Danantara dan BUMN perkuat aksi kemanusiaan untuk pemulihan pascabencana Aceh

Badan Pengelola Investasi Daya Anugrah Nusantara (Danantara) bekerja sama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk PT PLN (Persero), menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai upaya mendukung pemulihan masyarakat yang terkena dampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan ini secara resmi diberangkatkan dalam Apel Pelepasan Relawan BUMN Peduli yang diselenggarakan pada Jumat (19/12) di Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai daerah yang terdampak di Aceh.

Kepala Perusahaan Umum Milik Negara (BUMN) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi aktif karyawan BUMN yang turun langsung ke lapangan sebagai relawan. Menurutnya, kehadiran BUMN dalam situasi darurat merupakan wujud tanggung jawab moral sebagai perusahaan yang dimiliki oleh negara.

Bacaan Lainnya

“Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal bencana terjadi, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar tambahan, tetapi merupakan wujud tanggung jawab sebagai perusahaan yang dimiliki negara,” kata Dony dalam pernyataannya, dilaporkan Sabtu (20/12).

Di bawah pengawasan Danantara, belasan BUMN mendistribusikan bantuan berupa 109 armada truk yang mengangkut kebutuhan pokok untuk penanganan darurat. Selain itu, sebanyak 1.066 relawan dikerahkan guna mempercepat proses pemulihan di wilayah Sumatra, khususnya Aceh.

Dony menekankan bahwa aksi kemanusiaan tersebut dilakukan secara nyata dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat, bukan hanya bersifat simbolis. Ia juga menyatakan bangga terhadap komitmen para relawan BUMN yang turun langsung ke lapangan, sesuai dengan petunjuk Presiden agar BUMN hadir dan bekerja sama dengan rakyat dalam masa pemulihan pasca-bencana.

Saya merasa percaya diri melihat lebih dari

Seribu karyawan BUMN yang bersedia turun langsung menjadi relawan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak. Pada saat yang sama, saya mengapresiasi usaha keras rekan-rekan BUMN yang terus memastikan layanan dasar tetap berjalan bagi masyarakat di daerah yang terdampak,” tambahnya.

Selanjutnya, Dony menekankan peran penting BUMN di sektor layanan dasar dalam menjadikan penanganan pasca-bencana sebagai prioritas utama. Ia secara khusus mengapresiasi PLN yang dianggap bekerja terus-menerus dalam memberikan solusi kelistrikan bagi masyarakat yang terdampak.

“Bagi teman-teman di PLN, saya melihat secara langsung bagaimana mereka bekerja keras tanpa henti. Prioritas kami hari ini adalah bagaimana menyediakan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat yang membutuhkannya,” tegas Dony.

Pada kegiatan tersebut, PLN juga menyalurkan berbagai bantuan logistik yang diperlukan masyarakat, seperti 10 truk air minum, enam truk tangki air, peralatan kebersihan, selimut, dan perlengkapan ibadah untuk mendukung kegiatan warga di lokasi yang terkena dampak.

Kepala Perusahaan PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa partisipasi PLN dalam kegiatan kemanusiaan ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

“Selain berupaya memperbaiki pasokan listrik secepat mungkin, PLN juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok, dapur umum, air bersih, serta bantuan lainnya agar masyarakat Aceh dapat segera pulih,” kata Darmawan.

Sejak bencana menghampiri wilayah Sumatra, PLN telah memberikan berbagai bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat yang terkena dampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut mencakup beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur, makanan siap saji, air minum, perlengkapan bayi, selimut, serta obat-obatan.

PLN juga memberikan bantuan tambahan lainnya berupa pakaian baru, perlengkapan ibadah, alat kebersihan, alat penyaring air, tenda, mesin pembangkit listrik, air bersih, perahu karet, serta membuka dapur umum di 24 lokasi.

Darmawan menambahkan, keterlibatan antar-BUMN yang diatur oleh Danantara menjadi kekuatan utama dalam mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

“Kami yakin, dengan bekerja sama dan saling mendukung, bantuan yang diberikan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang terkena dampak,” tambah Darmawan.

Pos terkait