Harapan Baru UMKM Tumbuh di Taman KM Sukri Jepara, Progres Capai 46 Persen, Selesai Akhir Tahun Ini

, JEPARA –Kerasnya suara mesin penghancur dan aroma semen basah kini menjadi pemandangan biasa di wilayah Taman KM Sukri, Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Di balik suara pengerasan yang terus berlangsung, tersimpan harapan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berharap adanya kesempatan baru untuk berkembang.

Taman yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai ruang terbuka, kini sedang disusun menjadi pusat kegiatan UMKM baru di tengah Kota Jepara.

Berdasarkan pantauan Tribunjateng di lokasi, para pekerja sedang sibuk menyelesaikan tugas yang harus selesai pada akhir tahun ini.

Pengaturan kawasan ini diharapkan memberikan semangat baru bagi para pedagang kecil yang menjual makanan, minuman, serta pelaku ekonomi kreatif setempat yang selama ini kesulitan menemukan lokasi berjualan yang layak dan rapi.

Kepala Divisi Karya Cipta DPUPR Jepara, Hanief Kurniawan, mengungkapkan bahwa hingga kini tingkat kemajuan pembangunan telah mencapai sekitar 46 persen.

Tugas utama yang sedang dikerjakan berada pada tahap pengecoran, yang dimulai sejak akhir pekan lalu dan terus berlangsung.

“Pengecoran telah dimulai dan saat ini terus berlangsung. Jika cuaca memungkinkan, kami yakin pekerjaan akan selesai sesuai jadwal,” ujar Hanief kepada Tribunjateng, Selasa (16/12/2025).

Dengan anggaran keseluruhan sebesar Rp700 juta, proyek ini diharapkan selesai pada 24 Desember 2025.

Meskipun waktu pelaksanaan tergolong sempit, Hanief mengatakan tim pelaksana tetap berusaha sebaik mungkin agar target akhir tahun bisa tercapai.

“Kami memang sedikit terlambat, sekitar bulan Agustus. Seharusnya pekerjaan ini memakan waktu enam bulan, tetapi secara efektif hanya empat bulan. Jadi waktunya sangat mepet,” katanya.

Tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, DPUPR Jepara juga bekerja sama dengan Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendukung taman.

Beberapa kebutuhan seperti penerangan taman dan meja-mebel UMKM masih diperjuangkan melalui kolaborasi tersebut.

“Kami mengajukan permohonan kepada HIMKI untuk memberikan bantuan, khususnya berupa aksesoris dan perlengkapan seperti lampu taman serta meja. Itu adalah hal yang masih menjadi kekurangan kami,” katanya.

Bagi pelaku UMKM, kehadiran Taman KM Sukri bukan sekadar ruang hijau, melainkan simbol kesempatan. 

Lokasi yang rapi, nyaman, dan mudah diakses diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung serta meningkatkan penghasilan para pedagang kecil.

Jika tidak ada hambatan cuaca maupun teknis, pada akhir tahun ini Taman KM Sukri diharapkan menjadi wajah baru perekonomian rakyat Jepara, tempat di mana usaha kecil menemukan panggungnya, dan harapan berkembang bersama semangat kota. (Ito)

Pos terkait