Isi Artikel
Jokowi Buka Suara Soal Isu Ijazah Palsu
Joko Widodo atau Jokowi akhirnya memberikan pernyataan terkait isu ijazahnya yang dituding palsu. Dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV, ia mengungkapkan bahwa isu tersebut sudah dirancang sejak empat tahun lalu. Jokowi menilai ada agenda besar di balik isu ini dan menyebut bahwa pihak-pihak tertentu sengaja membuat heboh untuk menjatuhkan nama baiknya.
“Kami merasa ini adalah isu yang sudah 4 tahunan ya dibicarakan dan sebetulnya,” ujar Jokowi dalam wawancara tersebut. Menurutnya, isu ini tidak hanya sekadar gosip, tetapi memiliki tujuan politik yang jelas. Ia menegaskan bahwa pihak yang menuduh harus membuktikan kebenaran tuduhan mereka, bukan sebaliknya.
Jokowi juga menjelaskan alasan dirinya tidak menunjukkan ijazah asli ke publik. “Saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu karena ada aduan ke Bareskrim dan saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan.” Ia menilai bahwa pembuktian lebih baik dilakukan di pengadilan agar bisa tercapai keadilan bagi semua pihak.
“Saya kira akan kelihatan adil karena yang memutuskan adalah di pengadilan. Karena yang membuat ijazah saya, sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?” tambahnya.
Agenda Politik di Balik Isu Ijazah
Menurut Jokowi, isu ijazah palsu ini tidak lepas dari agenda besar politik atau operasi politik yang dilakukan oleh pihak tertentu. Ia menilai bahwa tujuan utama dari isu ini adalah untuk menurunkan reputasi yang dimilikinya, meskipun ia sendiri merasa tidak memiliki reputasi apa-apa.
“Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekkan, merendahkan, menghina, menuduh-nuduh? Semua dilakukan untuk apa? Kalau hanya untuk main-main kan mesti ada kepentingan politiknya di situ,” katanya.
Jokowi juga mencontohkan masalah-masalah besar yang seharusnya menjadi fokus negara, seperti perubahan karena artificial intelligence dan humanoid. Ia menilai bahwa energi besar jangan digunakan untuk urusan-urusan yang sebenarnya ringan.
Sosok di Balik Isu Ijazah
Jokowi sangat yakin bahwa ada orang besar di balik kasus ijazah ini. Bahkan, ia mengaku tahu siapa sosok tersebut. “Saya pastikan, saya tahu. Ya, saya kira gampang ditebak lah. Tapi saya tidak, berusaha sampaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kasus ini harus diproses secara hukum hingga di bawa ke meja pengadilan. “Ya, untuk pembelajaran kita semuanya, bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang.”
Penjelasan Ketua Angkatan Jokowi
Profesor UNJ Prof. Ciek Julyati Hisyam sempat mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi karena adanya materai berwarna hijau. Namun, Mustoha Iskandar, ketua angkatan Jokowi di UGM, membantah klaim tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh lulusan Fakultas Kehutanan UGM dari angkatan yang sama menggunakan jenis materai yang serupa.
Mustoha menjelaskan bahwa UGM memiliki empat periode wisuda setiap tahun, yakni Februari, Mei, Agustus, dan November. Ia menegaskan bahwa tidak ada mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 yang mengikuti wisuda pada periode Februari yang menggunakan materai berwarna merah.
“[Materai warna hijau] Bukan merah,” kata Mustoha Iskandar. Ia menegaskan bahwa ijazah Jokowi menggunakan materai hijau, sesuai dengan periode wisuda yang diikuti.
Profil Mustoha Iskandar
Mustoha Iskandar adalah Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 4 Agustus 2020. Ia adalah lulusan Sarjana Kehutanan UGM tahun 1986 yang satu angkatan dengan Jokowi. Selain itu, ia juga lulus dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) – kini bernama Universitas Islam Negeri (UIN) – Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun yang sama.
