Ringkasan Berita:
- Gempa terbaru terjadi pada hari Minggu, 18 Januari 2026 pukul 04:57 WIB, dengan kekuatan 2,4 skala Richter di sebelah barat daya Kota Bogor, Jawa Barat.
- Titik episentrum terbaru berada di 19 km barat daya Bogor, dengan koordinat 6.72 LS – 106.67 BT, dan kedalaman sekitar 5 km.
- Gempa yang terjadi di Bogor bersifat lokal dengan kekuatan rendah, informasi resmi bisa dilihat melalui situs BMKG dan akun X @infoBMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan data gempa terbaru di wilayah barat daya Kota Bogor, Jawa Barat, pada hari Minggu, 18 Januari 2026.
Sebagai informasi, BMKG adalah lembaga pemerintah non-kementerian di Indonesia yang berperan dalam memantau dan meneliti mengenai cuaca (meteorologi), iklim (klimatologi), serta geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
Kota Bogor yang terkena dampak gempa terbaru berada di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Secara geografis, Bogor terletak di sebelah selatan Jakarta dan merupakan bagian dari kawasan metropolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
Jarak antara Kota Bogor dengan Bandung (ibukota Provinsi Jawa Barat) sekitar 120–150 kilometer, tergantung jalur yang dipilih.
Pengumuman BMKG menyebutkan bahwa gempa yang terjadi di barat daya Bogor memiliki kekuatan sebesar 2,4 skala Richter.
Besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi diukur melalui skala magnitudo, yang dihitung secara ilmiah menggunakan alat yang disebut seismograf untuk merekam getaran bumi.
Waktu kejadian gempa bumi di Bogor diperkirakan sekitar pukul 04.57 WIB.
Informasi dari BMKG, gempa di Bogor berada pada koordinat 6.72 LS, 106.67 BT.
Disebutkan pula, lokasi gempa terbaru berada 19 km di sebelah barat daya Bogor.
Data BMKG menyebutkan bahwa gempa bumi terbaru di Bogor terjadi pada kedalaman 5 km.
Informasi gempa Bogor ini dapat Anda lihat melalui situs resmi BMKG di x @infoBMKG.
#Gempa Mag:2.4, 18-Jan-2026 04:57:00WIB, Lok:6.72LS, 106.67BT (19 km BaratDaya KOTA-BOGOR-JABAR), Kedlmn:5 Km #BMKG
DisclaimerInformasi ini menekankan kecepatan, sehingga hasil pemrosesan data belum sepenuhnya stabil dan dapat berubah seiring dengan lengkapnya data,”tulis BMKG di halaman x @nfoBMKG
Apa yang Perlu Dilakukan Sebelum, Saat, dan Setelah Gempa Bumi
Sebelum Terjadi gempa bumi
A. Kunci Utama adalah
Mengenali apa yang dimaksud dengan gempa bumi;
Pastikan bahwa bentuk dan posisi rumah Anda mampu mengurangi risiko bahaya yang diakibatkan oleh gempa bumi (seperti tanah longsor, liquefaction, dan lainnya);
Mengevaluasi dan melakukan perbaikan kembali struktur bangunan Anda untuk mengurangi risiko bahaya gempa bumi.
B. Kenali Lingkungan Kerja Anda
Perhatikan posisi pintu, lift, dan tangga darurat, jika terjadi gempa bumi, pastikan Anda tahu lokasi paling aman untuk berlindung;
Belajar melakukan P3K;
Mempelajari cara menggunakan alat pemadam api;
Catat nomor telepon penting yang bisa dihubungi saat terjadi gempa bumi.
C. Persiapan Harian di Tempat Kerja dan Tinggal Anda
Perabotan seperti lemari dan kabinet ditempatkan dengan cara dipaku atau diikat ke dinding agar tidak terjatuh, roboh, atau berpindah posisi saat terjadi gempa bumi.
Simpan bahan yang mudah terbakar di lokasi yang tahan terhadap kerusakan untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Selalu mematikan aliran air, gas, dan listrik ketika tidak sedang digunakan.
D. Penyebab kesengsaraan yang paling sering terjadi saat gempa bumi adalah akibat jatuhnya benda atau material
Atur barang yang berat sebanyak mungkin berada di bagian bawah
Periksa kestabilan benda yang digantung yang berisiko jatuh saat terjadi gempa bumi (seperti lampu, dll).
E. Alat yang wajib tersedia di setiap lokasi
Kotak P3K;
Senter/lampu baterai;
Radio;
Makanan suplemen dan air.
Saat Terjadi gempa bumi
A. Jika Anda berada di dalam sebuah gedung
Lindungi tubuh dan kepala Anda dari puing-puing bangunan dengan berlindung di bawah meja dan sebagainya;
Temukan lokasi yang paling aman dari bangunan yang rusak dan gempa;
Lari keluar jika masih mungkin dilakukan
B. Jika berada di luar gedung atau ruang terbuka
Mencegah diri dari struktur di sekitar Anda seperti bangunan, tiang listrik, pohon, dan lainnya
Perhatikan posisi kaki Anda, hindari jika terjadi retakan tanah
C. Jika Anda sedang mengemudikan kendaraan
Keluar, turun, dan menjauhi kendaraan serta hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran;
Lakukan point B.
D. Jika Anda berada atau tinggal di daerah pesisir
Hindari wilayah pesisir agar terhindar dari ancaman tsunami.
E. Jika Anda tinggal di wilayah pegunungan
Jika terjadi gempa bumi, sebaiknya hindari area yang berpotensi mengalami tanah longsor.
Setelah Terjadi gempa bumi
A. Jika Anda sedang berada di dalam sebuah bangunan
Keluar dari gedung tersebut secara teratur;
Jangan memakai escalator atau lift, gunakan tangga konvensional;
Periksa apakah ada korban luka, berikan pertolongan pertama;
Hubungi atau mintalah bantuan jika terjadi cedera berat pada diri Anda atau di sekitar Anda.
B. Periksa kondisi lingkungan di sekitar Anda
Periksa apabila terjadi kebakaran.
Cek apakah terjadi kebocoran gas.
Cek apakah terjadi korsleting listrik.
Cek alur dan saluran air.
Periksa apakah terdapat hal-hal yang berbahaya (mematikan aliran listrik, tidak menyalakan api, dll)
C. Jangan memasuki bangunan yang telah terkena gempa
Karena kemungkinan masih ada sisa bangunan yang rusak.
D. Jangan melintasi wilayah sekitar gempa bumi
Masih terdapat risiko bahaya lanjutan.
E. Mendengarkan informasi.
Mengikuti informasi tentang gempa bumi melalui radio (jika terjadi gempa lanjutan).
Jangan cepat terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak memiliki sumber jelas.
F. Mengisi kuesioner yang disediakan oleh lembaga terkait untuk mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi
G. Jangan khawatir dan jangan pernah lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi menjaga keamanan dan keselamatan kita semua.
(*)
(/Amiruddin)
Berita Gempa Terkini
Baca Berita Terbaru Tribun Kaltara di Google News
