Daftar fenomena langit gerhana matahari hingga hujan meteor sepanjang 2026

, JAKARTA— Sepanjang 2026, langit akan diwarnai oleh beragam fenomena astronomi. Mulai dari hujan meteor, gerhana matahari dan bulan, hingga peristiwa langka seperti kesejajaran sejumlah planet.

Seluruh rangkaian ini akan terjadi dari awal hingga akhir tahun dan dapat diamati dari berbagai belahan dunia.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya fenomena alami, tahun ini juga menjadi momentum penting bagi eksplorasi antariksa. Sejumlah badan antariksa internasional, termasuk NASA, Badan Antariksa Eropa (ESA), Jepang, dan China, menyiapkan berbagai misi strategis ke Bulan, Mars, asteroid, hingga planet Merkurius.

Berikut rangkuman fenomena langit sepanjang 2026 yang dikutip dari laman The Planetary Society pada Jumat (2/1/2026):

Fenomena astronomi sepanjang 2026

Januari

Awal tahun dibuka dengan puncak hujan meteor Quadrantid pada 3 Januari. Namun, visibilitas fenomena ini diperkirakan terbatas akibat cahaya Bulan yang hampir purnama. Hujan meteor Quadrantid terutama dapat diamati dari wilayah belahan Bumi Utara.

Pada 10 Januari, Jupiter berada pada posisi oposisi sehingga planet terbesar di tata surya tersebut tampak paling terang dan jelas sepanjang tahun. Kondisi ini menjadikan Januari sebagai periode ideal untuk pengamatan Jupiter.

Februari

Fenomena utama Februari terjadi pada 17 Februari, ketika gerhana matahari cincin melintasi sebagian wilayah Samudra Hindia bagian selatan dan Antartika. Gerhana ini terjadi saat Bulan menutupi bagian tengah Matahari tanpa sepenuhnya menutupinya.

Menjelang akhir bulan, tepatnya 28 Februari, enam planet yakni Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus akan tampak sejajar membentuk lengkungan di langit malam. Pada bulan yang sama, NASA juga menargetkan waktu paling awal peluncuran Artemis II, misi berawak pertama yang membawa manusia meninggalkan orbit rendah Bumi sejak 1972.

Maret

Pada 3 Maret, gerhana bulan total akan terjadi dan dapat diamati secara penuh dari wilayah barat Amerika Utara, Oseania, serta sebagian besar Asia.

Selanjutnya, pada 8 Maret, Venus dan Saturnus akan tampak berdekatan dalam peristiwa konjungsi. Maret juga ditandai dengan terjadinya ekuinoks pada 20 Maret, ketika durasi siang dan malam hampir sama di seluruh dunia.

April

April menjadi momentum penting untuk pengamatan Merkurius. Pada 4 April, planet tersebut berada pada elongasi maksimum sehingga tampak paling jauh dari Matahari di langit dan relatif lebih mudah diamati.

Pada 8 April, misi Solar wind Magnetosphere Ionosphere Link Explorer (SMILE), hasil kerja sama ESA dan Akademi Ilmu Pengetahuan China, dijadwalkan meluncur untuk mempelajari interaksi angin Matahari dengan magnetosfer Bumi.

Puncak hujan meteor Lyrid terjadi pada 22 April dan diperkirakan dapat diamati dengan cukup baik karena gangguan cahaya Bulan relatif minim.

Mei

Asteroid Vesta mencapai posisi oposisi pada 2 Mei dan berada pada kondisi paling terang sepanjang tahun, meski masih memerlukan kondisi langit yang sangat gelap atau alat bantu optik untuk pengamatan.

Hujan meteor Eta Aquariid mencapai puncaknya pada 6 Mei, meskipun cahayanya berpotensi terganggu oleh Bulan. Pada bulan ini pula, wahana antariksa Psyche milik NASA dijadwalkan melakukan manuver lintas gravitasi di Mars sebagai bagian dari perjalanan menuju asteroid Psyche pada 2029.

Juni

Konjungsi Venus dan Jupiter terjadi pada 9 Juni, ketika kedua planet tampak sangat berdekatan di langit malam. Tanggal 21 Juni menandai solstis Juni, sementara 30 Juni diperingati sebagai Asteroid Day, yang bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap risiko asteroid bagi Bumi.

Juli

Pada 25 Juli, wahana Hayabusa2 milik Jepang dijadwalkan melintas dekat asteroid Torifune sebagai bagian dari misi lanjutannya. Hujan meteor Southern Delta Aquariid mencapai puncaknya pada 31 Juli, meski pengamatannya akan terganggu oleh cahaya Bulan. 

Selain itu, Juli juga berpotensi menjadi periode kedatangan Tianwen-2 di asteroid Kamo’oalewa serta waktu peluncuran paling awal Griffin Mission One dalam program Commercial Lunar Payload Services NASA.

Agustus

Agustus menjadi salah satu bulan paling padat fenomena astronomi. Pada 12 Agustus, gerhana matahari total akan melintasi Islandia, Greenland, dan Spanyol, dengan durasi totalitas lebih dari dua menit.

Sehari kemudian, 13 Agustus, hujan meteor Perseid mencapai puncaknya dan bertepatan dengan fase Bulan baru sehingga menawarkan kondisi pengamatan yang sangat baik.

Gerhana bulan sebagian terjadi pada 28 Agustus dan dapat diamati dari berbagai wilayah di dunia. Pada bulan ini pula, China menargetkan waktu paling awal peluncuran misi Chang’e 7 menuju kutub selatan Bulan.

September

Ekuinoks September terjadi pada 22 September. Tiga hari kemudian, Neptunus berada pada posisi oposisi, menjadikannya waktu terbaik sepanjang tahun untuk pengamatan menggunakan teleskop.

Selain itu, wahana Jupiter Icy Moons Explorer (Juice) milik ESA dijadwalkan melakukan manuver lintas gravitasi di Bumi sebagai bagian dari perjalanannya menuju sistem Jupiter.

Oktober

Saturnus mencapai posisi oposisi pada 4 Oktober dan tampak paling terang sepanjang tahun. Pada periode yang sama, 4–10 Oktober, dunia memperingati World Space Week dengan tema “Rocket Revolution”.

Hujan meteor Orionid mencapai puncaknya pada 21 Oktober, sementara Jepang dijadwalkan meluncurkan misi Martian Moons eXploration (MMX) untuk menjelajahi bulan-bulan Mars.

November

November diawali dengan peringatan Sagan Day pada 9 November untuk mengenang ilmuwan dan komunikator sains Carl Sagan. Hujan meteor Leonid mencapai puncaknya pada 17 November, disusul Uranus yang berada pada oposisi pada 25 November.

Pada periode ini, wahana Hera milik ESA akan tiba di sistem asteroid Didymos–Dimorphos, sementara misi BepiColombo memasuki orbit Merkurius. Voyager 1 juga mencatat tonggak sejarah dengan mencapai jarak satu hari cahaya dari Bumi.

Desember

Menutup tahun, wahana Europa Clipper akan melakukan manuver lintas gravitasi di Bumi pada 3 Desember sebagai bagian dari perjalanannya menuju bulan Europa.

Hujan meteor Geminid mencapai puncaknya pada 14 Desember dan diperkirakan dapat diamati dengan baik.

Solstis Desember terjadi pada 21 Desember, disusul puncak hujan meteor Ursid pada 22 Desember, meski pengamatannya berpotensi terganggu oleh cahaya Bulan.

Pos terkait