Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2023 mencapai Rp9.891 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,5 persen secara tahunan. Angka ini menjadi indikasi positif terhadap kondisi perekonomian nasional yang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Pertumbuhan M2 terutama didorong oleh kenaikan uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Dengan pangsa 55,9 persen dari M2, M1 tumbuh sebesar 2,1 persen secara tahunan menjadi Rp4.935 triliun. Komponen M1 ini terdiri dari uang kartal yang beredar di masyarakat serta giro rupiah. Pada Desember 2023, uang kartal meningkat 8,7 persen secara tahunan menjadi Rp975,9 triliun, sementara giro rupiah mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen.
Di sisi lain, uang kuasi yang menyumbang 44,6 persen dari M2, mencapai Rp3.820,0 triliun dengan pertumbuhan sebesar 4,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama berasal dari simpanan berjangka yang tumbuh 4,9 persen yoy. Namun, penurunan pertumbuhan uang kuasi dibandingkan bulan sebelumnya menunjukkan adanya penyesuaian dalam pola pengeluaran masyarakat.
Selain itu, kebijakan pemerintah dan aktivitas ekonomi yang semakin dinamis juga turut memengaruhi arus uang. Survei Populix menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat optimis terhadap kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 2025. Sebanyak 41% responden percaya bahwa ekonomi akan membaik pada paruh kedua 2025, sementara 13% yakin akan terjadi perbaikan signifikan. Alasan utama optimisme ini adalah kebijakan pemerintah yang dianggap pro-usaha, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta peningkatan lapangan kerja.
Namun, tidak semua orang merasa yakin. Sebanyak 13% responden tetap pesimis terhadap kondisi ekonomi, dengan alasan utama seperti tingginya angka pengangguran, kasus korupsi, dan biaya hidup yang meningkat. Meski demikian, mayoritas responden tetap berharap adanya perbaikan yang dapat membawa Indonesia menuju pertumbuhan yang lebih stabil.
Pemilu 2024 juga turut memengaruhi peredaran uang. Kajian LPEM FEB UI menunjukkan bahwa selama masa pemilu, jumlah uang beredar cenderung meningkat karena peningkatan pengeluaran dalam kampanye dan aktivitas politik. Hal ini berdampak positif pada konsumsi masyarakat dan investasi, meskipun diperkirakan hanya bersifat jangka pendek.
Dengan pertumbuhan uang beredar yang signifikan, Indonesia tampaknya sedang melalui fase transisi menuju perekonomian yang lebih stabil. Meski tantangan masih ada, harapan akan perbaikan ekonomi terus tumbuh, baik dari kalangan masyarakat maupun para pelaku bisnis.
