Empat hotel tertinggi di dunia, dua di antaranya menara kembar

JAKARTA, Dunia arsitektur global terus berlomba menembus awan, menciptakan struktur yang tidak hanya megah secara visual tetapi juga menantang batas teknik sipil.

Dalam kategori gedung pencakar langit, terdapat pemisahan ketat antara bangunan campuran (mixed-use) seperti Burj Khalifa dan bangunan dengan fungsi tunggal (all-hotel structure).

Bacaan Lainnya

Bagi wisatawan elite dan pengamat properti, hotel yang menempati seluruh lantai gedung memberikan eksklusivitas yang tak tertandingi.

Berdasarkan data terbaru tahun 2026, berikut empat hotel tertinggi di dunia yang murni berfungsi sebagai bangunan hotel.

1. Ciel Tower, Dubai

Resmi merebut takhta tertinggi pada pengujung tahun 2025, Ciel Tower kini berdiri tegak sebagai hotel murni tertinggi di planet ini.

Terletak di jantung Dubai Marina, gedung ini merupakan simbol ambisi tanpa batas dari Uni Emirat Arab.

  • Tinggi: 374 Meter 
  • Lantai: 82 Lantai
  • Pengembang: The First Group
  • Arsitek: NORR Group 
  • Jumlah kamar: 1.042 kamar, termasuk 150 luxury suites
  • Nilai investasi: lebih dari 500 Juta dolar AS

Menggunakan lebih dari 12.000 meter kubik beton dan 2.700 ton baja pada fondasinya.

Hotel ini dilengkapi dengan infinity pool tertinggi di dunia pada lantai 76 dan dek observasi kaca 360 derajat di lantai 81.

Ciel Tower bukan sekadar hotel, ia adalah pencapaian teknik aerodinamis. Bentuknya yang melengkung dirancang untuk meminimalkan beban angin (wind load) pada ketinggian ekstrem.

2. Gevora Hotel, Dubai

Sebelum digeser oleh Ciel Tower, Gevora Hotel memegang rekor dunia selama beberapa tahun.

Gedung berwarna emas yang ikonik ini tetap menjadi primadona karena lokasinya yang sangat strategis di distrik finansial Dubai.

  • Tinggi: 356,3 Meter 
  • Lantai: 75 Lantai
  • Pengembang: Al Attar Group
  • Jumlah Kamar: 528 kamar, mulai dari kamar Deluxe hingga Penthouse
  • Nilai Investasi: tembus 140 juta dolar AS

Struktur all-concrete dengan fasad berlapis warna emas. Dikenal karena efisiensi ruangnya, gedung ini berdiri di atas lahan yang relatif sempit namun mampu memaksimalkan ketinggian secara vertikal.

Gevora berhasil membuktikan bahwa hotel berbintang 4 pun bisa bersaing dalam kemegahan arsitektur dunia, memberikan akses pemandangan kota yang setara dengan hotel bintang 5 bagi para tamunya.

3. JW Marriott Marquis Hotel Tower 1, Dubai 

Gedung ini unik karena terdiri dari dua menara kembar yang identik. Meski posisinya bergeser ke peringkat ketiga, JW Marriott Marquis tetap menjadi salah satu hotel paling fungsional dan prestisius di Business Bay.

  • Tinggi: 355 Meter
  • Lantai: 82 Lantai
  • Pengembang: Emirates Group
  • Arsitek: Archgroup Consultants
  • Jumlah Kamar: 804 kamar
  • Nilai Investasi untuk menara kembar ini 490 juta dolar AS

Desainnya terinspirasi pohon kurma, simbol budaya Arab. Struktur menaranya menggunakan sistem outrigger untuk stabilitas dan memiliki 28 lift berkecepatan tinggi.

Sebagai bagian dari Emirates Group, hotel ini dirancang untuk mendukung industri penerbangan dan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) berskala besar, menjadikannya salah satu hotel dengan kapasitas kamar terbesar di jajaran gedung pencakar langit.

4. JW Marriott Marquis Hotel Tower 2, Dubai 

Gedung ini unik karena terdiri dari dua menara kembar yang identik. Meski posisinya bergeser ke peringkat ketiga, JW Marriott Marquis tetap menjadi salah satu hotel paling fungsional dan prestisius di Business Bay.

  • Tinggi: 355 Meter
  • Lantai: 82 Lantai
  • Pengembang: Emirates Group
  • Arsitek: Archgroup Consultants
  • Jumlah Kamar: 804 kamar
  • Nilai Investasi untuk menara kembar ini 490 juta dolar AS

Desainnya terinspirasi pohon kurma, simbol budaya Arab. Struktur menaranya menggunakan sistem outrigger untuk stabilitas dan memiliki 28 lift berkecepatan tinggi.

Sebagai bagian dari Emirates Group, hotel ini dirancang untuk mendukung industri penerbangan dan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) berskala besar, menjadikannya salah satu hotel dengan kapasitas kamar terbesar di jajaran gedung pencakar langit.

Mengapa Dubai Mendominasi?

Jika Anda memperhatikan daftar di atas, ketiga hotel tersebut semuanya berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Secara analitis, hal ini terjadi karena beberapa faktor kunci:

Pemerintah Dubai memberikan insentif pajak dan kemudahan regulasi bagi pembangunan gedung super-tinggi (supertall).

Memiliki gedung “tertinggi” adalah alat pemasaran pariwisata yang sangat efektif bagi pemerintah dan juga pebisnis.

Ketersediaan tenaga ahli internasional dan teknologi konstruksi beton canggih memungkinkan pembangunan cepat di tanah pasir yang menantang.

Penting untuk diingat, gedung seperti Burj Khalifa (828 meter) atau Shanghai Tower (632 meter) memiliki hotel di dalamnya (Armani Hotel dan J Hotel), namun mereka tidak masuk dalam kategori ini karena merupakan bangunan campuran yang juga berisi kantor dan apartemen pribadi.

Apakah Anda tertarik untuk merasakan sensasi tidur di atas awan? 

Pos terkait