Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Guru dari SMKN 1 Sambeng Lamongan, Jawa Timur, yaitu Muhammad Ali Alfian, terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam konferensi internasional AI di Thailand.
- Alfian memanfaatkan teknologi AI dalam bidang pendidikan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengembangkan inovasi Solar Helmet berdasarkan materi pembelajaran di kelas.
- Forum ini diikuti oleh 20 negara di kawasan Indo-Pasifik dan menyusun dokumen kebijakan pendidikan AI serta wirausaha.
, LAMONGAN– Muhammad Ali Alfian, seorang guru dari SMK Negeri 1 Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), terpilih sebagai perwakilan Indonesia dalam konferensi internasional dengan tema International Entrepreneurship in the Age of AI yang menghadirkan perwakilan dari lebih dari 20 negara di kawasan Indo-Pasifik.
Acara internasional ini mengupas peran kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan dan wirausaha.
Kehadiran guru SMK dari daerah menunjukkan bahwa inovasi berbasis teknologi tidak hanya muncul dari kota besar.
Alfian terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam konferensi Internasional Entrepreneurship di Era Kecerdasan Buatan yang diselenggarakan di Phuket, Thailand, pada 9–10 Desember 2025.
Acara tersebut diadakan oleh World Learning berkat dukungan dana dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Bagi Alfian, partisipasinya dalam forum internasional tersebut bukan hanya sekadar perjalanan ke luar negeri. Ia menyampaikan kisah bagaimana pendidikan vokasi di daerah mampu menghasilkan inovasi teknologi, serta membangkitkan semangat wirausaha.
“Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara kontekstual dalam pendidikan dan kewirausahaan, khususnya di daerah,” kata Alfian saat diwawancarai oleh wartawan, Selasa (16/12/2025).
Ia menyatakan komitmennya untuk mendorong siswanya agar berpikir kreatif, mampu beradaptasi dengan teknologi, serta berani memulai usaha sejak dini.
Pendiri Startup Energi, Kembangkan Helm Surya
Selain menjadi seorang guru, Alfian juga terkenal sebagai Pendiri dan Direktur Eksekutif PT Solar Inovasi Persada, sebuah perusahaan startup teknologi energi.
Salah satu inovasinya ialah Solar Helmet, helm yang menggunakan tenaga surya yang muncul dari kegiatan belajar di kelas.
Inovasi tersebut membawa Alfian meraih berbagai penghargaan nasional, serta menjadi contoh nyata penggabungan pembelajaran vokasi dengan dunia industri dan wirausaha.
AI Sebagai Mitra Berpikir Guru dan UMKM
Pada konferensi itu, Alfian tampil sebagai narasumber dalam sesi Solutions Sprint: Practical Digital Tools and Case Studies.
Ia berbagi pengalamannya menggunakan kecerdasan buatan sebagai mitra pemikir bagi guru dan pelaku UMKM.
Menurut Alfian, kecerdasan buatan bisa dimanfaatkan dalam menyusun rencana bisnis, mengidentifikasi peluang pasar serta merancang strategi pemasaran dengan lebih efektif.
“AI saat ini bukan hanya alat. Bagi guru dan UMKM, AI dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi dan wirausaha baru, bahkan dari ruang kelas di daerah,” katanya.
Lamongan Menggema di Forum Global
Kehadiran Alfian di forum internasional tersebut, menunjukkan bahwa inovasi pendidikan tidak hanya muncul dari kota-kota besar. Nama Lamongan turut terdengar dalam pembahasan global mengenai masa depan pendidikan dan ekonomi yang berbasis AI.
Acara ini juga menghasilkan rencana penyusunan laporan putih, sebagai saran kebijakan kerja sama antara Amerika Serikat dan negara-negara Indo-Pasifik dalam membangun pendidikan AI dan kewirausahaan.
Pengetahuan dari Forum Dunia untuk Sekolah dan UMKM Daerah
Setelah pulang dari Thailand, Alfian berharap jaringan dan ide yang didapatkannya dapat disampaikan kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat.
Ia berharap manfaat dari forum internasional tersebut benar-benar dirasakan oleh siswa SMK dan pelaku UMKM di wilayah tersebut.
“Semoga hal yang saya peroleh di forum dunia ini dapat kembali kepada kelas, siswa, dan UMKM di Lamongan,” tutup Alfian.
