Gempa 4,2 SR Guncang Enggano Bengkulu, Informasi BMKG

Ringkasan Berita:

  • Gempa bumi dengan kekuatan 4,2 skala Richter mengguncang wilayah Enggano, Bengkulu.
  • BMKG memberikan panduan langkah-langkah yang perlu diambil ketika terjadi gempa bumi.

 

https://mediahariini.com– Gempa bumi dengan kekuatan 4,2 skala Richter mengguncang Pulau Enggano, Bengkulu pada hari Jumat (12/12/2025).

BMKG mengumumkan, gempa bumi terjadi di Enggano, Bengkulu pada pukul 21.15.36 WIB.

Episentrum gempa berada di 4.92 LS-101.93 BT. Gempa tersebut terjadi di 60 km sebelah barat laut Enggano, Bengkulu dengan kedalaman 12 km.

Berikut informasi gempa terbaru yang diambil dari Twitter @infobmkg melalui https://mediahariini.com:

#Gempa Mag:4,2, 12-Des-2025 21:15:36WIB, Lok:4,92LS, 101,93BT (60 km BaratLaut ENGGANO-BENGKULU), Kedlmn:12 Km #BMKG Pernyataan: Informasi ini berfokus pada kecepatan, sehingga hasil pemrosesan data belum stabil dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data

Berikut langkah yang harus kamu lakukan ketika gempa terjadi:

1. Tetap tenang

Saat gempa terjadi, usahakan untuk tidak takut dan tetap tenang!

Tarik napas perlahan, kemudian amati lingkungan sekitar dan tentukan lokasi yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

Jika sedang berada di dalam penginapan saat gempa terjadi, usahakan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kamu.

Berlindung di bawah meja merupakan lokasi paling aman untuk menjaga diri dari benda-benda yang jatuh akibat gempa.

Kemudian, lindungi kepala menggunakan benda yang lembut.

Contohnya bantal, helm, papan, atau yang paling efisien kamu bisa memanfaatkan kedua tangan dalam posisi terbuka.

3. Di luar ruangan

Jika kamu sedang berada di luar ruangan saat terjadi gempa, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menjauhi bangunan dan tiang serta berpindah ke area yang terbuka.

Tenanglah diri dengan menghirup napas perlahan dan jangan melakukan apa pun.

Karena, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa berikutnya.

4. Di kerumunan

Jika pada saat itu kamu berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kekacauan.

Untuk mencegah hal tersebut, kamu sebaiknya mengikuti petunjuk dari petugas penyelamat dan berusaha langsung menuju tangga darurat agar sampai ke area terbuka.

5. Di pegunungan atau dataran tinggi

Jika terjadi gempa saat kamu sedang berada di pegunungan, segeralah berpindah ke area terbuka untuk mencari perlindungan.

Hindari area di sekitar lereng karena berisiko terjadi tanah longsor yang dapat membahayakan nyawa.

6. Di laut

Gempa bumi di dasar laut dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami.

Jika terjadi gempa, segeralah berpindah ke area yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

Bagi yang sedang melakukan perjalanan ketika gempa terjadi, peganglah dengan kuat agar tidak jatuh.

Berhenti di tempat yang terbuka dan tinggalkan di sana.

Selanjutnya diketahui bahwa gempa bumi diukur menggunakan skala MMI.

Berdasarkan skala MMI yang diambil dari situs BMKG, berikut informasi MMI yang bisa dipelajari.

I MMI

Gempa bumi tidak terasa kecuali dalam kondisi yang sangat luar biasa oleh sejumlah orang.

II MMI

Getaran atau guncangan gempa terasa oleh sejumlah orang, benda-benda kecil yang digantung seperti lampu gantung berayun.

III MMI

Gempa bumi terasa jelas di dalam rumah.

Gempa terasa seperti sedang berada di dalam truk yang sedang melaju.

IV MMI

Pada siang hari, terasa oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan beberapa orang di luar rumah merasakan getaran, genteng retak, jendela dan pintu bergetar hingga berbunyi, serta dinding mengeluarkan suara.

V MMI

Gempa bumi dapat dirasakan oleh sebagian besar orang, orang-orang berlarian, peralatan rumah tangga retak, barang-barang terlempar, tiang dan benda besar tampak berayun, serta lonceng bisa berhenti berayun.

VI MMI

Gempa bumi terasa oleh seluruh masyarakat.

Banyak orang kaget dan lari keluar, plester dinding mengelupas dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan yang tidak terlalu parah.

VII MMI

Semua orang yang ada di dalam rumah pergi keluar.

Kerusakan kecil pada rumah yang memiliki struktur dan konstruksi yang bagus.

Sementara itu, pada bangunan yang memiliki konstruksi yang tidak memadai terjadi retakan atau bahkan kerusakan, pipa asap retak.

Dan getaran bisa dirasakan oleh seseorang yang sedang mengendarai kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan kecil pada struktur bangunan yang kokoh.

Retak pada struktur bangunan yang memiliki konstruksi tidak memadai, dinding terlepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen ambruk, serta air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang memiliki konstruksi kokoh, struktur rumah menjadi miring, terdapat banyak retakan.

Rumah terlihat berpindah dari fondasi awalnya. Pipa-pipa di dalam rumah rusak.

X MMI

Bangunan kayu yang kokoh rusak, kerangka rumah terlepas dari fondasinya, tanah retak dan rel melengkung, longsoran tanah terjadi di setiap sungai serta daerah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit saja yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa yang berada di bawah tanah sudah tidak bisa digunakan lagi, tanah retak, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur sama sekali, gelombang terlihat di permukaan tanah.

Lanskap menjadi gelap, benda-benda terlempar ke langit

Pos terkait