Isi Artikel
Ringkasan Berita:
- Berikut ini beberapa fakta penetapan politisi senior PDIP Aria Bima yang menggantikan FX Rudy untuk memimpin Banteng Solo.
- Ia diketahui juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR.
- Inilah sosok dan rekam jejaknya.
– Berikut ini sejumlah fakta mengenai penunjukan politisi senior PDIP Aria Bima sebagai pengganti FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy) dalam memimpin Banteng Solo.
Penetapan tersebut menempatkan Aria Bima sebagai sosok penting di tubuh PDIP, terlebih ia juga diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI.
Posisi dan rekam jejaknya membuat publik kian penasaran dengan sosok yang kini dipercaya memimpin partai berlambang banteng moncong putih di Kota Solo itu.
Aria Bima dikenal sebagai kader senior PDIP yang telah lama berkiprah di dunia politik nasional.
Selain aktif di parlemen, pengalamannya di berbagai posisi strategis membuatnya dianggap mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari FX Rudy.
Dengan jabatan barunya, Aria Bima diharapkan membawa warna baru serta memperkuat konsolidasi politik PDIP di wilayah Solo.
Penunjukan ini turut menjadi perhatian publik, terutama karena Solo merupakan salah satu basis kuat PDIP.
Kehadiran Aria Bima dianggap akan memperkokoh eksistensi partai di daerah, sekaligus menjaga kesinambungan arah politik yang telah dibangun sebelumnya.
Kini, masyarakat menantikan langkah serta terobosan apa yang akan dilakukan Aria Bima dalam memimpin Banteng Solo di masa mendatang.
Estafet Kepemimpinan di Solo: Aria Bima Resmi Jabat Ketua DPC PDIP 2026–2030
Struktur kepemimpinan PDI Perjuangan di Kota Surakarta resmi memasuki babak baru.
Yohanes Aria Bima Trihastoto, atau yang lebih dikenal sebagai Aria Bima, telah ditunjuk oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Solo periode 2026–2030.
Penunjukan ini menarik perhatian publik karena Aria Bima menggantikan sosok FX Hadi Rudyatmo, tokoh senior yang telah lama memegang posisi tersebut dan dikenal sebagai orang kepercayaan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
Profil Aria Bima: Dua Dekade Mengabdi di Parlemen
Dikutip dari TribunSolo.com, Aria Bima bukanlah nama baru dalam kancah politik nasional maupun Jawa Tengah.
Politisi senior ini telah mendedikasikan dirinya selama lebih dari 20 tahun sebagai anggota legislatif di Senayan.
Saat ini, ia memegang posisi strategis sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI periode 2024–2029, di mana ia menjadi tokoh kunci dalam perumusan kebijakan pemerintahan dan reformasi birokrasi.
Mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V yang mencakup Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten, Aria Bima dikenal sebagai legislator yang vokal.
Ia konsisten mengawal isu-isu demokrasi serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Latar Belakang dan Karier Politik:
-
Kelahiran: Semarang, 29 Mei 1965.
-
Pendidikan: Alumnus Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM). Pernah menjabat Ketua Senat Fisipol UGM (1987–1989) dan aktif di GMNI.
-
Awal Karier: Bergabung dengan PDIP pada 1998 dan pertama kali menembus kursi DPR RI pada periode 2004–2009.
-
Dukungan Publik: Pada Pemilu 2024, ia berhasil meraup 115.123 suara, membuktikan basis dukungan yang solid di Dapilnya.
Dalam perannya di Komisi II, ia memiliki pandangan tegas mengenai mekanisme legislasi.
“RUU Pemilu seharusnya dibahas di Komisi II DPR, bukan di Baleg,” tegas Aria Bima dalam berbagai kesempatan.
Selain itu, ia juga mendorong modernisasi birokrasi, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan ASN dan pengarsipan nasional melalui sistem Srikandi atau Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi.
Penunjukan Langsung oleh DPP: Era Baru PDIP Solo
Perubahan struktur ini menandai pergeseran besar dalam tubuh partai di Solo.
Dua figur yang selama ini menjadi wajah utama PDIP Solo, yakni FX Hadi Rudyatmo dan Teguh Prakosa, tidak lagi masuk dalam jajaran pengurus inti untuk masa bakti 2025–2030.
Melalui Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP se-Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang pada 27–28 Desember 2025, DPP PDIP memutuskan untuk melakukan penyegaran total.
Selain Aria Bima sebagai Ketua, posisi Sekretaris kini dijabat oleh Budi Prasetyo (Ketua DPRD Solo), sementara posisi Bendahara dipercayakan kepada Bambang Gage.
Keputusan krusial ini dibacakan langsung oleh Ketua Fraksi PDIP DPR RI, Utut Adianto.
Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 13.33/KPTSDESKP/YTT/XII/2025 yang ditandatangani oleh Megawati Soekarnoputri dan Hasto Kristiyanto, Utut membacakan:
“Menimbang A, B, C, D, dan F; mengingat nomor 1–7; memperhatikan 1 dan 2; memutuskan, menetapkan: mengesahkan dan menetapkan Yohanes Aria Bima Trihastoto sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta masa bakti 2025–2030.
Mengesahkan dan menetapkan satu, Bambang Nugroho; dua, Budi Prasetyo sebagai calon personalia DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta masa bakti 2025–2030.”
Tanggapan Kader dan Demisioner
Meski sempat muncul harapan dari akar rumput agar Teguh Prakosa naik menjadi Ketua DPC, penunjukan langsung Aria Bima oleh pusat menjadi keputusan final yang harus diikuti.
Teguh Prakosa, yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPC, menanggapi hasil tersebut dengan singkat saat dihubungi pada Senin (29/12/2025).
Ia menyatakan bahwa masa tugasnya telah selesai seiring dengan terbentuknya kepengurusan baru.
“Saya sudah demisioner,” pungkas Teguh.
()
Jangan lewatkan berita-berita tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook
