Isi Artikel
Betlehem: Kota Kelahiran Yesus yang Memiliki Tradisi Natal yang Berbeda
Betlehem, kota kecil yang menjadi tempat kelahiran Yesus, memiliki keunikan tersendiri dalam merayakan Hari Natal. Setiap aliran agama Kristen di sana merayakan Natal pada hari yang berbeda, sehingga membuat suasana Natal di sini sangat unik dan menarik untuk diketahui.
Sejarah Singkat Betlehem
Betlehem, yang dalam bahasa Yahudi berarti “Rumah Roti”, sudah dikenal sejak zaman Perjanjian Lama. Dalam Kitab Kejadian 35:16–19, disebutkan bahwa Rahel, istri Yakub, meninggal setelah melahirkan Benyamin ketika sedang menuju Efrata. Ia dikuburkan di dekat jalan menuju Efrata, dan makamnya kini menjadi tempat suci bagi orang-orang Yahudi, Muslim, dan Kristen.
Makam Rahel ini dibangun oleh Sir Moses Montefiore pada tahun 1860. Bentuknya sederhana dengan dominasi warna putih. Di sini, orang-orang mendaraskan doa memohon kesuburan dan kelahiran yang aman.
Letak dan Keunikan Geografis
Betlehem terletak di atas bukit batu dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Lokasinya tidak jauh dari Yerusalem, arah timur menuju Hebron. Selain perpaduan dua budaya Barat dan Timur, Betlehem juga menawarkan pemandangan indah: Biara Mar Saba di gurun yang elok, Herodion, kompleks istana Herodes yang memikat dengan bentuk seperti gunung berapi, kebun anggur dan pohon zaitun di Cremisan yang rapi dan bersih, maupun kampung Beit Jala yang atraktif.
Dalam sejarahnya, Betlehem pernah dikuasai oleh beberapa kerajaan seperti Romawi, Bizantium, Arab, Crusader, Mamluk, Turki, Inggris, Yordania, hingga akhirnya jatuh ke tangan Israel. Meskipun di bawah hukum bukan Kristen, Betlehem tetap menjadi pusat peziarahan komunitas Kristen.
Gereja Kelahiran Kristus
Untuk menandai tempat kelahiran Yesus, Betlehem membangun Gereja Kelahiran Kristus. Gereja ini dibangun di atas gua tempat Yesus dilahirkan. Pada abad VII, gereja ini dirusak oleh bangsa Persia, namun mereka berhenti merusak karena ada mosaik yang menggambarkan tiga orang Majus berpakaian ala Persia.
Gereja yang berbentuk basilika bergaya Romawi ini dibangun tahun 326 oleh Kaisar Konstantin. Namun, dua abad setelah kematian Yesus, Betlehem justru menjadi pusat penyembah berhala. Untuk menghindari masuknya para penyembah berhala, pintu masuk gereja dibuat kecil. Pada masa Perang Salib, pintu ini dibuat lebih pendek agar pasukan musuh yang mengendarai kuda tidak bisa masuk ke gereja.
Perayaan Natal yang Berbeda
Sekarang, hanya ada tiga aliran utama agama Kristen yang diakui berbagi bagian di gereja ini, namun merayakan Natal pada hari yang berbeda. Katolik (bersama dengan Melkite, Maronite, dan Gereja Katolik Siria) merayakan pesta Natal tanggal 24 Desember. Untuk Kristen Ortodoks Yunani dan Siriah Timur, hari Natal jatuh pada tanggal 6 Januari. Yang terakhir adalah Ortodoks Armenia yang menyelenggarakan pesta Natal pada tanggal 18 Januari!
Di tempat di mana Yesus dilahirkan dipasang bintang perak. Bintang yang menjadi petunjuk tiga orang Majus itu diperbarui tahun 1717, dengan tulisan, “Hic de Virgine Maria a Jesus Christus natus est, 1717”.
Tempat Ziarah Lainnya
Rangkaian dari Gereja Kelahiran Kristus adalah The Milk Grotto Church, yang terletak di Jalan Milk Grotto. Menurut legenda, perawan Maria tinggal di gua ini bersama bayinya dalam perjalanannya ke Mesir. Selama menyusui bayinya, beberapa tetes susunya jatuh dan membuat batu yang terkena berubah warna menjadi putih. Sekarang bebatuan itu dikorek untuk dijual ke peziarah dan dipercaya bisa memperlancar ASI. Selain itu, banyak wanita datang ke sini dan berdoa. Mereka percaya bahwa batu putih itu bisa membantu memperbaiki ASI mereka.
Biara Mar Saba, yang tertutup untuk wanita, terletak di Padang Gurun Yudea. Namun bagi wanita yang ingin melihat biara ini disediakan menara khusus, namanya Tower of Women. Biara ini didirikan oleh St. Saba tahun 482. Masa emas biara ini terjadi pada abad VIII dan IX. Biara ini juga terimbas oleh gempa tahun 1834.
Tempat Wisata Lainnya
Herodion, yang dibangun oleh Raja Herodes antara tahun 24 dan 15 SM, terletak di atas puncak gunung membuat tempat itu seperti kawah. Untuk naik, sekarang sudah ada tangga yang terbuat dari marmer putih. Tidak jelas apakah Raja Herodes dimakamkan di sini seperti permintaannya.
Sebagai tempat ziarah, Betlehem memang menarik wisatawan dari luar Betlehem. Banyak warga Indonesia yang berziarah ke sini. Maka jangan kaget jika ada kosa kata bahasa Indonesia terlontar dari mulut penjaja cindera mata jika mereka tahu kita berbicara bahasa Indonesia. Contohnya, kata ikan yang mereka pakai untuk menjual bandul kalung berbentuk ikan. Dulu ikan sempat menjadi lambang Kristus.
