Brad Pitt dan Kekerasan Keluarga: Dugaan Perilaku yang Mengguncang Dunia Hiburan

Dalam dunia hiburan, kehidupan pribadi selebritas sering kali menjadi sorotan publik. Brad Pitt, aktor ternama Hollywood, kembali menjadi perbincangan setelah dugaan kekerasan keluarga yang dilaporkan oleh mantan istrinya, Angelina Jolie, muncul kembali. Isu ini tidak hanya mengungkap sisi gelap hubungan antara Pitt dan Jolie, tetapi juga memicu diskusi tentang bagaimana media dan masyarakat menangani isu kekerasan terhadap wanita.

Pada 2016, Jolie mengajukan gugatan perceraian terhadap Pitt, dengan alasan “perbedaan yang tidak bisa diatasi”. Pernikahan mereka yang berlangsung selama dua tahun itu akhirnya berakhir, dan perseteruan antara kedua pasangan tersebut terus berlanjut dalam beberapa tahun berikutnya. Salah satu isu yang paling kontroversial adalah dugaan kekerasan fisik dan emosional yang dilakukan Pitt terhadap Jolie dan anak-anak mereka.

Bacaan Lainnya

Menurut laporan FBI yang diperoleh oleh Newsweek pada 2022, Jolie menyatakan bahwa pada 14 September 2016, saat sedang berada di pesawat pribadi dari Prancis ke Los Angeles, Pitt melakukan tindakan kasar. Dalam laporan tersebut, Jolie mengklaim bahwa Pitt menarik kepalanya, menggoyangkannya, dan mendorongnya ke dinding kamar mandi. Selain itu, ia juga melaporkan bahwa Pitt menunjukkan sikap agresif terhadap salah satu anaknya setelah anak tersebut mencoba membela ibunya.

Selain itu, Jolie mengklaim bahwa Pitt membuang bir ke atasnya dan selimut yang ia gunakan. Ia juga menyebut bahwa Pitt menyebabkan kerusakan sebesar $25.000 di pesawat karena tindakan tersebut. Selama penerbangan, Jolie merasa seperti tahanan dan tak tahu harus berbuat apa. Setelah pesawat mendarat, ia dan anak-anaknya ingin langsung pergi ke hotel untuk tidur, tetapi Pitt menolak dan mempertahankan mereka di pesawat selama lebih dari 20 menit.

Meski ada dugaan kekerasan tersebut, investigasi FBI dan Departemen Perlindungan Anak dan Keluarga Los Angeles akhirnya menyimpulkan bahwa Pitt tidak bersalah. Dalam pernyataan resmi, FBI menyatakan bahwa tidak ada tuntutan hukum yang diajukan terhadap Pitt karena beberapa faktor. Namun, isu ini tetap menjadi bahan perdebatan, terutama setelah putra Pitt, Pax, membuat unggahan di Instagram yang menyebut Pitt sebagai “orang yang buruk”.

Pax, yang saat itu berusia 16 tahun, menulis sebuah caption yang sangat keras di akun Instagram pribadinya, menyebut Pitt sebagai “orang yang buruk” dan mengkritik perilakunya terhadap keluarganya. Meskipun unggahan tersebut tidak terlalu umum, hal ini menunjukkan bahwa isu kekerasan keluarga masih menjadi topik yang sensitif dan terus dibahas.

Jolie, yang selama ini diam, pada wawancara dengan Vogue pada 2020 mengungkapkan bahwa ia memutuskan untuk bercerai demi kesejahteraan keluarganya. Ia juga menyampaikan bahwa anak-anaknya adalah orang-orang yang kuat dan berani. Sementara itu, Pitt sendiri mengungkapkan bahwa ia telah berhenti mengonsumsi alkohol dan ganja, serta mengakui bahwa setiap kesalahan yang ia lakukan adalah langkah menuju pemahaman dan kebahagiaan.

Kontroversi ini juga berdampak pada bisnis bersama mereka, yaitu Château Miraval. Pitt menggugat Jolie karena dianggap melanggar kontrak dengan menjual sahamnya tanpa sepengetahuan. Jolie, di sisi lain, mengklaim bahwa ia telah mencoba berdiskusi dengan tim Pitt, tetapi ditolak karena diminta menandatangani perjanjian kerahasiaan yang melarangnya membicarakan kekerasan yang dialaminya.

Isu kekerasan keluarga ini tidak hanya mengungkap sisi gelap hubungan antara Pitt dan Jolie, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan terhadap korban kekerasan. Bagaimana media menangani isu ini, serta bagaimana masyarakat mendengarkan suara korban, menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.

Pos terkait