Mustoha juga lulus dari University of Philippines Los Banos pada 1996 dengan gelar Magister Manajemen Pembangunan. Setelah itu, ia meraih gelar Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 2006. Di samping itu, ia juga sukses meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada 2014.
Riwayat Jabatan
Berikut riwayat jabatan Mustoha Iskandar:
– Direktur Komersial Kayu Perum Perhutani
– Direktur Perum Perhutani (2014-2019)
– Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani (2016)
– Komisaris Independen PT Pusri Palembang (2016-2018)
– Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) (2020-2025)
Harta Kekayaan Mustoha Iskandar
Mengutip dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Mustoha Iskandar tahun 2022, jumlah harta sang komisaris Pupuk Indonesia Group mencapai Rp 22.736.596.232. Adapun dirinya memiliki hutang sebesar Rp 286.844.505. Untuk Kas dan Setara kas sebesar Rp 6.764.329.610. Surat Berharga dan harta bergerak lainnya Rp. 2.000.000.000 dan Rp. 264.062.064.
Pembagian Harta
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 11.494.900.000
1. Tanah Seluas 530 m2 di KAB / KOTA CIAMIS, HASIL SENDIRI Rp. 265.000.000
2. Tanah Seluas 640 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 192.000.000
3. Tanah Seluas 630 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 189.000.000
4. Tanah Seluas 437 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 131.100.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 134 m2/60 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 820.000.000
6. Tanah Seluas 4675 m2 di KAB / KOTA CIAMIS, HASIL SENDIRI Rp. 234.300.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 249 m2/265 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 2.353.000.000
8. Tanah dan Bangunan Seluas 247 m2/280 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA TIMUR , HASIL SENDIRI Rp. 3.055.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 256 m2/108 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 184.000.000
10. Tanah Seluas 231 m2 di KAB / KOTA KAMPAR, HASIL SENDIRI Rp. 57.750.000
11. Tanah Seluas 232 m2 di KAB / KOTA KAMPAR, HASIL SENDIRI Rp. 58.000.000
12. Tanah Seluas 233 m2 di KAB / KOTA KAMPAR, HASIL SENDIRI 2022 Rp. 58.250.000
13. Tanah Seluas 2000 m2 di KAB / KOTA MAJALENGKA, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
14. Bangunan Seluas 21 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 210.000.000
15. Tanah Seluas 33440 m2 di KAB / KOTA KUNINGAN, HASIL SENDIRI Rp. 334.400.000
16. Tanah Seluas 5000 m2 di KAB / KOTA KUNINGAN, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
17. Tanah Seluas 11960 m2 di KAB / KOTA KUNINGAN, HASIL SENDIRI Rp. 119.600.000
18. Tanah Seluas 92840 m2 di KAB / KOTA KUNINGAN, HASIL SENDIRI Rp. 928.400.000
19. Tanah Seluas 43720 m2 di KAB / KOTA KUNINGAN, HASIL SENDIRI Rp. 437.200.000
20. Tanah dan Bangunan Seluas 130 m2/45 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 39.000.000
21. Tanah dan Bangunan Seluas 117 m2/45 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 35.100.000
22. Tanah Seluas 193 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 57.900.000
23. Tanah Seluas 193 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 57.900.000
24. Bangunan Seluas 43 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 645.000.000
25. Tanah Seluas 189 m2 di KAB / KOTA PONTIANAK, HASIL SENDIRI Rp. 378.000.000
26. Tanah Seluas 20500 m2 di KAB / KOTA KUNINGAN, HASIL SENDIRI Rp. 205.000.000
ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
Rp. 1.145.000.000
1. MOBIL, SUZUKI ESCUDO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
2. MOBIL, TOYOTA PICNIK Tahun 1999, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000
3. MOTOR, HONDA SCOOPY Tahun 2010, HASIL SENDIRI Rp. 6.000.000
4. MOBIL, MAZDA SEDAN Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 319.000.000
5. MOBIL, HYUNDAI MINIBUS Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp.710.000.000
