Isi Artikel
Salat: Pilar Utama Keimanan dalam Islam
Salat merupakan salah satu ibadah yang paling mendasar dalam agama Islam. Dalam beberapa hadis, salat disebut sebagai tiang agama karena menjadi pondasi utama dalam menjaga keimanan dan ketaatan seorang Muslim. Umat Islam dianjurkan untuk menjalankan salat dengan sungguh-sungguh, karena salat tidak hanya sekadar ritual harian, tetapi juga sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT.
Salat juga dianggap sebagai penentu kualitas amal-amal lainnya. Ia menjadi benteng pencegah dari perbuatan keji dan mungkar, serta menjadi jalan untuk memperkuat iman seseorang. Oleh karena itu, salat tidak boleh ditinggalkan atau dilakukan secara asal-asalan.
Sujud: Posisi Terdekat Hamba dengan Allah
Dalam pelaksanaan salat, terdapat beberapa gerakan yang wajib dilakukan. Salah satu gerakan penting adalah sujud. Sujud merupakan simbol ketundukan total seorang hamba di hadapan Sang Pencipta. Rasulullah SAW bersabda bahwa saat seorang hamba berada dalam posisi sujud, itulah posisi paling dekat antara hamba dengan Allah SWT.
Oleh karena itu, sujud menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Dalam sujud, umat Islam dapat memohon berbagai kebutuhan baik urusan dunia maupun akhirat. Doa-doa yang dibaca saat sujud bisa berupa bacaan tasbih atau doa-doa khusus yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Bacaan Tasbih Saat Sujud
Ketika sujud, Rasulullah SAW mengajarkan bacaan tasbih berikut:
- Tulisan Arab:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى - Latin:
Subḥāna rabbiyal a‘lā - Artinya:
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”
Bacaan ini turun dari ayat Al-Qur’an yang menyatakan, “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi” (QS Al-A‘la). Rasulullah SAW menyarankan agar kalimat ini dibaca dalam sujud. Beliau membaca tasbih ini sebanyak tiga kali atau lebih dalam setiap sujudnya.
Sujud sebagai Waktu Mustajab Berdoa
Selain membaca tasbih, sujud juga merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan momen sujud untuk memohon segala hajat. Menurut Syekh Ali Jaber rahimahullah, doa dalam sujud boleh dilakukan di sujud pertama, kedua, maupun sujud terakhir.
Namun, kebanyakan orang memilih doa di sujud terakhir karena khawatir jika terlalu lama berdoa di setiap sujud, bisa lupa jumlah rakaat. Meski demikian, berdoa di setiap sujud tetap diperbolehkan selama tidak mengubah bacaan wajib salat.
Syekh Ali Jaber juga menekankan bahwa berdoa sebaiknya menggunakan bahasa Arab, namun jika tidak mampu, boleh menggunakan bahasa yang dipahami, termasuk bahasa Indonesia, selama doa tersebut dibaca dalam hati dan tidak mengganti bacaan salat.
Doa yang Sering Dibaca Rasulullah SAW Saat Sujud
Salah satu doa terbaik yang sering diamalkan Rasulullah SAW saat sujud adalah:
- Tulisan Arab:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ - Latin:
Yā muqallibal qulūb tsabbit qalbī ‘alā dīnik - Artinya:
“Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Doa ini disebut sebagai doa yang sangat agung karena menggambarkan kerendahan hati seorang hamba yang memohon keteguhan iman.
Doa-Doa Rasulullah SAW Saat Sujud Terakhir
Rasulullah SAW juga mengamalkan beberapa doa khusus saat sujud terakhir. Berikut beberapa doa yang sering dibaca:
- Doa Sujud Terakhir (Versi Pertama)
- Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ - Latin:
Allahummaghfir lī dzanbī kullahū diqqahū wa jillahū wa awwalahū wa ākhirahū wa ‘alāniyatahū wa sirrahū -
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang kecil maupun yang besar, yang terdahulu maupun yang kemudian, yang tampak maupun yang tersembunyi.”
(HR Muslim, Abu Daud, dan Hakim) -
Doa Sujud Terakhir (Versi Kedua)
- Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَأَعُوذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ - Latin:
Allahumma innī a‘ūdzu biridhāka min sakhatik, wa a‘ūdzu bimu‘āfātika min ‘uqūbatik, wa a‘ūdzu bika minka, lā uḥṣī tsanā’an ‘alaik, anta kamā atsnaīta ‘alā nafsik -
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu. Aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (azab)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian bagi-Mu, Engkau sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”
(HR Muslim, Abu Daud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Majah) -
Doa Sujud Terakhir (Versi Ketiga)
- Tulisan Arab:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ - Latin:
Subḥānaka Allāhumma wa biḥamdika lā ilāha illā anta - Artinya:
“Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagi-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau.”
(HR Ahmad, Muslim, dan Nasai)
Perintah Sujud dalam Al-Qur’an
Allah SWT secara tegas memerintahkan sujud dalam Al-Qur’an sebagai bentuk ibadah dan kepatuhan. Beberapa ayat yang menjelaskan hal ini antara lain:
- Surah Al-Hijr Ayat 98
- Tulisan Arab:
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ - Latin:
Fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wa kun minas-sājidīn -
Artinya:
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersujud.” -
Surah Al-Furqan Ayat 64
- Tulisan Arab:
وَٱلَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَٰمًا - Latin:
Wallażīna yabītūna lirabbihim sujjadan wa qiyāmā -
Artinya:
“Dan orang-orang yang menghabiskan malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” -
Surah Al-Insan Ayat 26
- Tulisan Arab:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَٱسْجُدْ لَهُ وَسَبِّحْهُ لَيْلًا طَوِيلًا - Latin:
Wa minal-laili fasjud lahū wa sabbiḥhu lailan ṭawīlā - Artinya:
“Dan pada sebagian malam, bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada malam yang panjang.”
