Ringkasan Berita:
- Pelatih Persis Solo Milomir Seslija menilai timnya harus melakukan perubahan total agar terhindar dari degradasi Liga 1 2025/2026.
- Dengan koleksi 7 poin dan berada di dasar klasemen, Milo menyebut kondisi Persis Solo saat ini lebih berat dibanding musim lalu.
- Milo menekankan pentingnya kerja kolektif, keberanian bermain, serta perombakan menyeluruh agar Persis Solo bisa bertahan di Liga 1.
Laporan Wartawan , Andreas Chris Febrianto
, SOLO –Pelatih Persis Solo Milomir Seslija menyebut timnya harus segera melakukan perubahan total apabila tak ingin tersingkir dari kompetisi sepak bola teratas di Indonesia yakni Liga 1 musim 2025/2026 ini.
Bukan tanpa alasan, hal itu usai diungkapnya usai tren kekalahan beruntun yang diperoleh Laskar Sambernyawa selama mengarungi Liga 1 musim ini dengan hanya mengantongi 7 poin dan terbenam di dasar klasemen.
Menurut pelatih yang akrab disapa Milo tersebut mengatakan bahwa kondisi Persis Solo saat ini lebih berat dibanding kondisi Laskar Sambernyawa saat pertama kali ia tukangi di paruh kedua musim lalu.
Meski sama-sama menukangi Persis Solo di saat berada di zona degradasi. Namun menurut Milo kondisi Laskar Sambernyawa saat ini lebih berat.
“Saya rasa kali ini lebih berat dibanding musim kemarin, karena musim kemarin kita punya sesuatu yang bisa menjadi pembeda,” jelas Milo di jumpa pers jelang laga melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Sabtu (3/1/2026).
Jika di musim lalu dirinya mampu langsung menerapkan taktinya kepada para pemain. Milo saat ini mengaku buruh waktu lebih panjang.
“Mungkin saat ini saya butuh waktu dan tidak bisa melakukan perubahan yang instan. Tapi saya menekankan kepada para pemain untuk mempunyai keberanian,” lanjut dia.
Bahkan menurutnya, para pemain Persis Solo saat ini belum mencapai progres positif sesuai yang ditargetkan oleh jajaran pelatih.
“Selain butuh waktu, menurut saya kemarin ada yang bilang bahwa di internal sudah ada progres, tapi menurut saya progres tersebut hanya sedikit. Oleh karena itu kita harus lebih baik dan bekerja lebih keras. Kalau ingin hasil yang lebih baik kita harus bekerja lebih kolektif, dan menampilkan permainan yang lebih berani dan lebih berani tampil sesuai yang diinginkan untuk meraih hasil positif,” tegasnya.
Milo juga tak memungkiri bahwa saat ini Persis Solo sedang dalam kondisi kurang baik. Namun sebagai sosok yang pernah berada di Kota Bengawan selama semusim, ia menegaskan bahwa Laskar Sambernyawa masih bisa bertahan di kompetisi paling bergengsi di Tanah Air.
“Kita tahu ini di momen yang tidak cukup baik dan saya rasa Solo sebagai sebuah kota pantas memiliki klub yang berada di liga teratas. Dan di momen ini kita harus tetap bersama dan siap memberikan yang terbaik untuk suporter besok,” kata dia.
Ia juga tak memungkiri di momen terpuruk seperti ini, para pemain bisa saja dalam kondisi mental menurun.
Namun ia meyakinkan bahwa kondisi ini bisa menjadi refleksi untuk para pemain dan manajemen agar bisa kembali ke jalur kemenangan.
“Kita terus berkomitmen memberikan penampilan yang lebih baik dan saya berharap waktu yang terbaik akan segera datang. Mungkin banyak klub yang mengatakan bahwa di fase seperti ini para pemain berada dalam fase mental blok dan terganggu secara mental. Tapi menurut saya ini momen yang baik untuk bisa tampil lebih baik,” jelas dia.
Ia juga menyebut, sebagai pelatih yang telah menukangi banyak tim. Menurutnya Persis Solo membutuhkan perombakan menyeluruh apabila ingin tetap bertahan di Liga 1.
“Di perjalanan saya sebagai pelatih, kalau ingin hasil yang baik seperti Manchester city memang harus ada perubahan yang cukup drastis. Dan kita berharap ada perubahan,” pungkasnya.
(*)
(*)
