FGD Kota Lama Manado: Menghidupkan kembali, Kota tercantik di Timur, lewat teknologi 3D

Ringkasan Berita:

  • Seorang Dosen Prodi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNIMA menggelar FGD.
  • Dosen tersebut adalah Anindya Puspita Putri. 
  • Ia mengadakan FGD dengan tema Visualisasi model tiga dimensi (3D) kota lama Manado sebagai media pembelajaran di Museum Provinsi Sulut tahun 2025, Jumat (19/12/2025). 

, Manado –Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Visualisasi model tiga dimensi (3D) kota lama Manado sebagai media pembelajaran di Museum Provinsi Sulut tahun 2025 berlangsung di Cafe D Tang, Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (19/12/2025). 

Bacaan Lainnya

FGD tersebut diadakan oleh Anindya Puspita Putri. 

Dia adalah Dosen Prodi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNIMA yang merupakan penerima manfaat program dana Indonesiana, salah satu program dari Kementerian Kebudayaan. 

Anindya tampil sebagai narasumber FGD. 

Narasumber lainnya adalah Kadis Kebudayaan Sulut Jani Lukas, Akademisi Program studi Ilmu Sejarah Unsrat yang juga sejarawan

Roger Kembuan serta Arkeolog Pelestari PPNS Cagar Budaya Faiz Muhammad Anis Kaba. 

Para peserta terdiri dari kalangan budayawan, akademisi, mahasiswa, ASN dan masyarakat. 

FGD diawali dengan pemaparan para narasumber dan berlanjut dengan diskusi. 

Kadis Kebudayaan Jani Lukas menuturkan, visualisasi 3D kota lama Manado adalah sebuah karya unik yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, terlebih Gen Z. 

Pihaknya menyambut dengan tangan terbuka karya itu untuk masuk ke museum. “Ini sangat bermanfaat,” kata dia. 

Menurut dia, visualisasi tersebut pun searah dengan program memajukan pariwisata dari Gubernur Sulut Yulius Selvanus. 

Sebut dia, Yulius Selvanus adalah gubernur yang sangat menaruh minat pada pengembangan budaya.

“Kami punya program untuk menjadikan Manado kota wisata budaya,” katanya 

Ia berjanji akan melaporkan visualiasi 3D tersebut ke Gubernur Sulut Yulius Selvanus. 

Sementara Roger Kembuan membeber sejarah singkat kota Manado. 

“Manado ini oleh para pengelana eropa di zaman dahulu dikenal sebagai kota yang paling cantik di timur,” katanya.

Sebut dia, banyak bangunan yang dibangun di kota Manado. 

Tapi sedikit yang tersisa. 

“Salah satunya adalah pemboman masif di kota Manado pada perang Dunia dua, Manado termasuk kota yang paling sengit di bom,” katanya. 

Sementara Faiz meninjau kota tua dari perspektif HUL (Historic Urban Landscape). 

Sebut dia, visualiasi itu merupakan cara untuk menjelajahi kota tua dengan teknologi di museum. 

“Ini akan sangat menarik bagi anak anak muda,” kata dia. 

Dalam paparannya, Anindya membeberkan, pihaknya membuat visualisasi 3D kota lama Manado berdasarkan kajian peta lama serta data arsip nasional. “Kami juga adakan survei lapangan,” katanya. 

Pembuatan visualisasi kini sudah dalam tahapan finishing. 

Dia berencana akan menaruhnya di museum daerah. 

Saat pemaparan, Anindya sempat memutar cuplikan visualisasi 3D tersebut. 

Tampaklah wajah benteng Nieuw Amsterdam yang dulunya berdiri kokoh di pusat kota Manado. 

Melihat visualisasi itu menimbulkan sensasi seperti tengah berjalan memasuki benteng itu dan mengelilinginya. 

“Kami peroleh gambaran lengkap tentang benteng itu, bentuk jendelanya dan lainnya, nanti akan ditambahkan lagu 

serta narasi,” kata dia.

Kepada Tribun manado, ia sempat buka bukaan tentang apa yang mendorongnya menciptakan visualiasi 3D kota lama Manado. 

Semuanya berasal dari riset kecil yang dilakukan. 

“Sewaktu saya tiba di Manado, saya melihat sepertinya kota ini kurang memiliki nuansa urban heritage karena sejarah kelamnya akibat pengeboman saat perang dunia II dan perkembangan kota, padahal kota ini kaya akan sejarah,” kata dia. 

Belakangan kerjanya kian termotivasi melihat Gubernur Sulut saat ini punya minat dalam budaya. 

Ia berharap visualisasi tersebut akan bermanfaat bagi perkembangan budaya di Sulut. (Art)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Pos terkait