Daftar destinasi wisata Sumbar yang aman dikunjungi selama libur Nataru 2025

, PADANG — Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat telah melakukan pemetaan terkait kondisi destinasi yang dinilai aman untuk dikunjungi bagi wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 seiring tengah berlangsungnya penanganan pascabencana di sejumlah daerah di Ranah Minang.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Lila Yanwar mengatakan bencana alam yang terjadi pada November 2025 lalu turut berdampak kepada sektor pariwisata, terutama terkait akses jalan yang rusak akibat dilanda banjir bandang dan longsor, seperti di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

Bacaan Lainnya

“Bencana alam yang akhir-akhir benar-benar telah mengganggu akses jalan di sejumlah titik di Sumbar. Tapi penanganan yang dilakukan di lokasi berjalan optimal, sehingga lalu lintas di Lembah Anai yang menjadi akses utama Padang – Bukittinggi sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup di jam-jam tertentu. Hal ini, membuat minat kunjungan wisatawan ke Sumbar mendapat respon yang positif,” katanya, Senin (29/12/2025).

Dia menyampaikan bahwa bencana alam yang terjadi di Sumbar lebih kepada mengganggu akses jalan, dan destinasi wisata nya sejauh ini masih terjaga dengan baik, yang artinya masih aman untuk dikunjungi. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan wisatawan, agar terhindar dari resiko bencana alam.

Menurutnya melihat kondisi cuaca di Sumbar yang di beberapa wilayah masih turun hujan, wisatawan diimbau untuk tidak mendekati objek wisata yang berdekatan dengan daerah aliran sungai, serta daerah-daerah yang rawan terjadi bencana longsor.

Lila menjelaskan sejumlah destinasi yang aman untuk dikunjungi pada libur Nataru 2025 ini, seperti di Wisata Mandeh dan Pantai Carocok Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara objek wisata Jembatan Akar di Bayang disarankan untuk tidak berkunjung, karena objek wisata di sana juga turut terdampak bencana alam.

Kemudian di Kabupaten Solok, seperti di Alahan Panjang yang memiliki hamparan Danau Kembar serta sejumlah destinasi lainnya di wilayah itu, masih aman untuk dijadikan salah satu objek wisata untuk berkumpul bersama keluarga.

“Selain adanya destinasi wisata yang indah di Alahan Panjang itu, di daerah tersebut juga menyediakan tempat penginapan yang indah berdekatan dengan Danau Kembar. Suhu udara yang dingin, pemandangan yang indah, Alahan Panjang kami lihat masih aman untuk dijadikan sebagai destinasi wisata momen libur Nataru,” ujarnya.

Begitupun di Kabupaten Solok Selatan, yang memiliki destinasi Seribu Rumah Gadang, juga bisa menjadi pilihan untuk berlibur bersama keluarga. Lalu juga bisa ke Kota Sawahlunto, yang memiliki destinasi wisata sejarah yang begitu menakjubkan.

Dia bilang untuk di Sawahlunto itu, tidak hanya banyak tempat-tempat bersejarah yang bisa dikunjungi, Sawahlunto juga turut didukung adanya tempat penginapan sangat memadai untuk menampung penginapan wisatawan, dimana bangunan hotelnya itu kental nuansa tempo dulu, dan ditambah Sawahlunto ini sudah menjadi Warisan Dunia yang diakui UNESCO.

“Berlibur akhir tahun ke Sawahlunto sepertinya salah satu pilihan yang tepat juga,” ungkapnya.

Selanjutnya tempat yang masih aman untuk dikunjungi menyikapi kondisi Sumbar pascabencana ini, lanjut Lila, ke objek wisata yang kental dengan budaya Minang yakni Istano Basa Pagaruyung di Kabupaten Tanah Datar. Lalu juga bisa lanjut ke Kota Bukittinggi, yang sejauh ini masih tergolong aman untuk dikunjungi pada momen Nataru 2025.

“Bukittinggi mungkin akan menjadi pusat kunjungan wisatawan pada libur Nataru ini. Karena akses dari Pekanbaru sejauh ini masih aman untuk dilalui, dan hal ini membuat akan banyak destinasi wisata di jangkau wisatawan bila sudah berada di Bukittinggi, seperti ke Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota,” sebutnya.

Kemudian Lila juga menghimbau kepada wisatawan untuk tetap waspada bila mengunjungi wisata Geopark Ngarai, terutama di daerah aliran sungainya, karena disaat curah hujan yang turun begitu tinggi pada November 2025 lalu, telah ada laporan bahwa Tebing Ngarai Sianok rawan longsor. Makanya, penting bagi wisatawan untuk mewaspadai potensi bencana di daerah tersebut.

“Ngarai Sianok ini ada sebagian wilayah masuk ke Kabupaten Agam dan ada beberapa kawasan masih ke Kota Bukittinggi. Tapi yang terpenting adalah tetap berhati-hati, hindari daerah aliran sungai, terutama di saat cuaca lagi hujan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, juga terdapat sejumlah destinasi yang masih aman untuk dikunjungi bersama keluarga. Seperti Pantai Gandoriah di Pariaman, dan wisata lainnya yang ada di Padang Pariaman, juga dinilai aman untuk dikunjungi, dengan catatan untuk tidak mendekati daerah aliran sungai.

Oleh karena itu, Dispar Sumbar berharap agar wisatawan mengedepankan keselamatan, baik itu yang berada di daerah pegunungan maupun yang di pantai. Ketika cuaca lagi ekstrem, sangat disarankan untuk tidak membiarkan anak-anaknya mandi atau berenang di pantai.

“Soal pemetaan lokasi rawan bencana ini, akan kami informasikan juga kepada masyarakat melalui berbagai media massa dan media sosial. Karena kami inginkan wisatawan selama berada di Sumbar tetap aman, mengingat kondisi Sumbar yang saat ini masih dalam tahap penanganan,” tutup Lila.

Pos terkait