Gempa Guguran Gunung Lewotobi Terjadi 1 Kali dalam 24 Jam Terakhir

Status Gunung Api Lewotobi Laki-laki Saat Ini

Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memiliki posisi geografis di Latitude -8.5389°LU, Longitude 122.7682°BT dan ketinggian sekitar 1584 mdpl. Saat ini, status gunung tersebut berada pada Level III atau Siaga. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik sedang dalam kondisi stabil, namun tetap memerlukan pengawasan lebih lanjut.

Kondisi Terkini Gunung Api Lewotobi Laki-laki

Berdasarkan laporan dari Petugas Posmat Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S Mboro, kondisi gunung dalam 24 jam terakhir menunjukkan penurunan aktivitas vulkanik. Dalam laporan yang diterbitkan Senin (15/12/2025) pukul 00.00 hingga 24.00 Wita, disebutkan bahwa:

Bacaan Lainnya
  • Aktivitas visual: Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang hingga tebal. Asap kawah utama berwarna putih dengan tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak.
  • Cuaca: Cerah hingga mendung, angin lemah ke arah utara, timur laut, barat daya, dan barat. Suhu udara berkisar antara 21-31°C.

Pengamatan Kegempaan

Berdasarkan data kegempaan selama periode pengamatan, tercatat beberapa jenis gempa:

  • 1 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2.9 mm dan durasi 68 detik.
  • 39 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 2.2-7.4 mm dan durasi 50-209 detik.
  • 2 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 2.2-7.4 mm dan durasi 20-23 detik.
  • 4 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4.4-5.9 mm, S-P 1.3-2.1 detik, dan durasi 12-16 detik.
  • 1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 14.8 mm, S-P 9.4 detik, dan durasi 38 detik.
  • 8 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2.9-29.6 mm, S-P 11-22 detik, dan durasi 47-126 detik.

Penurunan Status Gunung Api

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan status Gunung Api Lewotobi Laki-laki dari Level IV Awas menjadi Level III Siaga pada Senin (8/12/2025). Keputusan ini didasarkan atas analisis visual dan instrumental aktivitas gunung selama periode pengamatan 1 Desember hingga 7 Desember 2025.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, aktivitas vulkanik menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Data visual mencatat berkurangnya intensitas aktivitas permukaan. Gempa guguran yang masih fluktuatif lebih menunjukkan proses penyesuaian material pada lereng yang menuju kestabilan.

Aktivitas Vulkanik dan Potensi Bahaya

Meskipun gempa embusan mengalami sedikit peningkatan, hal ini menunjukkan adanya pelepasan tekanan gas dari lapisan dangkal, bukan tanda eskalasi menuju erupsi. Gempa tremor non-harmonik juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, menunjukkan suplai magma yang sebelumnya aktif kini lebih banyak mengisi rekahan di kedalaman dangkal dengan laju yang melambat.

Gempa tremor harmonik dan gempa low frequency meningkat, tetapi aktivitas ini menggambarkan pergerakan fluida pada kedalaman, bukan migrasi magma yang kuat ke arah permukaan. Tidak terekamnya gempa vulkanik dangkal juga memperkuat gambaran bahwa tidak ada tekanan signifikan pada zona dangkal yang biasanya memicu erupsi.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Saat ini, status Gunung Api Lewotobi Laki-laki berada di Level III dengan rekomendasi sebagai berikut:

  1. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 km dari pusat erupsi.
  2. Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
  3. Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
  4. Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
  5. Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
  6. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki.

Informasi Tambahan

Untuk informasi lebih jelas dapat menghubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606.


Pos terkait