Dugaan penyebab KM Putri Sakinah tenggelam di Labuan Bajo, pelatih Valencia dan 3 anak jadi korban

Ringkasan Berita:

  • Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di Selat Padar akibat mesin mati dan cuaca buruk.
  • Dari 11 penumpang, 7 selamat sementara 4 wisatawan asal Spanyol dinyatakan hilang.
  • Pelatih Valencia B Wanita, Fernando Martin Carreras, dan tiga anaknya meninggal; istri serta satu anak selamat.

 

Bacaan Lainnya

Penyebab tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan selat pulau Padar kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur diduga karena cuaca buruk.

Imbas cuaca buruk terjadi pada Jumat (26/12/2025) lalu membuat gelombang dan arus laut kuat melansir Tribunvideo.com.

Adapun kapal tersebut mengangkut 11 orang, terdiri dari enam wisatawan mancanegara asal Spanyol dan lima kru kapal.

Dalam kejadian itu, tujuh orang berhasil selamat, sementara empat wisatawan asing hingga Sabtu (27/12/2025) masih dinyatakan hilang.

Menurut keterangan kru, kapal mengalami mati mesin sekitar 30 menit dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sebelum akhirnya tenggelam.

Seluruh kru kapal berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan sekoci.

Adapun Tim SAR Gabungan hingga kini masih melakukan pencarian.

   

Pelatih Klub Valencia Jadi korban

Pelatih Klub Liga Spanyol (LaLiga), Valencia, tim B Wanita, Fernando Martin Carreras, dikabarkan meninggal dunia dalam insiden tenggelamnya kapal wisata di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (26/12/2025).

Pelatih berusia 44 tahun tersebut dilaporkan meninggal dunia bersama ketiga anaknya (dua laki-laki dan satu perempuan) dalam insiden tragis tersebut.

Tiga anak Fernando Martin Carreras yang dimaksud adalah Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.

Sementara, istri Fernando Martin Carreras serta satu anak perempuannya berusia tujuh tahun, Mar Martinez Ortuno, berhasil selamat dari insiden tersebut.

Kecelakaan tragis sehari setelah Natal tersebut terjadi di sekitar Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Dilaporkan, kapal wisata yang ditumpangi rombongan tersebut mengangkut total 11 orang.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat kapal KM Putri Sakinah yang ditumpanginya mengalami kendala mesin dan dihantam cuaca buruk di kawasan Taman Nasional Komodo.

 

Kronologi

KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Padar, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12/2025) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Kecelakaan bermula saat kapal wisata KM Putri Sakinah yang membawa 11 penumpang berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar untuk perjalanan wisata pukul 20.00 Wita.

Namun, pada pukul 20.30 Wita kapal tersebut mengalami mati mesin dan tenggelam dalam kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, lebih dari 2 meter, sehingga menyebabkan kapal terbalik.

Kapal berbendera Indonesia dengan tipe kapal tradisional pengangkut penumpang ini mengangkut awak kapal, pemandu wisata, dan penumpang, termasuk wisatawan mancanegara.

 

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, mengutarakan kesemua korban merupakan anggota keluarga.

“Keempat korban tersebut merupakan wisatawan mancanegara, warga negara Spanyol, yang berdasarkan data awal berada dalam satu rombongan keluarga,” kata Stephanus, dikutip Kompas.com

Berdasarkan keterangan kru kapal, empat korban diduga berada di dalam kamar saat insiden terjadi.

Kondisi ini membuat mereka tidak sempat menyelamatkan diri ketika kapal mengalami situasi darurat.

Sesaat setelah menerima informasi dari agen kapal, KSOP Kelas III Labuan Bajo segera melakukan koordinasi dan mengerahkan tim tanggap darurat bersama unsur Basarnas, TNI AL, Polairud Polda setempat, serta instansi terkait lainnya untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). 

 

“Seluruh korban selamat (tujuh orang) telah berhasil dievakuasi ke Labuan Bajo dan berada dalam kondisi selamat,” ujarnya.

 

Kesaksian Keluarga Korban

Ayah mertua Fernando Martin Carreras, Enrique Ortuno, mengungkapkan kesaksiannya terkait peristiwa tragis itu.

Ia mengaku terus berkomunikasi dengan putrinya yang selamat dari kecelakaan tersebut.

“Anak perempuan dan cucu perempuan saya terlempar dari perahu karena mereka berada di bagian yang lebih tinggi,” jelas Enrique dikutip dari Mundo Deportivo.

“Mereka jatuh ke laut dan telah diselamatkan, tetapi tiga cucu saya dan menantu laki-laki saya mungkin terjebak di dalam perahu, yang hancur dan tenggelam dengan cepat.”

Pasca-kecelakaan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo menutup sementara pelayaran kapal wisata menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Kebijakan ini diambil menyusul cuaca ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

(*)

Pos terkait