Desa Tluwuk Dijadikan Kampung Nelayan, Warga Harapkan Infrastruktur dan TPI

Program pemerintah dalam membangun kampung nelayan dan kampung budidaya di berbagai wilayah pesisir negara mendapat respon positif dari masyarakat Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati.

Desa yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kampung nelayan.

Bacaan Lainnya

Seorang warga Desa Tluwuk, Sukarno, menganggap rencana penentuan kampung nelayan di desanya sudah sangat sesuai.

Karena aktivitas pelayanan di wilayah tersebut telah berlangsung lama dan terus berkembang hingga saat ini.

“Di Desa Tluwuk terdapat sekitar 25 nelayan warga setempat. Selain itu, sekitar 40 nelayan dari luar desa juga melakukan kegiatan di wilayah kami,” katanya.

Menurut Sukarno, infrastruktur pendukung untuk kawasan pantai sudah cukup tersedia. Jalan dari desa ke pantai yang panjangnya sekitar 4 kilometer telah terbuat dari makadam, beton, dan beberapa bagian menggunakan aspal. Kondisi ini dinilai memadai untuk mendukung perkembangan kawasan kampung nelayan di masa depan.

Ia menambahkan, rencana kampung nelayan juga memberikan dampak sosial yang positif terhadap masyarakat. Minat warga untuk bergelut di bidang perikanan dinilai semakin meningkat seiring dengan munculnya peluang ekonomi yang lebih menguntungkan.

“Jika kampung nelayan benar-benar terwujud, banyak warga akan tertarik untuk menjadi nelayan. Hal ini dapat menciptakan kesempatan kerja baru,” katanya.

Meskipun demikian, masyarakat berharap pemerintah benar-benar memperhatikan kebutuhan pokok para nelayan. Salah satu yang paling diinginkan adalah pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang layak, serta peningkatan kualitas jalan agar distribusi hasil tangkapan dapat berjalan lebih efisien.

“Harapan kami adalah adanya TPI yang memenuhi standar, serta jalan yang diperbaiki agar kegiatan nelayan menjadi lebih mudah,” tambah Sukarno.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati, Hadi Santosa, mengungkapkan bahwa Desa Tluwuk masuk dalam daftar rekomendasi lokasi kampung nelayan pada tahun 2026. Secara keseluruhan, ada 22 desa yang diajukan sebagai kampung nelayan atau kampung budidaya di Kabupaten Pati.

Desa-desa tersebut terletak di sembilan wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Juwana yang mencakup Desa Bendar, Desa Kedungpancing, Desa Trimulyo, dan Desa Bajomulyo. Kecamatan Dukuhseti meliputi Desa Puncel, Desa Alasdowo, Desa Bakalan, Desa Kenanti, Desa Kembang, serta Desa Tegalombo.

Berikutnya, Kecamatan Tayu mencakup Desa Keboromo, Desa Sambiroto, Desa Margomulyo, dan Desa Dororejo. Kecamatan Gabus terdiri dari Desa Banjarsari dan Desa Mintobasuki. Kecamatan Wedarijaksa meliputi Desa Tluwuk serta Desa Kepoh. Kecamatan Trangkil mencakup Desa Kadilangu, Kecamatan Margoyoso dengan Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Kayen yang terdiri dari Desa Talun, dan Kecamatan Pati yang terdiri dari Desa Mustokoharjo.

“Kampung nelayan ditujukan pada desa-desa pesisir laut yang penduduknya bekerja sebagai nelayan, sementara kampung budidaya terletak di desa tambak, sungai, atau perairan tawar,” kata Hadi.

Ia menjelaskan, program kampung nelayan akan menyediakan pengembangan infrastruktur yang lengkap, mulai dari jalan lingkungan, balai nelayan, bengkel, sanitasi, tempat istirahat nelayan, pabrik es mini, gudang pendingin, dermaga, SPBN, hingga dukungan alat tangkap dan pelatihan.

Seluruh program tersebut kelak akan dijalankan oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setempat, dengan dana yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“DKP hanya berperan sebagai fasilitator. Anggaran yang berasal langsung dari pusat serta pengelolaannya diserahkan kepada KDMP,” katanya.

Pos terkait