Isi Artikel
– Gunung Merapi yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mengalami erupsi pada Sabtu (27/12/2025) siang.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, erupsi disertai dengan guguran awan panas terjadi selama dua kali.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan, guguran awan panas itu terjadi pada pukul 11.21 WIB dan 11.31 WIB.
“Pukul 11.21 WIB, jarak luncur 1.500 meter. Lalu pada pukul 11.31 WIB Jarak luncurnya 2.000 meter mengarah ke barat daya atau Hulu Kali Krasak,” ucapnya, dikutip dari , Sabtu.
Adapun status aktivitas Gunung Merapi saat ini adalah Level III atau Siaga.
Lantas, amankah berwisata di Lereng Merapi pada periode libur akhir tahun 2025?
Obyek wisata di lereng Gunung Merapi aman
Lereng Gunung Merapi kerap menjadi pilihan berlibur keluarga di momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Kawasan ini menawarkan berbagai aktivitas petualangan, seperti berjelajah ke Bunker Kaliadem menggunakan Jeep Lava Tour, Museum Sisa Hartaku, Kaliurang Park, hingga wisata santai dengan pemandangan indah di Bukit Klangon.
Meski sempat mengalami guguran awan panas, Agus memastikan bahwa masyarakat tetap bisa berwisata ke obyek wisata di lereng Gunung Merapi selama libur akhir tahun.
“Kondisinya masih aman. (Kawasan) Merapi untuk saat ini masih aman untuk dikunjungi,” kata dia, dikutip dari rekaman video yang diterima , Minggu (28/12/2025).
Agus juga membantah kabar dan narasi yang beredar di media sosial soal keadaan Gunung Merapi yang mengkhawatirkan.
Dia memastikan, informasi yang berkembang di media sosial saat ini adalah hoaks.
Untuk menghindari kesalahan informasi, masyarakat sebaiknya mengecek aktivitas Gunung Merapi melalui akun media sosial resmi Badan Geologi, @badan.geologi.
Hal yang sama juga diimbau kepada pengelola wisata di kawasan Gunung Merapi.
Harapannya mitigasi bisa cepat dilakukan apabila ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi.
“(Pengelola wisata) juga sudah memiliki sarana prasarana terkait kedaruratan yang bisa digunakan dengan baik. Apapun situasinya, keselamatan pengunjung adalah yang paling utama,” tandasnya.
Aktivitas Gunung Merapi hari ini
Agus melaporkan bahwa saat ini Gunung Merapi memang sedang mengalami erupsi berkepanjangan.
Dia mencatat, gunung api itu sudah mengalami erupsi sejak 2021 sampai dengan sekarang.
Pantauan visual BPPTKG terkini menunjukkan, gunung api dengan ketinggian 2.968 mdpl itu diselimuti oleh kabut dan asap kawah.
Cuaca di sekitar gunung juga berawan dan mendung. Sedangkan angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara tercatat sekitar 22,9-28,3 derajat Celsius dengan kelembaban 69,5-87,7 persen.
Berdasarkan pengamatan pada Sabtu (28/12/2025) pukul 06.00-12.00 WIB, guguran terjadi sebanyak 15 kali dengan amplitudo 2-19 mm dan durasi 56.92-182.95 detik.
Adapun aktivitas kegempaannya terjadi sebanyak 1 kali dengan amplitudo 5 mm selama 78,6 detik.
Hasil pemantauan menyimpulkan bahwa status Gunung Merapi per Sabtu (28/12/2025) adalah Level III atau Siaga.
Imbauan BPPTKG
Menindaklanjuti aktivitas Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat.
Wilayah yang harus diwaspadai meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bisa saja terjadi karena letusan eksplosif yang dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan juga menunjukkan bahwa suplai magma masih berlangsung sehingga dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Begitu pun dengan gangguan yang ditimbulkan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
