Ferry Irwandi berhenti buka donasi, apa pesan terakhirnya sebelum pamit?

Konten kreator Ferry Irwandi akhirnya menyelesaikan misi kemanusiaannya di wilayah terdampak bencana di Sumatera.

Melalui penggalangan dana yang dilakukan secara mandiri, Ferry berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 10,3 miliar dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Dana tersebut telah disalurkan dalam berbagai bentuk bantuan fisik, mulai dari logistik dasar hingga infrastruktur energi untuk warga yang terisolasi.

Namun, seiring dengan berakhirnya masa tugas di lapangan, Ferry memutuskan untuk menghentikan pembukaan donasi baru.

Mengapa Ferry Irwandi memutuskan berhenti membuka donasi?

Meski antusiasme publik untuk menyumbang masih tinggi, Ferry Irwandi secara resmi mengumumkan penutupan keran donasi.

Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Ferry menyebutkan bahwa kondisi fisik menjadi faktor utama dirinya tidak bisa melanjutkan pembukaan donasi baru.

“Saya minta maaf kepada teman-teman yang berharap saya bisa buka donasi lagi. Saya pengen banget, tapi kondisi kesehatan dan fisik saya sudah tidak lagi memadai,” ungkap Ferry dalam unggahan video di Instagram pribadinya @irwandiferry.

“(Kondisi saya) sudah mencapai batasnya, sudah mencapai limitnya, dan kalau saya paksakan, itu akan merugikan banyak orang dan hasilnya pasti tidak akan optimal,” jelasnya.

Ferry sendiri telah melakukan perjalanan selama lebih dari 20 hari menyusuri titik-titik bencana yang sulit dijangkau.

Karena perjalanan tersebut, Ferry menyebut bahwa tenaganya telah terkuras. Ia mengaku khawatir jika memaksakan diri membuka donasi justru akan berdampak buruk pada hasil penyaluran bantuan.

Bagaimana awal mula Ferry Irwandi membuka donasi untuk bencana Sumatera?

Aksi ini bermula dari inisiatif Ferry Irwandi untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di beberapa titik di Sumatera pada akhir November 2025.

Dana yang terkumpul dalam platform KitaBisa mencapai angka fantastis, yakni Rp 10,3 miliar.

Pada tahap awal, Ferry mengirimkan bantuan sebanyak 5,2 ton yang terdiri dari bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Namun, proses distribusi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ferry sempat mengungkapkan kesulitannya dalam mendapatkan transportasi udara untuk menjangkau titik bencana yang sulit diakses.

Pada tahap awal, Ferry dan timnya fokus menyalurkan bantuan ke daerah pedesaan.

“Hari ini di Aceh Tamiang itu sudah masuk juga satu dua truk, cuma kita berusaha untuk daerah hilir seperti pedesaannya itu. Untuk daerah kota, informasi yang kita dapat bantuan sudah cukup banyak masuk, sehingga kita upayakan yang pedesaan nya,” ujar Ferry kepada wartawan di Bandara Kualanamu, Kamis (4/12/2025).

Apa saja bantuan yang disalurkan untuk korban bencana Sumatera?

Tidak hanya memberikan bantuan dalam bentuk paket sembako, Ferry melaporkan bahwa dana miliaran rupiah tersebut dialokasikan untuk kebutuhan jangka panjang dan infrastruktur darurat.

Beberapa poin penyaluran yang dilaporkan meliputi:

  • Solar panel: Pemasangan panel surya di wilayah yang aliran listriknya terputus total akibat bencana.
  • Tandon air: Penyediaan akses air bersih melalui instalasi penampungan air.
  • Alat berat: Sewa alat berat untuk membantu proses evakuasi dan pembukaan akses jalan yang tertimbun longsor.
  • Logistik medis: Penyaluran obat-obatan dan dukungan untuk tenaga kesehatan di posko pengungsian.

Selain infrastruktur fisik, misi kemanusiaan Ferry juga menyasar pemulihan ekonomi warga.

Ia menginisiasi program pembelian hasil panen petani lokal seperti kopi Gayo, bawang merah, dan cabai. Sebelumnya, hasil panen warga ini sempat terancam membusuk karena tidak bisa didistribusikan ke pasar akibat jalan putus.

Ferry membantu penjualan komoditas tersebut hingga ke Jakarta. Tujuan program ini adalah memberikan napas ekonomi bagi para petani di Bener Meriah dan Takengon.

Berapa sisa donasi yang belum tersalurkan?

Dalam keterangannya, Ferry Irwandi menegaskan dirinya tidak mengambil keuntungan dari uang donasi tersebut.

Bahkan, untuk biaya operasional selama penyaluran tidak menggunakan uang donasi tersebut.

Biaya sewa pesawat Cessna Caravan dari Susi Air yang digunakan mengangkut logistik ke daerah terpencil, Ferry merogoh kocek pribadi dan kas perusahaan Malaka Project.

Pada Senin (29/12/2025), Ferry secara resmi berpamitan dari lokasi bencana setelah memastikan seluruh amanah donatur teralokasi.

“Dana Rp10,3 miliar hasil campaign kita bersama sudah teralokasikan semua. Untuk itu saya mohon pamit undur diri, pamit pulang, dan semoga Sumatera lekas pulih seperti sedia kala,” ujar Ferry dalam unggahan perpisahannya.

Pesan terakhir Ferry Irwandi sebelum berpamitan?

Ferry mengajak masyarakat yang masih ingin membantu untuk tidak berhenti berdonasi untuk para korban banjir Sumatera.

Ia menyarankan para donatur untuk menyalurkan bantuan melalui penggalangan dana lain yang masih aktif di berbagai platform.

“Jangan khawatir teman-teman, masih banyak penggalangan dana yang lain. Bisa di platform Kitabisa atau platform yang lain. Tinggal kalian cari saja yang terbaik yang bisa kalian percayai,” tutur Ferry.

Di akhir videonya, Ferry juga mengucapkan terima kasih untuk berbagai pihak yang terlibat dalam penyaluran donasi untuk korban bencana Sumatera.

(Sumber: / Disya Shaliha, Ady Prawira, Rahmat Utomo/ Editor: Ira Gita, Dian Maharani, Icha Rastika)

Pos terkait