Geliat politik Kaltim selama 2025, kepala daerah baru, PSU pilkada hingga politisi pindah partai

Ringkasan Berita:

  • Geliat politik di Kaltim sepanjang tahun 2025 diawali dengan pelantikan sejumlah kepala daerah 
  • Meski Pilkada serentak digelar tahun 2024, namun di tahun 2025 masih ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di dua wilayah Kaltim
  • Dua wilayah yang menggelar PSU Pilkada 2024 adalah Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu 
  • Menjelang akhir tahun 2025, Gerindra mengumumkan dua politisi yang resmi bergabung yakni Madri Pani dan Aulia Rahman Basri

 

Bacaan Lainnya

– Sepanjang tahun 2025, sejumlah geliat politik terjadi di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digelar 2024, namun Gubernur, Bupati dan Walikota yang terpilih untuk periode 2025-2030 baru dilantik pada Februari 2025 ini.

Selain itu, ada dua daerah di Kaltim yakni Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang harus menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU). 

Sementara menjelang akhir tahun 2025, sejumlah partai politik juga menggelar acara tingkat provinsi yang diramaikan sejumlah kader dan petinggi partai.

Acara partai ini menjadi menarik, karena sejumlah politisi kemudian diumumkan berganti baju alias pindah partai.

Berikut deretan geliat politik di Kaltim sepanjang tahun 2025 ini:

Februari 2025

1. Pelantikan 8 Kepala Daerah di Kaltim

Kamis (20/02/2025), 8 Kepala Daerah dilantik bersama dengan ratusan kepala daerah lainnya di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Delapan pasangan kepala daerah dan wakilnya di Kaltim yang resmi dilantik Prabowo adalah:

Provinsi Kalimantan Timur

  • Gubernur: H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E.
  • Wakil Gubernur: Ir. H. Seno Aji, M.Si.

Kabupaten Paser

  • Bupati: dr. Fahmi Fadli
  • Wakil Bupati: H. Ikhwan Antasari, S.Sos

Kabupaten Kutai Timur

  • Bupati: Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si
  • Wakil Bupati: H. Mahyunadi, SE., M.Si

Kabupaten Kutai Barat

  • Bupati: Frederick Edwin
  • Wakil Bupati: H. Nanang Adriani, S.PKP., M.Si.

Kabupaten Penajam Paser Utara

  • Bupati: Mudyat Noor, S.HUT
  • Wakil Bupati: Abdul Waris Muin

Kota Samarinda

  • Walikota: Dr. H. Andi Harun
  • Wakil Walikota: H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M.

Kota Balikpapan

  • Walikota: Rahmad Mas’ud, S.E.
  • Wakil Walikota: Dr. Ir. Bagus Susetyo

Kota Bontang

  • Walikota: dr. Neni Moerniaeni, SP.OG
  • Wakil Walikota: Agus Haris, S.H

2. Tiga calon bupati di Kaltim tak ikut dilantik

Sementara 8 kepala daerah di Kaltim ikut pelantikan 20 Februari 2025, ada 3 calon bupati yang tak ikut dilantik.

Tiga calon bupati di Kaltim ini juga belum ditetapkan sebagai Kepala Daerah terpilih karena hasil Pilkada 2024 masih bersengketa di Mahkamah Konstitusi. 

Tiga daerah belum selesai sengketa Pilkada 2024 di MK adalah Kutai Kartanegara (Kukar), Berau dan Mahakam Ulu (Mahulu).

3. Hasil sidang putusan MK sengketa Pilkada Kukar, Berau dan Mahulu 2024 

Mahkamah Konstitusi membacakan putusan sengketa Pilkada Kukar, Berau dan Mahulu 2024, Senin (24/2/2025).

Untuk putusan sengketa Pilkada Berau 2024, gugatan yang diajukan Madri Pani ditolak. 

Paslon Sri Juniarsih Mas-Gamalis segera ditetapkan sebagai kepala daerah terpilih oleh KPU.

Putusan MK untuk sengketa Pilkada Kukar 2024 menetapkan calon Bupati Kukar, Edi Damansyah didiskualifikasi. 

KPU Kukar juga diminta untuk menggelar PSU Pilkada Kukar 2024 dengan dua paslon tetap yakni Awang Yacoub Luthman-Akhmad Jaiz dan Dendi Suryadi-Alif Turiadi tetap. 

Sementara, partai atau koalisi partai harus mengusung nama lain sebagai calon bupati untuk maju bersama Rendi Solihin di PSU Pilkada Kukar 2024.

Di sengketa Pilkada Mahulu 2024, MK memutuskan mendiskualifikasi paslon Owena Mayang Shari Belawan-Stanislaus Liah.

MK menetapkan KPU Mahulu untuk menggelar PSU dengan paslon pengganti Owena-Stanislaus serta dua paslon lainnya tetap yakni Yohanes Avun-Yohanes Juan Jenau dan Novita Bulan-Arya Fathra Marthin. 

April 2025

1. Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Berau 2025-2030

Sri Juniarsih Mas dan Gamalis kembali melanjutkan memimpin Kabupaten Berau untuk periode kedua 2025-2030.

Selasa (15/4/2025) Sri Juniarsih-Gamalis dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Berau oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud di Pandopo Odah Etam Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

2. PSU Pilkada Kukar 2024

Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2024 digelar Sabtu (19/4/2025).

