara jual minyak jelantah ke Pertamina cukup sederhana. Masyarakat perlu melakukan instalasi aplikasi MyPertamina dan mendaftar secara lengkap. Setelah itu, konsumen akan diminta untuk memberikan persetujuan agar bisa mengakses halaman UCOllect. Proses penyetoran minyak jelantah dilakukan dengan memindai QR Code yang tersedia di UCOllect Box, yang tersebar di beberapa SPBU dan rumah sakit Pertamina. Setiap liter minyak jelantah yang disetorkan akan langsung dikalkulasikan menjadi saldo uang elektronik sebesar Rp6.000 per liter.

Selain itu, masyarakat juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan tambahan poin MyPertamina sebanyak 5 poin per liter minyak jelantah yang disetorkan. Poin-poin ini bisa digunakan untuk berbagai transaksi produk Pertamina. Selain itu, setiap bulannya ada 50 konsumen yang beruntung mendapatkan E-Voucher senilai Rp25.000, yang bisa digunakan untuk pembelian produk Pertamina.

Syarat jual minyak jelantah ke Pertamina juga harus diperhatikan. Minyak jelantah yang dikumpulkan harus dalam kondisi bersih, tanpa campuran kotoran maupun cairan lain seperti air atau bahan kimia. Hal ini penting untuk memastikan kualitas minyak jelantah yang akan diolah menjadi bahan bakar rendah emisi.

Lokasi jual minyak jelantah ke Pertamina terbatas. Hanya beberapa titik SPBU dan rumah sakit yang menyediakan UCOllect Box. Daftar lokasi tersebut antara lain:

  1. SPBU Dago Bandung
  2. SPBU Jakarta MT Haryono
  3. SPBU Jakarta Kalimalang
  4. SPBU Tangerang BSD
  5. Rumah Sakit Pusat Pertamina
  6. Rumah Sakit Pelni
  7. Kantor PT Pertamina Patra Niaga – Marketing Regional Jawa Bagian Barat

Program Green Movement hanya berlangsung hingga 20 Maret 2025, sehingga masyarakat yang tertarik harus segera mengumpulkan minyak jelantah mereka. Batas waktu ini membuat program ini menjadi sangat relevan, karena waktu yang terbatas mendorong partisipasi aktif dari masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, Pertamina juga telah memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah. Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam upaya menekan emisi karbon sektor penerbangan. SAF yang diproduksi oleh Pertamina mampu mengurangi emisi karbon hingga 84% dibandingkan bahan bakar avtur konvensional. Ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam menciptakan solusi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Program ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan minyak jelantah, masyarakat dapat memperoleh pendapatan tambahan sekaligus berkontribusi pada pengurangan limbah. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, Pertamina berkomitmen untuk memperluas program ini dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah.

Secara keseluruhan, minyak jelantah Pertamina menjadi bagian dari upaya besar dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya program seperti Green Movement, masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari solusi lingkungan tetapi juga mendapat manfaat ekonomi yang nyata.

Pos terkait