PSU Pilkada Kukar 2024 diikuti tiga paslon yakni Aulia Rahman Basri-Rendi Solihin, Awang Yacoub Luthman-Akhmad Jaiz dan Dendi Suryadi-Alif Turiadi.

Aulia Rahman Basri menggantikan posisi Edi Damansyah sebagai calon bupati Kukar.

Mei 2025

PSU Pilkada Mahulu 2024 digelar Sabtu (24/5/2025).

Ada tiga paslon di PSU Pilkada Mahulu 2024 yakni Yohanes Avun-Yohanes Juan Jenau, Novita Bulan-Arya Fathra Marthin dan Angela Idang Belawan-Suhuk.

Paslon Angela Idang Belawan-Suhuk menggantikan Owena Mayang Shari Belawan-Stanislaus Liah yang didiskualifikasi MK.

Juni 2025

Senin (23/6/2025), Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2030.

Aulia Rahman Basri-Rendi Solihin dilantik Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud di Pendopo Lamin Etam, Samarinda. 

September 2025

1. Madri Pani mundur dari Nasdem

Calon Bupati di Pilkada Berau 2024 mengumumkan mundur dari Nasdem.

Madri Pani adalah salah satu politisi senior di Berau, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Berau 2019–2024.

Madri Pani menyebut keputusannya mundur dari NasDem merupakan pilihan yang berat, namun harus diambil.

Ia menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan yang telah mendukungnya selama ini.

“Tidak ada masalah. Saya ingin keluar dari Partai NasDem agar kedepan lebih besar.

Saya merasa kini takutnya kini beban karena tidak bisa berkontribusi,” ujarnya kepada , Kamis (18/9/2025).

Alasan lain, Madri mengungkapkan ingin lebih banyak waktu bersama keluarga dan anak semata wayangnya.

Selama berkecimpung di perpolitikan, hingga terakhir mencalon Bupati Berau, Madri merasa masih kurang waktu kebersamaannya bersama keluarga.

“Agar dekat dengan keluarga, anak saya juga perlu perhatian khusus.

Dulu–dulunya saya jarang berinteraksi dengan keluarga, nah sekarang waktunya saya dekat dengan keluarga dan masyarakat.

Ada saatnya kita mengejar target, ada saatnya kita stop untuk mengejar target,” jelasnya.

Kemungkinan bergabung ke partai lain, Madri juga mengungkapkan langkah kedepannya berpolitik agar kembali berkontribusi untuk masyarakat Bumi Batiwakkal.

“Ya saya mungkin akan pertimbangkan jika memang ada tempat baru untuk saya berpijak.

Dan berpikir untuk memajukan Kabupaten Berau ini,” tandasnya.

2. Pelantikan Bupati-Wabup Mahulu

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud melantik Angela Idang Belawang-Suhuk sebagai Bupati dan Wabup Mahulu periode 2025-2030, Senin (23/9/2025).

November 2025

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerindra Kaltim yang digelar Minggu (23/11/2025) menjadi geliat politik yang disorot jelang penutup tahun.

Dalam Rakerda yang digelar di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Seno Aji, Ketua DPD Gerindra Kaltim mengumumkan masuknya dua politisi kawakan Kaltim, Madri Pani dan Aulia Rahman Basri.

“Selamat datang dan selamat bergabung, kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk keduanya.

Saya harap, dengan perahu baru ini, baik Bapak Aulia Basri dan Madri Pani, bisa lebih berkembang,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji kepada .

Sebelumnya, Madri Pani telah mengumumkan mundur dari Nasdem.

Sedangkan Aulia Rahman Basri diketahui adalah Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kukar dan diusung PDIP di PSU Pilkada Kukar 2024.  

Madri Pani menegaskan keputusannya berpindah partai bukan karena adanya masalah internal di NasDem, melainkan dorongan pribadi untuk memperluas pengetahuan dan pengalaman politik.

“Saya sudah mengatakan dengan NasDem,” katanya kepada , (23/11/2025).

Madri Pani menuturkan, proses kepindahan ke Gerindra dilakukan dengan baik tanpa meninggalkan persoalan.

Ia juga memastikan komunikasi dengan petinggi NasDem tetap terjaga.

“Saya masuk NasDem baik-baik. Begitu juga keluarnya dan masih berkomunikasi dengan teman-teman di NasDem,” tambahnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Aulia Rahman Basri soal kepindahannya ke Gerindra mengatakan keputusannya adalah untuk Kabupaten Kukar. 

“Intinya gini, sebagaimana yang saya sampaikan tadi.

Apa pun yang kita lakukan hari ini, kita ingin memberikan kesempatan pembangunan yang terbaik untuk Kabupaten Kukar,” ujarnya, Senin (24/11/2025) setelah upacara Hari Guru Nasional.

Aulia menambahkan seluruh keputusan yang diambil, termasuk soal politik, akan selalu diarahkan untuk mendukung kemajuan Kukar.

“Jadi apa pun itu yang bisa membawa pembangunan yang lebih baik lagi ke Kukar, itulah arah tujuan kita,” lanjutnya.

Ketika kembali ditanya apakah ia sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra, Aulia memberikan jawaban singkat sambil berlalu meninggalkan wartawan.

“Yang tahu-tahu aja,” katanya sambil tersenyum.

()

Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.

Pos terkait